Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri lokal. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri lokal. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan



Sustainable Beauty - mungkin masih terdengar asing ditelinga kamu, tapi percayalah dalam beberapa tahun ke depan perkembangan Indonesia yang pesat akan terus berinovasi, hingga mendorong laju pertumbuhan produk yang mengedepankan produk yang berkelanjutan. Gimana tidak? Belajar buat mix and match retinol aja bisa, masa meningkatkan kesadaran pada produk yang aman, bertanggung jawab dan ramah lingkungan kita terbelakang? 

Sustainable Beauty itu apa? 

Rangkaian produk perawatan kulit dan dekoratif (makeup) yang baik untuk kulitmu, tanpa kandungan kimia berbahaya (harsh chemical), dan juga baik untuk alam serta menunjuang keberlanjutan. Produk-produk Sustainable Beauty mengedepankan produk yang ramah lingkungan, mulai dari sumber bahan baku-nya, pemerosesan produk, dan hingga produk tersebut sudah habis masa pakainya. Kemasannya dapat dipertanggung jawabkan oleh perusahaan yang memproduksinya. 

Mengapa Sustainable Beauty penting?

1. Pasar yang berkembang
  • Salah satu industri yang masih berkembang selama pademi ini adalah skincare atau perawatan kulit, bahkan pertumbuhannya meningkat di 2020 untuk perawatan kulit laki-laki! Dilansir dari Gatra, peningkatannya cukup signifikan hingga beromzet setengah miliar setiap bulan disalah satu platform Gamal Man. Hal ini mengindikasi pertumbuhan yang signifikan bertambah setiap tahunnya. Dengan pasar yang berkembang pesat, jelas meningkatkan pertumbuhan industri itu sendiri terutama brand atau pelaku usaha. 
  • Dengan tingginya peminatan, pasarpun berkembang menawarkan ragam rangakain produk perawatan. Tercatat di tahun 2018 terdapat 767 perusahaan yang terdaftar dan meningkat pada tahun 2019 menjadi 790! Itu yang terdaftar, bagaimana dengan yang belum dan beberapa produk import yang langsung melantai di Indonesia melalui e-commerce?
  • Dari sekian banyak perusahaan yang ada, nyatanya pabrik besar yang berstandard ISO untuk memproduksi hal tersebut masih dalam hitungan jari. Beberapa brand mungkin sudah mencoba membangun pabriknya sendiri, namun brand nomer wahid di Indonesia saja masih mengandalkan import untuk memproduksi produk-produknya. Hal ini jelas menjadi sebuah tantangan, sebab dalam upaya melakukan Sustainable Beauty, hal pertama yang menjadi indikatornya adalah dari pabriknya, bukan sekedar produk yang melakukan green labelling.
  • Ekonomi Berkelanjutan, saat ini didunia masih mengandalkan ekonomi liner dimana menerapkan sistem beli - pakai - buang, padahal jika hal tersebut tetap dilakukan akan menimbulkan bahaya. Beberapa pekan lalu telah diperingati Hari Peduli Sampah Nasional, sekaligus memperingatkan kita bagaimana timbunan sampah yang menggunung bisa menjadi bahaya dan mengancam nyawa. Saat ini lebih dari 10 TPA sudah hampir mencapai ambang batas. Dengan menerapkan sistem ekonomi berkelanjutan, dapat menekan produksi sampah yang menjadi limbah, dan mengolah kembali semaksimal mungkin hingga tercipta solusi bagi sampah B3. 



2. Berdampak Pada Lingkungan
  • Bahan Baku Merusak Lingkungan, selain air, komposisi utama yang digunakan oleh kebanyakan produk adalah turunan dari hasil olahan minyak kelapa sawit (palm oil). Indonesia sendiri merupakan eksportir terbesar kepala sawit,  sayangnya tidak semuanya memiliki konsep Sustainable karena diproduksi oleh perusahaan yang masih menerapkan pembukaan lahan, pembakaran hutan dan sebagainya. Memangnya apa saja produk olahan kelapa sawit ?
Vegetable Oil, Vegetable Fat, Palmate, Palmitate, Palmolein, Palm Kernel, Palm Kernel Oil, Palm Fruit Oil, Glyceryl, Stearate, Stearic Acid, Palmitic Acid, Elaeis Guineensis, Palmitoyl Oxostearamide, Palm Stearine, Sodium Laureth Sulfate (SLeS), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Sodium Kernelate, Sodium Palm Kernelate, Palmitoyl Tetrapeptide-3, Hydrate Palm Glycerides, Etyl Palmidite, Octyl Palmitate, Palmityl Alcohol, Sodium Lauryl Lactylate/Suphate.
Banyak ya olahan Kelapa Sawit? Iya, rasanya hampir semua produk perawatan tubuh menggunakan salah satu komposisi diatas, bahkan ga jarang yang menggunakan langsung banyak sekaligus seperti Stearic Acid maupun SLeS/SLS, mulai dari sabun wajah sampai pembersih lantai sebenarnya pake komposisi ini, sebab memiliki manfaat untuk mengangkat sisa kotoran dan minyak, sayangnya selain cenderung tidak ramah lingkungan karena menjadi penyebab penebangan liar, beberapa kandungan kelapa sawit seperti SLS sebenarnya juga sudah tidak dianjurkan karena menyebabkan iritasi. Namun, jika diolah dengan benar sebenarnya komoditas satu ini memang memiliki peranan besar dan sangat membantu perekonomian Indonesia! Pastikan produk yang kamu gunakan merupakan produk olahan kelapa sawit yang menggunakan bahan baku dari perusahaan yang bertanggung jawab, salah satu indikatornya memiliki sertifikasi RSPO atau ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). Caranya? Kamu bisa melihat dari mana produk itu diproduksi melalui "manufactured" yang terdapat pada kemasan produk atau kemasan pembungkus. Jadi disana kamu bisa check apakah pabriknya telah bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki izin yang jelas.

  • Kemasan yang Ramah Lingkungan, sebagian besar kemasan kecantikan menggunakan kemasan plastik. Hal ini didasari dua hal, pertama dari segi harga produk dan kedua karena lebih ringan. Permasalahannya timbul jika kemudian kemasan tersebut tidak dikirim ke tempat daur ulang dan atau sulit didaur ulang seperti kemasan schaset (multi-layer plastik), styrofoam, dan lainnya. Jika dibiarkan, kemasan ini dapat memenuhi TPA dan kemungkinan terbawa ke laut yang berakhir pada pencemaran lingkungan. Hal ini sebisa mungkin tentu kita hindari bukan? Sehingga lingkungan terjaga dan tidak berdampak jangka panjang kepada diri kita.
3. Baik untuk alam, baik untuk kita
  • Lingkungan Terjaga, Masyarakat Sejahtera! Taukah kamu bahwa plastik yang terurai menjadi mikroplastik? Iya, jadi plastik tidak hilang dan menyatur kembali dengan alam dengan sempurna layaknya komposisi lain seperti kaca atau gelas. Plastik menjadi bulir halus yang bersifat beracun dan karsogenik (penyebab kanker). Sayangnya saat ini dengan tingginya penggunaan plastik termasuk diantaranya plastik sekali pakai, plastik yang mencemari laut, hutan, dan sebagainya. Plastik sangat mungkin berakhir kita konsumsi! Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menemukan Air Susu Ibu (ASI) yang telah tercemar dengan plastik, dan sebuah janin bayi yang diteliti telah memiliki plastik dalam tubuhnya. Sehingga sangat penting untuk penghindari penggunaannya, mendaur ulang limbahnya, dan beralih ke komoditas berkelanjutan!

Sustainable Beauty, mulai dari mana?




1. Bahan Baku : Memberdayakan Komoditas Lokal!

Sebagai negara yang subur, jelas aneka ragam tanaman dapat kita temui di Indonesia! Dengan menggunakan bahan baku dari komoditas lokal juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar seperti petani yang menanamnya, meningkatkan ekonomi bagi industri lokal, dan pastinya mendapatkan harga yang efisien dan jauh lebih murah dibandingkan dengan import. Beberapa komoditas lokal yang banyak di Indonesia dengan kemanfaatkan alami yang merupakan komoditas lokal seperti, 
  • Coklat : Komoditas lokal satu ini memiliki banyak manfaat untuk kulit dan kesehatan, dengan kandungan antioksidan yang tinggi, vitamin yang membantu mencerahkan dan mengembalikan elastistas. Di Indonesia ada beberapa wilayah penghasil coklat seperti Bali, Aceh, dan Flores! Kalau soal rasa semuanya unik, namun manfaat semuanya mirip-mirip
  • Kopi : Salah satu bahan yang digunakan dalam skincare adalah caffeine yang membantu mencerahkan mata panda, menyegarkan kulit, dan kandungan kopi sendiri mampu membantu menghaluskan kulit. Di Indonesia kamu bisa menemukan Kopi terbaik dari Aceh, Lampung, dan Bali! 
  • Pegagan : Tanaman ini sangat populer dikalangan pencinta perawatan kulit sebagai Cantella Asiatica, ternyata tanaman ini sangat banyak di Indonesia dan Malaysia, bahkan sudah ditetapkan menjadi tanaman obat sejak tahun 1884! Kehadirannya membantu mengurangi kemerahan pada kulit, kulit yang sensitif karena matahari, dan merawat kulit agar sehat kembali. Pegagan dengan kualitas terbaik dapat ditemui di Bengkulu, Ciwidey, Gunung Putri, Majelengka dan Ungaran.
  • Kelor (Moringa) : It's superoof!Artinya tanaman yang memiliki manfaat luar biasa untuk tubuh dibandingkan tanaman lainnya, ternyata Kelor di Indonesia juga merupakan yang terbaik di dunia bahkan hingga di eksport 100 ton setiap bulannya loh, tepatnya Kelor dari NTT. Kelor memiliki 40 antioksidan dan 90 jenis nutrisi berupa vitamin essensial, mineral, asam amino, anti penuaan, dan anti inflamasi. 
  • Manggis : Siapa sih yang engga kenal sama tanaman satu ini? Ternyata ini juga merupakan komditas lokal terbaik di Indonesia yang sudah dikirim puluhan negara loh! Buah satu ini menjadi primadona karena manfaatnya dan kemampuannya untuk beragam kebutuhan, salah satunya untuk kulit sebagai sumber vitamin C dan antioksidan. Nah di Indonesia sendiri banyak banget petani manggis kaya di Tasikmalaya, Purwakarta, Subang dan puluhan kota lainnya bergantung pada komoditas ini,
Wahh, itu hanya segelintir komoditas lokal terbaik yang ada di Indonesia, kebayang ga kalau sampai diekspor berarti kualitasnya tidak main-main kan? Berarti sebenarnya kita bisa banget menggunakan apa yang ada di tanah Indonesia ini untuk produksi bahan baku dalam mendukung sustainable beauty dengan mengupayakan komoditas berkelanjutan di Indonesia. 

2. Kemasan : Kaca dan Bambu!'
Selain menggunakan plastik, sebenarnya kita bisa menggunakan kaca, alumunium, dan bambu untuk kemasan produk. Selain itu kaca dan alumunium juga memiliki kemampuan daur ulang hingga 100%. Taukah kamu kalau Indonesia merupakan penghasil bambu terbesar dikawasan Asia Tenggara dan merupakan penghasil kaca terbesar ketiga di Dunia? Iya, mungkin karena terbiasa dengan kemasan yang tersedia kita cenderung mengimport dari negara penghasil kemasan sehingga mengabaikan potensi dari komoditas lokal yang satu ini. Padahal dengan memproduksi secara lokal, kita berupaya untuk mengurangi jejak karbon, mendukung komoditas lokal untuk perkembang, dan memberdayakan masyarakat! Oh ya meskipun Indonesia bukan penghasil alumunium terbesar, namun Alunumium di Indonesia dapat kamu temui di Sumatra Utara & Papua! 

3. Mendukung produk yang ramah lingkungan
Jika kedua hal diatas lebih berfokus pada pelaku usaha atau produsen, sebagi konsumen jelas kita bisa mendukung pelaku usaha agar lebih ramah lingkungan dengan mulai berupaya untuk membeli produk yang sudah bertansisi mendukung lingkungan, kamu bisa mengenalinya dari beberapa hal berikut.
  • Kenali produk kecantikanmu dimulai dari lable-nya, 
    • Pastikan sudah memiliki label BPOM dan ketika dicheck disini benar-benar nama produknya sesuai dengan yang ada pada kemasan, jika berbeda ada indikasi produknya PALSU. BPOM melarang peredaran nama produk yang berbeda dengan yang ada dikemasan.
    • Memiliki label Made in Indonesia! Jika kita ingin produk kita lebih sedikit jejak karbonnya dan pastinya mendukung komoditas lokal, sebisa mungkin beli produk yang memiliki label tersebut, artinya produknya dibuat di Indonesia. Banyak banget loh produk yang sudah diproduksi di Indonesia jadi jangan malas-malas buat cari tau ya!
    • Beralih dari kemasan saset menjadi plastik yang mudah didaur ulang seperti PET (segitiga no.1), HDPE (segitiga no.2), dan PP (segitiga no.5)
    • Opsional : Memiliki label vegan dan animal cruelty-free, kalau dua hal ini sangat opsinal ya
  • Sebisa mungkin menggunakan kemasan yang terbuat dari Kaca, Alunumium, dan Bambu yang mudah ditanam dan dipanen dengan cepat. Beberapa brand asal luar negeri juga telah menggunakan kemasan daur ulang atau re-cycle untuk kemasannya loh! Itu juga bisa menjadi alternatif pilihan kalian. 
  • Memiliki informasi perusahaan yang jelas. Dengan maraknya produk kecantikan saat ini, bukan tidak mungkin banyak produk yang dipalsukan, maklon tanpa kejelasan pabrik (jadi pengusaha nakal seperti ini membeli produk di negara X kemudian dilabeli dengan nama brand mereka, yang mana dijual tanpa izin yang jelas), dan produk DIY yang tidak memiliki sertifikasi yang jelas untuk menraih keuntungan setinggi-tingginya. Pastikan kamu selalu membeli dari brand yang jelas dan terbuka, serta memungkinkan kamu untuk bertanya seputar produknya yang berkelanjutan yah!

Dengan memahami konsep diatas, kita jadi bisa lebih bijaksana lagi deh memilih produk yang baik untuk kita serta untuk alam! Menjadi cantik tidak berarti kita harus mengorbankan alam dan lingkungan kita, namun kita juga bersama-sama berupaya mempercantik diri dan lingkungan yah. Kamu juga bisa menceritakan hal ini kepada kerabatmu, share melalui sosial media, dan pastinya mulai mendukung petani serta pengrajin lokal agar mendapatkan perhatiaan lebih dari pemerintah. Kalau kamu, didaerahnya punya komoditas apa nih?

Oh ya, ada sebuah pesan menarik dari Kabupaten Lestari dan Madani Berkelanjutan soal ekonomi berkelanjutan, bisa disimak disini

Disclimer : Tulisan ini merupakan submisi dalam kompetisi blog #LestariCantikmu yang diadakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Yayasan Madani Berkelanjutan dan Blogger Perempuan Network 








Sumber Bacaan : 




Sedikit random, tapi pasti kalian familar banget kalo ke Jepang harus punya JR Pass~ mungkin sudah tau kalau JR Pass itu digunakan selama menaiki kereta setempat (non MRT) dan bisa juga untuk Shinkansen makanya harganya termasuk mahal karena memang memberikan fasilitas dan tempat duduk yang baik.

1. JR Pass (Japan Rail) telah direncakan sejak tahun 1930's alis sebelum perang dunia kedua, tapi baru bisa dilaksanakan setelah perang dunia II selesai dan hanya butuh waktu 5 tahun untuk membuatnya.

2. Pertama kali jalan tahun 1964, Shinkansen generasi '0' masih beroperasi hingga tahun 1999!

3. JR Pass hanya boleh dibeli oleh orang asing. Jadi kalau mau menukarkan ini harus dengan identitas berupa passport asli.

4. JR Pass bisa dibeli dalam kurun waktu 3 bulan. Jadi selama 3 bulan tiketnya bisa kalian beli dahulu dan ditukarkan selama 3 bulan itu, setelah lewat 3 bulan otomatis expired.

5. JR Pass termahal mencapai 11 juta rupiah! Waduh ini sih cocok banget untuk kalian yang ingin traveling keluar kota terus menerus ya gengs?

6. JR Pass ada 2 jenis : Nationwide atau Regional, kalo Nationwide kalian tinggal beli bisa langsung mengakses 5 wilayah sekaligus kalau yang regional ya perwilayah gitu. Ini list nya ya, jadi kalian akan beli lebih murah kalau udah paham regional mana yang ingin dituju.


7. JR Pass ada 3 tipe : The Ordinary alias kelas biasa dan the Green alias Bisnis class

Tapi percayalah, the ordinary lebih enak dari pada ekonomi di Indonesia, sayangnya harganya jauh. 

Yang terbaru, mungkin kalian jarang dengar adalah The Gran, ini hanya ada dibeberapa aja dan sangat exclusive dengan 6 bangku tiap kabin. 
Include food & beverage ~ 


8. Shinkansen ada 2 tipe : Free seat dan Booked seat. INI PENTING! 

Beberapa gerbong butuh dibooking dulu untuk mendapatkan nomer kursi which is lebih bagus. Beberapa bebas.

Tiara waktu itu terpaksa berdiri 3 jam karena engga tau ada sistem booking ini dan bangkunya penuh. Jadi diri 3 jam sambil demam itu engga enak! :( 

9. Harga Tiket JR Pass di Jepang lebih mahal dari pada dikota asal kalian (ini dari website langsung wkwkw) 

10. Kalo tiketnya hilang, engga bisa diurus ulang HEHEHE jadi jangan sampe ilang ya gengs. Kalo ilang ya angus aja gitu. 

Nah kayaknya aku tulis fakta JR Pass segini dulu ya? Udah cukup membantu pemahaman kalian kah? 

Oh ya plus satu, ini bukan fakta sih cuma fyi aja. 

1. Makanan ditempat Shinkasen selalu enak. 
2. Kereta di Jepang yang lokal antar wilayah punya tempat untuk taro koper yang dilengkapi dengan kunci jadi kalian engga perlu bingung kalau mau traveling dengan kereta lokal.
3. Kereta di Jepang yang lokal punya jam jam tertentu yang cukup jauh rentangnya dan kecepatan standart (80-100km/jam) jadi pastikan kalian cek jadwalnya.
4. Jangan salah stasiun karena meski sebrang-sebrangan, bisa beda jenis dan bahkan arah :) 


Oh ya kalau mau tau tempat-tempat shopping beauty Japan bisa cek di beautynesia.id

Pembelian tiket RESMI JR PASS via HisGo
Website Hisgo 

Refensi tulisan 




sejujurnya, ini hanya, teracuni oleh kak racunwarnawarni, makasih kak. 

AHAHAHAH 

Hallo, maapin ya Tiara akhir-akhir ini lagi rada sok sibuk jadi begini. Tapi serius deh, sudah siap kah kalian akan diracuni lagi hihihi, kali ini produk lokal lagi, lagi sayang-sayangnya sama produk lokal.
Nah ini sampai saat ini belum ada kepastian gimana cara mengeja nama brand ini, Aubeau Ex-P Matt Lip Paint yang aku bilang bukan produk lokal lagi tapi produk daerah! Sangking susah nyarinya dan ga ada online (ada websitenya tapi yang ini engga ada di web) . Tapi akhirnya berhasil nemu sih di Pasar baru kemarin seharga 50.000 tapi aku beli online sih karena rada hopeless, itu aja kalap di pasar baru, karena diracuni oleh kak Laras Sita akhirnya beli eyebase nya Aubeau katanya bagus uga~ review aubeau ntar ya yang itu. 


Dari kemasan luar dulu, lumayan suka sih sama kemasannya karena jelas banget
bahkan ada anjuran shake before use kaya obat aja, terus juga bahan nya jelas banget dan ada beberapa yang cukup harus dibahas kemudian hari. Lalu ada PT nya secara lengkap dan masa expired yang jelas, jadi ehm, rada PR sih kalo inget ini expirednya kapan apa lagi kalo kemasannya sampe kebuang gitu. Jadi sisah botolnya aja yang hitam dengan lubang kecil untuk warna.
Sumpah ya, ini hitam aja. Beda sih. 


untuk warna nya.. 
aku juga nyariin sih soalnya di boxnya engga ada sampe akhirnya peka, kalo warna nya ada di ujung belakang boxnya ada buletan kecil dan ternyata ada di ujung botolnya, sangking botolnya polos item gitu, Tiara engga ngeh itu ada disana...

makanya fotonya beda sendiri ehe.


Iya, kemasannya bisa dibilang paling berbeda dari semua lip paint yang aku tau, er, oh ya, namanya juga rada kontroversial karena bingung ga sih, itu bahasa Indonesia apa gimana ya, Matt Lip Paint, yaudah gapapa yang penting produknya oke, intinya sih ini Lip Cream Matte kalo menurut aku mah.

Warnanya ada banyak tapi ya itu tadi, susah dapetnya, satu aja untung ehe.
Dari segi aplikator, ini biasa aja, gampang dipake engga belepotan maupun susah, jadi okelah pokoknya. Nude Chocolate ini mirip sama chocolate plum. 


muka tidak enak di pandang alert 



Yah namanya juga lagi kangen ngereview, jadilah selfie semua pake HP, engga ko, ga pake filter serius deh, okeh yang pertama ini di gojek, makanya anginnya semeriwing sekali, itu buru-buru jadinya lupa foto pas diem, gapapa please?

Nah abis itu aku balik ke rumah dan kehujanan parah! Ga pake baju ujan lagi, jadi yang ga ada matanya itu karena abis mandi dan keramas. Alis hilang tapi lipstick ini bertahan! canggih!
Terus aja engga aku apus sampe event blogger gitu, pada nanyain masa lipsticknya apa, untung bawa kalo engga ga bisa aku ngeja namanya. Terus itu dipake, sampe akhirnya makan berat, rada faded dikit banget banget dibagian dalem, sisanya masih oke. 

Engga transfer sama sekali dan kiss-proof lah pokoknya. Bagus banget menurut aku. 
Warnanya juga mauve gitu :'D keren tjoy. Engga kering. engga ketarik. engga apa lagi, pokoknya aku terkesima sih pake ini. Baru kemudian hilang pas malemnya abis makan sushi dan minum berkali-kali, eh iya sama makan shilinn minyak dan nasi percobaan yang pastinya bikin ini ilang.

Aslinya kalo dilihat ilang tapi pas aku apus pake pembersih masih ada sisa residu sih.

Jadi nilainya?

4.8 

semuanya oke, kecuali bahannya yang mungkin akan aku googling lagi dan
mengingat betapa susahnya itu didapatkan :p

Overall 

+ Kiss proof
+ Transfer Proof
+ Tahan lama & Awet 
+ Engga bau kimia, rada manis tapi engga vanilla
+ Murah 
+ Warna nya banyak dan cantik semua!
- susah dicari 


Hollahope baesss kesayanganku~ 

Kali ini aku mau nge-review salah satu produk lokal yang paling banyak disukai oleh MUA Lokal, 
jadi begini, aku tuh anaknya doyan banget nganalisis liat sana sini, dan beberapa kali mencoba salon 
lokal yang notaben nya masih pake Produk paling prestige dalam negeri salah satunya LT Pro, 
dan setelah sekian abad masih pake pensil alis, akhirnya LT Pro sekitar 2 bulan lalu berinovasi 
buat punya eyebrow cream, yeps, masih cream belum gel apa lagi pomade. 
Jadi disinilah akan aku bahas, ada 2 warna yang BA nya bilang ke aku, 

yaitu Hitam & Dark Brown, secara aku rambutnya sudah tidak hitam suns*lk lagi jadi pake yang coklat tua. Untuk pembeliianya produk ini entah kenapa masih susah, 
jadi aku beli di Pasar Baru, kebetulan ada diskon dari 75.000 jadi 65.000 ^o^ 
#modaldiskonan 


Nah seperti ini kemasannya, simple tapi elegan, aku sukak sentuhan package hitam doff dengan emboss berwarna copper ini, terus lagi dibawahnya tertera kalo ini warna Dark Brown dari kemasannya, jadi engga akan ketuker gitu, terus juga ada lebel halalnya asikkk~
Didalam kemasannya juga ada eyebrow brush kecil, 

sayangnya menurut aku eyebrow brush nya itu ke tebelan, jadi engga pipih, alias susah buat bentuk alis, ngisi maupun arsir alis. 



Nah di kemasannya juga ada info produk, isi size 4gr, informasi produk LT Pro Dual Lasting Brow Cream, yang mengklaim diri mereka waterproof mudah diaplikasikan dan menyatu dengan bulu a.k.a rambut alis dan di klaim juga bisa untuk eyeliner O.O?! *ketahuan belom coba* 

disana juga diingatkan harus ditutup rapat biar engga cepat kering.
Ada expired date, BPOM dan ingredients, aku belum fasih sih kalo ingredients alis :' 




Nah ini detail kalo pas dibuka kemasannya, bentuknya lingkaran pipih
dibawahnya ada info soal warna aja dan pas dibuka kemasannya ditutupin plastik sealed gitu, 
dan si sealed nya ini semua permukannya lem jadi pas kamu buka, dia masih bisa nempel lagi, 
which is bagus biar engga kering tapi kesel soalnya lem nya nempel balik mulu, jadi harus di lepas kalo mau nyolek barangnya hehehe..


Nah ini produknya kan cream ya, tapi mirip sama pomade nya milani, 
tapi memang creamy tapi lebih solid dibanding punya QL,

jadi yang ini lebih cepet kering dan menurut aku malah susah dibentuk maupun di blend
sangking cepet keringnya 

terus biasalah penyakit lama, pas diaplikasiin di tangan coklat banget pas ke alis langsung
jadi ada hint warn kemerahan bata meski engga lama sih, terus aku langsung nyerah pake 
eyebrow brush bawaan, jadi aku pake brush nya benefit ka brow, itu pun masih susah di bentuk
karena dia susah di blend banget gitu, gemesh kan?

kalian bisa cek video kak Dhe untuk melihat peng-aplikasiannya yes

tapi kalo kalian brow master yang sudah terbiasa pasti akan sukak banget sama ini, 
soalnya emang setahan lama itu, diatas aku ngasih liat pas dia sudah kering (kurang dari 15 detik)
ga bisa ilang deh tuh, di gosok2 pake tangan ga ngefek, pake aer juga engga kenapa-kenapa.

Jadi aku super rekomendasiin ini buat yang punya acara atau hajatan, actually kalo kalian lihat di
bawah hasilnya natural banget. bagus, awet, suerrgaakk tapi kenapa susah di blend yak :'D 
*cedihhh* 



Nah kalian bisa lihat sendiri, *maap ada ponik belah* 
itu tuh kaya awet banget, kaya ga pernah ketemu minyak muka gue yang bisa 
jadi remover alami make up :( 
mukak gue 5 jam itu make up udah mo terangkat fondationnya
 sisa alis doang sm eyeshadow  yang malah makin bagus ;( 

*butuh primer lagi yang ampuh hiksss* 

Apa lagi ya? itu aja sih, semoga brush nya bisa lebih pipih aja, it will be so nice tho :D

Overall 2.87/5
+ Waterproof banget sis
+ Tahan lama 
+ Hasil Natural
+ Packaging friendly
= (depans on you) 
= cepat kering 
- Kuasnya tolong :( 
- rada susah di blend ya 
- warna kurang beragam 
- kalo pemula butuh adaptasi lama :'D 








Makeover Eyebrow kit
highlighter, blusher and contour in a palette


 hari ini Tiara mau ngereview product baru yang ada di pasaran lokal kita!
Yeay! ini adalah Makeover new eyebrow kit dan palette, sebenarnya, Tiara sendiripun belum tau 
pasti apa nama dari kedua produk ini, karena new in banget tapi udah ada di  beberapa counter MakeOver ko.

Nah ada 2 produk yang bisa dibilang Tiara sukak! why?


Pertama ini adalah buatan lokal sooooo pastinya ini produk cocok sama orang Indonesia
warna skin tone nya masuk banget di kita

  
Warnanya engga ngeblok dan blendable banget 
dan bisa dibilang lumayan komplit karena ada shadding, countour dan highlight plus blush on
tapi sebenernya menurut Tiara pribadi, ngga perlu ada blush on sih, kenapa ga highligher lagi ya?
Soalnya setau Tiara, Makeover udah punya blush on palette sendiri ._.

Warnanya in total ada 6, 4 warna matte dan 2 shimmer
untuk warna countour dan shadding nya 3 matte 1 shimmer
dan higligher nya ada 3, satu putih, satu kuning dan satu diantaranya dengan shimmer
dan satu lagi blush on warna pink pale dan menurut Tiara rada useless kecuali kalian punya kulit putih.
Tiara suka banget sama highlight warna kuningnya karena menurut Tiara it's work!
maksudnya, banyak kan produk yang kuningnya ala kadar, jadi kalo kalian kulitnya tan dan pengen 
pake ala kim khadarsian, palette ini bisa jadi alternatif.


Nah kalo ini eyebrow kit nya, ada 3 warna, 2 coklat satu putih
bener-bener powder dan gampang diset
sayangnya buat ngeblend dia tricky kalo pake kuasnya makeover sendiri
akan dapet 2 kuas, satu untuk membentuk dan filling (ngisi alis),
 satu lagi yang bentuk sisir untuk merapihkan dan ngeblend juga.
hm... 
to be honest kuas makeover perlu ditingkatkan kualitasnya
jadi kalian bisa pake kuas sendiri, sebenarnya kalau kalian cenderung orang yang sangat
berhati-hati, kuas ini udah cukup banget. Mengingat Tiara orang yang sedikit jegger alias ceroboh
kuas ini kayaknya gampang dipatahin(?)

Edisi kit sendiri Tiara bingung ada 2 atau 1 sebenarnya, kalo kemarin pas mereka buka both cuma ada 1 warna tapi kalo liat post di IG nya kok kaya ada 2 tone warna ya?



Fungsi warnanya sendiri masing-masing beda sesuai selera sebenarnya, ada yang bilang
warna gelap buat frame, ada yang bilang warna yang terang tapi yang putih memang untuk highlight alias membentuk alis agar lebih sempurna. BTW, alis is siter ya, not twin jadi jangan harap dia akan sempurna. Alis dibentuk ya bukan di copy paste AHAHAH :* cans beb.
Untuk ketahannya sendiri sih lumayan lama ya, sekitar 4 - 5jam belum harus touch up di alis 
Tiara yang cenderung berminyak *ea* 


Overall
+ Warnanya bagus
+ Pigmented
+ Blenadable
+ Cocok segala skintone
- Produknya ukurannya cukup besar 
- Ga hemat tempat (?) 
Memang sih itu menjadi signature nya Makeover 
tapi kalau bentuknya lebih kecil kan enak ya AHAHHA
*anaknya ga mau ribet*
- Harganya Mahal
Well, untuk produk lokal, ini lumayan mahal
Untuk  palette nya 225k atau lebih
Untuk Eyebrow kita 125K atau lebih
jadi sayang aja, rasanya ngalah-ngalahin produk luar 
yang sebenarnya dari segi kualitas masih lebih bagus.
*ko gue jahat*

penilaian gue ... tadinya  mau ngasih 3.25 tapi ternyata mungkin 2.67 lebih pas
Itu menurut Tiara, sisanya kalian nilai sendiri ya u.u 




Nah yaudah gitu aja sih, nih Tiara bawain penampakan Tiara yang jarang diumbar (?)

 
After shading (kiri) dan before(kanan)
Wajah yang udah di contour, shadding dan menggunakan alis
AHAHAHAHA ini random talk aja sih dari Tiara, 

dan disclimer, ini dibuat untuk info dari pengematan aku aja bukan dari sumber manapun
sebagai anak yang suka menganalisis berbagai hal, kalo seandainya ada orang brand ataupun 
yang mengerti baca, monggo boleh dikomen kebenarannya!


btw aku pake istilahnya yang gampang dicerna ya, engga yang ekonomi2 banget hehe

1. Beauty Brand Direct  

ini maksudnya Brand nya langsung buka kantor cabang di Indonesia, kemudian 
semua produknya langsung diakusisi dari luar ke Indonesia, biasanya produknya bakalan sama 
persih dengan yang ada di negara asal tanpa ada label diimport oleh PT apapun dan biasanya terfokus di produknya langsung, biasanya juga pemiliknya terlibat langsung dalam peninjuauannya. Terus juga harganya biasanya lebih murah cuma ga stabil karena mereka mikirin keuntunagnnya buat membangun perusahannya di negara tersebut, kecuali negara asal super kaya dan support.

contohnya menurut aku, 

 Shiseido, Laneige dll  

meskipun sempet dibawah naungan PT, shiseido cosmetcis  akhirnya mereka melepaskan diri menjadi PT Shiseido Cosmetics dan jadi lebih mandiri mengatur segala hal yang ada di Indonesia, biasanya juga modal untuk kegiatan akan lebih banyak dan bakalan banyak produk yang masuk secara cepat karena cuma perlu izin BPOM aja buat masukin ke Indonesia. Tapi kalo untuk Shiseido professional (buat rambut) masih dibawah Inderect. 
Begitu pula dengan PT Laneige Indonesia Pasific yang udah bisa mengatur semua strategy nya sendiri. 


2. Beauty Brand Indirect 

Nah kalo ini biasanya dibawah naungan PT asal Indonesia yang kemudian meminta izin buat masukin produk mereka ke Indonesia, 
salah satunya itu PT. Teguh Pesona yang menaungi VOV Cosmetcis, The Balm, Studio Make Up, dan bahkan aku baru menemukan brand baru yang mau masuk :p 

semua bisa di cek sih di http://cekbpom.pom.go.id/

tinggal tulis deh nama merk yang pengen kamu kepoin, 
Tapi karena mereka dibawah PT tersendiri, biasanya produknya jauh lebih mahal karena mereka menghitung untung lebih buat mereka sebelum harga jual di Indonesia. Lalu perizinanya biasanya juga terhitung lebih lama. 


3. Beauty Brand Direct - Multiple Asian Version

Nah kalo ini contoh paling bagus adalah PT Loreal Indonesia soalnya mereka engga fokus di produk Loreal aja tapi semuanya masuk lewat jalur mereka, super rich deh perusahaan kaya gini, 
tapi disini ada yang unik yang engga kalian temuin di Direct biasa, dimana produk mereka 
sebelumnya melakukan uji coba agar sesuai dengan kondisi di negara yang mereka tempatin, 
bisa dibilang ini PR banget, soalnya produknya akan lebih lama sampai,

let's say Maybelline Fit Me yang lamaaa banget baru masuk ke Indonesia, padahal disana sudah beberapa tahun, biasanya mereka melakukan riset dan tes dulu, dan formulanya di ubah serta menyesuaikan daya beli, biasanya disana harganya lebih mahal dan sampe sini lebih murah karena beberapa kandungannya dikurangin hehe. 

Aku sempet protes ke Maybelline Indonesia karena produknya beda sama terster yang mereka kasih, mereka ngasih Velvet Matte dan ternyata di Indonesia yang masuk vivid matte which is warnanya beda dari segi tone/touch of nya. 

Yah begitulah pokoknya, biasanya memang ada penyesuaian kualitas.

4. Beauty Brand in Franchise Store 

Kalo ini kalian pasti mikir macem yang indirect atau inget McD atau KFC, tapi maksud aku disini
adalah Brand yang memang indirect tapi dalam satu store,

contohnya adalah Sephora Indonesia, sebenernya ga tepat sih aku bilang Franchise, ya karena banyak nya brand itu, sebenernya ini jadi kaya indirect karena hampir semua barang diimport oleh PT Sephora Indonesia kemudian memang hanya exclusive dijual di Sephora aja karena di negara asal pun produk ini bekerja sama dengan Sephora. 

kalopun dijual ditempat lain biasanya pake izin khusus, contohnya Glam Glow itu masuknya dari PT Kreasi Mutualisme (Beauty Box) tapi  tetep bisa masuk ke Sephora, ada beberapa juga yang menggunakan perizinan khusus kaya gini. 

5. Beauty Center 
Ini tuh lagi ngetrend banget, macem Sociolla, Althea, Hermo dkk 
biasanya mereka menjadi penampung untuk barang-barang yang bisa dibeli secara online
dan aslinya mereka minta izin ke perusahaan langsung (direct) atau ke PT yang menaungi (indirect) 
dimana penjualan mereka pasti jauh lebih untung karena perizinan di Indonesia soal online shop dunia maya belum seketat izin PBB gitu, 
ini juga berlaku untuk toko online lainnya.

Beauty Center lainnya bisa juga Guardian ataupun Watson, ya bener aslinya harga yang dikasih dari perusahaan itu biasanya cuma 80%-60% aja, jadi kadang kesian kalo brand yang ga bisa masuk karena ada pengaturan harga gitu *ea dicurhatin waktu itu sama brand hihihi*

Jadi kalian bisa beli di toko yang lebih membumi macem onlineshop yang langsung jadi partner
atau DanDan+  hihihi,, 
support local to be global!

Well, itu aja kali ya? 

Kalo kalian tau ada info lagi, monggo di disukiskan hohoho


Fyi, sebenernya memang kalo kalian semua produk ini made in luar negeri, 
bukan produk lokal, jadi kaya sayang banget ga sih?

Padahal kalo dibaca review ku semua produk lokal juga juara banget, tapi ada beberapa alasannya juga, soalnya produk lokal belum bisa selalu konsisten dalam setiap kemasannya 
apakah itu sama persih dengan yang sebelumnya atau engga, terus juga banyak peralatan yang invest-nya miliran gitu dan kadang ga semua PT Terbuka, alias dana pribadi dan keuntungan yang harus diputerin, jadilah Indonesia butuh dukungan kalian guys!

hihihihi, cintailah produk dalam negeri meski platform sayah masih punya luar #apalah








Aye! Setelah sekian lama mau buat review highlighter lokal satu ini ke tunda mulu, akhirnya mulai 
semangat kembali untuk berkarya cieilaaa.. 
Kalo kalian suka please dikomen biar aku makin semangat buat reviewnya hihihi
atau kalo kalian merasa ada yang kurang jangan ragu untuk memberikan saran yang membangun ya

Okeh, produk ini sebenarnya di launching pertengahan bulan dengan
europhia yang sangat menyenangkan, mengundang banyak vlogger cantik. 

Aku inget banget pas liat instastory mereka yang pada mamam dengan ornamen gemash.
Kesimpulannya adalah Goban bukan sekedar brand iseng-iseng. Mereka benar-benar serius ketika mengeluarkan produk yang harganya engga goban-an ini. 

Nah kita mulai dengan totalitas mereka yang pertama, 



Bila biasanya produk lokal memiliki kemasan dengan bahan plastik,
Goban berani 'lebih' dengan menghadirkan kemasan berbahan metal 
dengan warna pink muda yang cantik dengan logo 'G' mereka yang sebenarnya cukup manly 
ketika disandingkan dengan warna pink itu sendiri. 

But its okay, sebagai orang 'packaging' banget, aku merasa puas dengan kemasannya
selain itu mereka juga menaruh kaca dibagian dalam, thats why harga kemasannya sendiri
bisa dibilang sudah memberikan nilai plus untuk produknya. 

Oh ya, sebenarnya produk ini dilengkapi dengan dus, hanya saja dusnya sangat polos 
dan kurang banyak informasi, satu-satunya informasi cukup jelas yang tertera adalah shade
produk itu sendiri. 




Untuk produknya sendiri Gobang Cosmetics mengeluarkan 3 shade yang sebenarnya pas muncul awal super duper bikin ambigu, menurutku semuanya warnanya terkesan bernada gelap. Jadi maju mundur mau belinya, semua nampak engga pas di aku, apa lagi yang namanya Bronze Nebula,
aku ngerasa kalo itu akan mirip highlight bronzer jadi memang menghighlight tapi warnanya cenderung bronzing atau coklat manis gitu ketika disapukan.


Triple Highlight
Sociolla


Nah ternyata setelah aku punya si Bronze Nebula dan Golden Sun, keduanya sama sekali
tidak segelap yang aku bayangkan. Keduanya bahkan cenderung terang jadi benar-benar berbeda dengan ekspektasi aku yang mengira bahwa produk ini diformulakan untuk orang berkulit sawo matang, justru ketiganya hanya bisa digunakan sampai orang dengan kulit sedikit coklat kekuningan tapi tidak sampai sawo. Meski begitu produk ini masih bisa digunakan untuk setiap warna kulit hanya saja hasil akhir yang diciptakan berbeda. 

Untuk produknya sendiri punya tekstur yang cukup buttery, tapi, rapuh sangat!
Disini aku membandingkan formulasi Nebula Bronzer yang cenderung pinkish dengan Golden
Sun yang memang pure gold dengan Becca Highlighter yang harusnya disandingkan dengan Moon Shadow. Produk ini bila dibandingkan Becca sudah cukup bagus!

Dalam artian produk ini bisa bersaing sebagai highlighter yang baik, hanya saja bila kalian perhatikan, Becca memberikan kilau secara merata sementara produk Goban tidak, ada kekosongan yang jadi PR produk ini. Hasilnya? Bila kulit kalian punya tekstur yang kurang mulus ya akan lebih nampak karena cela kosong yang tidak terisi sementara yang "gradakan" nya malah kena highlight.

Nah hal berikutnya adalah sentuhan akhirnya, kalau Goban punya sentuhan yang cukup shimmery bukan foil gitu meskipun mereka klaim 

" Stardust brings a new technology of luxurious liquid-to-powder formula" 

Sentuhan akhirnya cukup natural dan bisa di build, so far this is lovely products dari segi formulasi.
Selain itu engga ada aroma signifikan atau apa apa sih. 




Nah untuk kandungannya sendiri, produk ini punya kandungan 

Talc, Mica, Ethylhexyl Palmitate, Isopropyl Myristate, Titanium Dioxide, Silica, Triethylhexanoin, Zinc Stearate, Phenoxyethanol, Dimethicone/Methicone Copolymer, Diisostearyl Malate, Methylparaben, Ethylparaben, Butylparaben, Alumina, Tin Oxide, Propylparaben, BHT 

Disana ada beberapa kandungan yang menurut aku jadi alert kaya Talc, Mica kemudian Silica dan Titanium Dioxide yang sebenarnya memang basic powder produk tapi cukup berpotensi untuk menyumbat pori-pori, makanya kalo pake produk ini pastikan banget kalian deep cleansing karena kalo engga daerah yang kalian highlight bisa komedoan sampai bruntusan karena ada yang tersumbat. Oh ya selain itu produk ini punya 3 jenis paraben berbeda yang sedikit bikin bingung sih jadi kalau kalian tipe no paraben paraben club mungkin hal ini bisa jadi pertimbangan.




Untuk pemakaiannya berdasarkan website Goban kalian bisa menggunakan brush atau sponge bahas cuma menurut aku best application kalau mau popping out bisa menggunakan foundation brush, kalau natural fan brush, somehow spnge bikin tampilan makin random atau kurang terkotrol.




To be honest, produk ini punya daya tahan yang rada nanggung. Untuk keseluruhan, produk ini akan nampak selama 3 jam, tapi kemudian menjadi bercak highlighter sampai 5 jam-an kecuali kalian keringan. Jadi kaya, nanggung ga sih? Salah salah dikira panu lagi :' 






So telah menggunakan ini selama sebulan, yap sebulan aja soalnya tiba-tiba si Bronze Nebula yang lovely pinkish itu jatuh dan jadi butiran debu, serius, engga bisa di angkat atau di kumpulin lagi.
Sekali dia jatuh sudah bye bye banget. Sedih kan! 

Nah tapi selama sebulan itu sebenarnya kenangannya cukup manis. Aku suka banget sama teksturnya yang lembut, mudah diaplikasikan dan cukup efektif untuk di build dari natural sampai ke slaying-type-of-highlighter. Jadi sebenarnya kalau kalian mau produk lokal rasa highend produk ini bisa banget jadi alternatif dengan hasil akhirnya yang manis. 
Yang Golden Sun pun aku pake juga cocok cocok aja, sampai masuk ke kulit aku yang jatohnya natural beige ini, produknya masih se-luv-itu, jadi ya sebenarnya bagus pokoknya!

*tydac memuaskan* tapi sayangnya Goban punya PR penting soal tingkat frigaile produknya. 
Kalo kalian scroll ke atas, jadi yang Golden sempet kecuil karena kena kuku dan itu 
lumayan ketara, padahal aku lagi ngebuka produk. 

So kalo kalian tipe super grasak grusuk, suka menjatohkan barang atau kurang telaten sama barang.
PLEASE DUDE, DON'T TRY TO.


Harga produk  Rp180.000 
Where to buy Sociolla
disana kalian bisa beli trio-set nya seharga 350k aja! IYA ISI 3 TAPI CUMA 350K 
dengan kode voucher Sociolla dibawah ini 

Sociolla Tiara



Overall 4/5

+ Love the colors
+ Love the packaging
+ Love the teksture
+ Kemasan praktis

- HATE THE BROKEN INTU DUST
- literally STARDUST


Review Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water Toner 



Holla everyone, setelah aku pakai produk ini sampai lumayan lama, kalau engga salah aku sudah pakai dari Februari. Akhirnya baru sekarang aku bisa ngasih review Review Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water! Semoga masih pada excited untuk produk lokal satu ini ya. Awalnya memang aku sempet misuh-misuh karena engga bisa coba produk coba Avoskin yang memang kebanyakan menggunakan bahan dasar niacinamide yang mana sayangnya aku engga cocok :( 

Hingga akhirnya Avoskin menghadirkan rangkaian Skin Bae yang mana terdiri dari Toner & Serum. Nah, setelah excited banget, aku bisa coba beberapa produk salah satunya yaitu Toner Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water! Nah produknya sendiri aku pakai sekitar 3 bulanan dan belum abis loh! Soalnya memang aku pakai hanya malam hari dan mostly diselingi dengan serum Retinol dari Avoskin juga, nah beginilah kira-kira pengalaman aku setelah 3 bulan pakai Review Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water



Kemasan dari Toner Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water ini cantik banget, warnanya pink dengan box warna senada. Box nya sendiri juga super informatif banget terkait produknya. Melalui boxnya kita bisa tau beberapa hal, pertama ada klaim dari Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water yaitu mengurangi komedo hitam & putih, (baca ya: mengurangi), membantu melawan jerawat, mengurangi kadar minyak berlebih dan mengangkat sel kulit mati.  


Nah tapi yang menurut aku lucu, informasi dari avoskin di kemasannya rada campur-campur nih, jadi kaya bahasa anak jaksel. Sebagaian bahasa inggris, sebagian lagi bahasa Indonesia. Bukan bilingnual (dua bahasa) tapi benerbener campur campur peletakannya dan rada gemesh kalau aku liatnya :") kaya urutannya manfaat - how to use - cara pakai - caution - ingredients - another caution - benefits - clean concept. Mungkin sih karena launchnya rada 'cepet' ya, ga menganggu banget kok!


Sementara dikemasan produknya sendiri lucu banget karena mereka pake beberapa tagline kaya "bye acne, bye blackhead, loveable, and unique." Memang sih, baru Avoskin deh yang mengeluarkan ingredients focus kaya gini (kalo sekarang sih udah ada dear me beauty juga, uhuy!). Dikemasnnya juga tetera jelas bahwa produk ini punya isi 100mL, untuk hargabya sendiri aku beli kemarin 149.000,- kalau tidak salah.  





Produknya sendiri diproduksi di Indonesia! Membuat aku makin cinta deh sama produk lokal yang makin banyak opsi bagus-bagus semua dengan kualitas yang engga kaleng-kalenglah ya. Ingredientsnya cukup simple, enak banget buat yang suka minimalist ingredients maupun penganut multilayer skincare. 

So far engga ada kandungan yang aneh-aneh juga, free alchol, free paraben, atc! Yuhuu~


Untuk kanduangannya sendiri memang mereka menginformasikan main ingredientsnya adalah Salicylic Acid yang membantu membersihkan pori-pori dan secara aktif membantu melawan jerawat ya sayang. Selain itu ada Tea Tree yang memang memiliki sifat mengeringkan jerawat juga dan membantu melawan bakteri penyebab jerawat, dan terakhir ada Zinc. Disini Zinc PCA yang fungsinya konon membantu untuk mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah. Jadi memang toner ini didedikasikan untuk pemiliki kulit berminyak dan berjerawat, kalau kamu punya kulit yang renderung kering atau normal bisa cari opsi & alternatif lain ya! 



Bagiaman dengan teksturnya? Tekstur dari Toner Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water ini sangat wateryyy, bener-bener kaya air mengalir aja. Plus sangat cepat menyerap dikulit wajah. Selain itu meski dia sifatnya exolifating toner, tapi menurut aku engga meninggalkan sensasi kering yang gimana-gimana sih. 






Berdasarkan cara pakainya, memang produk ini harus digunakan dengan menuangkan produk pada kapas baru kemudian diusapkan menyeluruh kepada wajah. Catatan, kalau ditulis demikian, lakukanlah demikian teman-teman! Soalnya beneran deh, hahaha aku pake selama 3 bulan kan, setiap malem selang-seling. Oh ya, karena toner ini emang sifatnya ada BHA (Salicylic Acid) jadi baiknya memang digunakan malam hari dan diikuti dengan sunscreen dipagi hari ya.  Nah, selama 2 bulan aku pakai, aku merasa biasa aja. Masih ada loh kadang jerawat muncul satu dua. 

Sebab cara pakai aku salah! aku maksain dia ga pakai kapas. Aku tepuk tepuk aja diwajah. Padahal jelas-jelas disuruh pakai kapas. Akhirnya sebulan belakangan setelah aku beli kapas pakai ulang (reusablle cotton pad) akhirnya better dong! Lebih efektif diwajah aku~


review toner avoskin skinbae salicylic acid

Nah, jadi sesuai namanya, Toner Avoskin Your Skin Bae Salicylic Acid 1% + Zinc + Tea Tree Water ini punya kandungan BHA (Salicylic Acid) sebesar 1% teman-teman, yang mana itu masih batas normal untuk adult skin. Kalau kamu masih dibawah 15 tahun aku engga menyarankan produk ini. Instead kamu bisa cari yang 0.5% yah! Soalnya masuk 1% sudah cukup keras dikulit yang baru pakai skincare.

Untuk produk BHA 2% kayaknya di Indonesia belum banyak juga deh yang mengeluarkan, apalagi diatas 4% karena masih dilarang sebab terlalu keras penggunaannya. Soalnya BHA memang untuk mengangkat sel kulit mati juga, takutnya jadi overexfoliasi yang membuat kulit malah merah-merah. Nah seperti yang sempat aku informasikan diatas bahwa memang penggunaan produk ini diawal aku sempat salah. Jadi aku baru bisa bener-bener melihat hasilnya setelah 1 bulan belakangan dengan menggunakan kapas. Dimana memang aku merasa produk ini efektif banget ngempesin jerawat aku, mencerahkan kulit wajah aku, dan yang pasti membuat produksi jerawat yang cukup berkurang tanpa rasa kalau kulit aku ketarik-tarik atau kering. Nah sayangnya yang aku rasakan untuk mengatasi komedo dia masih kurang ya, mungkin karena BHA memang partikelnya lebih besar dari AHA juga. Jadi kalau mau treatment ke komedo juga aku kayaknya akan balik dengan AHA aja. 

So far, aku merekomendasikan produk ini kalau kamu tipe wajahnya yang berminyak dan berjerawat gede terutama kalau hormal. Dia membantu treatment banget, tapi bener-bener harus dipakai dengan menggunakan kapas ya! Overall gimana? Worth it dong!

Harga 100mL : 149.000
Where to buy?

Overall 4.2/5
+ Produk Lokal
+ Simple Ingredients
+ Melawan Jerawat
+Mengurangi Minyak Wajah
- Mengatasi Komedo
- Mostly beli online