Review Jacquelle Eyetractive Browssential
review Jacquelle eyetractive eyeliner, review Jacuelle Browssential eyebrow pencil, review jacquelle, eyebrow matic, review browcara, browcara bagus, eyeliner pencil, eyeliner hitam pekat.
Hollahope everyone! Beberapa waktu lalu sudah nasksir sama produk terbaru dari dari Jacquelle yang merupakan lip produk dengan pom-pom gemash, eh sekarang hadir lagi duo produk yang menarik banget buat aku, yaitu Eyetractive dan Browssential, yang mana sesuai namanya banget! Nah, pertama-tama aku berterimakasih pada Kiki.id yang ngirim PR Package untuk aku cobain kedua produk ini, nah yuk sekarang kita bahas mulai dari kemasannya. 



Hal yang pertama paling menonjol dari Jacquelle eyetractive dan browssential adalah kemasannya sebenarnya, selain karena warnanya touch of pink dengan paduan warna rose gold, kemasannya juga effisien banget. Kalau eyeliner kebanyakan hanya selesai dengan satu ujung, eyeliner Jacquelle ini langsung dengan eyeliner cair dan eyeliner pencil automatic, yang jelas membantu kalau kalian mau buat eyeliner dalam dan wing liner.  

Review eyeliner Jacquelle Eyetractive

Selain itu, eyelinernya sendiri ukurannya sedang, tidak slim seperti eyeliner kekinian, tapi masih mudah masuk ke pouch kalian kok. Dia engga terlalu panjang yang gimana juga. 

Nah, sementara yang menurut aku paling impressive adalah Jacquelle Browssential-nya, dia ada 2 warna yang ash brown dan brown, keduanya memiliki kemasan yang sama dan tentunya sama uniknya, sebab dia memiliki 3 fungsi yaitu sebagai eyebrow pencil autometic, browcara, dan brow brush! Jadi bener-bener praktis banget karena kemasan brow cara yang biasanya bulky malah udah include jadi 3 in 1 dalam satu kemasan. Untuk warnanya dengan eyeliner Eyetractive ya sama, dengan sentuhan pink dan warna rose gold. 


Jadi, untuk tutup rose goldnya dia ada spolie atau brush untuk alisnya, sementara dibagian kecilnya ada yang bisa diputer. Which is itu browcaranya! Lengkap dengan mini brush spolie juga, baru kemudian disisi ujung satu ada automatic eyebrow pencilnya. Kemasannya yang ini sedikit lebih panjang dibandingkan yang lainnya. 

Sebenarnya keduanya datang dengan box, dengan warna yang serupa, cukup elegant sih karena dia dusnya dove gitu dengan sentuhan warna gold. 


Nah untuk ingredientsnya ini dia rada tricky, kalau engga dilihat baik-baik engga akan ngeh apalagi tulisannya warna putih, rada menyusahkan sih sebenarnya. 

Ingredients Jacquelle Browessential 

Eyebrow: Hydrogenerated Palm Kernel Oil, Polythylene, Synthetic Japan Wax, Boron Nitrude, Caoryclic/Capric Triglyceride, Quaternium-18, Bentonite, Vp/Eicosene Copolymer, Phenoxyethanol, Caprylyl Glyol 

Setelah aku check untuk eyebrownya so far aman, dia ada parfume (pheoxyethanol) tapi selain itu aman. Nah, justru yang brow caranya ini yang rada tricky, 

Browcara: Aqua, Copernica Cerifera (carnauba) Wax, Popylene Glycol, Stearic Acid, Cetearyl Alchohol, Glyceryl Stearate, Peg-100 Stearate Pvp, Treathanolamine, Hydroxythylcellulose, Caprylyl Glycol, Phenoxyethanol  

Kandungannya punya comedogenic rate yang cukup tinggi, trigger fungal acne, dan sebagainya. Jadi buat kalian yang meraasa punya kulit cenderung berminyak, kalau pakai browcaranya wajib double cleansing ya!

Selanjutnya untuk eyeliner, 

Eyeliner Pencil/Gel:  Cyclopentasiloxane, Trimethylsiloxysilicate, Dimethicone, Euphorbia Cerifera (Candella) Wax, Phenyl Trimethicone, Phenyl Trimethicone, Polyethylene, Ozokerite, Tocopheryl Acetate, Phenoxyethanol 

untuk gel linernya dia tinggi silikon, mungkin karena biar lebih tahan lama ya kena air engga luntur ya, jadi kalau pakai ini pastikan dibersikan secara optimal saja. 

Eyeliner Pen/Liquid: Water, Cacrylates copolymer, Butylene glycol, Styrene/Acrylates Copolymer, Alchol, Laureth-20, 1,2, Hexanediol, Phenoxyethanol, Sodium Dehydroactate, Illicium Verum (Anise) Fruit Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Disodium EDTA 

untuk eyeliner liquid concernya hanya pada Alkohol saja, kalau kamu cenderung ga bisa alkohol bisa skip yang satu ini yah!




Sementara untuk texturenya, kalau Jacquelle Eyetractive

cair : Tekturnya cairnya punya warna hitam tapi tidak terlalu pekat. Kalau diperhatikan masih memberikan ruang dan rongga, jadi kalau yang muslim biasanya concernkan. Ini dia masih tembus air sepertinya. 

gel : sementara kalau yang gel, dia juga sama. Tidak terlalu pekat, masih hitam tapi ada sedikit ruangnya.Meski demikian, dia lebih keluar warnya ketika bersentuhan dengan kelopak mata area dalam yang cenderung berair! Jadi menurut aku worth dan bagus, performanya? Lanjut ya bun!


kalau Jacquelle Browessential 

Pencil Wax : Menurut aku pensilnya cukup ya, jadi waxy tapi engga susah diaplikasikan. Tidak langsung "nyata" juga, jadi cenderung aman buat yang baru belajar ngalis. Well, aplikatornya sangat membantu. Sayangnya karena dia waxy, kamu ga bisa re-apply ke tempat yang sama, atau kelamaan dia akan gumpal ya. 

Browcara : kalau ini, menurut aku texturenya fibery alias ngasih volume alis itu sendiri, creamy banget. Sebenarnya formulanya lumayan bagus, sayangnya aplikatornya... hm.. bikin gumpal dan malah susah diaplikasikan. Kalau mau, kalian harus make sure creamnya engga thick di brush, bisa ditest di tissue dulu, karena meski sudah aku seka, masih banyak yang ngikut. Kalau dia udh rada bersih, ga gumpel, pas dipakai enak!



Jacquelle Eyetractive 

Cair : Bisa digunakan dikelopak mata bagian atas. Dia tidak ada klaim akan tahan seharian atau berapa jam, tapi dia klaim smudge-proof ya sist!
Gel : Dia bisa digunakan dibagian kelopak dalam (waterline) mata dan memang bagus! Dia engga ada klaim apapun dan well, setelah aku pakai memang engga setahan lama itu tapi bagus dibanding lokal biasanya.

Jacquelle Browssential,

Pensil : Fungsinya untuk gambar dan bingkai alis, serta mengisi untuk bentuk serat ala ala alis. 
Browcara : Dia klaim bisa hold your brow all day, membantu bikin volume dan bussshyy brow. 




And here is the review!

Fresh Apply vs 8 hours later include 2x wudhu ya sist.



Seperti yang kalian lihat sendiri, disini kalau untuk 

Jacquelle Eyetractive 

Bagian eyeliner cair dia lumayan hold up lama banget dan engga ilang sampe bolong meski kemudian jadi lama kelamaan faded dan jadi samar. Which, aku prefer kaya gitu dibanding luntur drama apalagi bolong-bolong kaya ke kucek-kucekaann. Sayangnya karena yang gel linernya dia ga ada klaim apapun ya, dia smudge meski ga drama sih tapi kelihatan jelas kalau dia luntur. Cuma kalau dari segi pengaplikasiannya, aku cukup suka dengan yang cair karena mudah, meski mesti dikontrol karena tipnya masih cukup besar ya. Dia bisa nyata dan aman dieyeshadow yang gonjreng sekalipun!

Aku juga suka sama pengaplikasian gel linernya yang effortless ketika diaplikasian, ga pake drama nyolok mata karena dia empukkan, jadi pas diaplikasiin ya langsung keluar pigmennya. Sebenernya kalau waterline kalian engga yang berair atau minyakan kaya aku, kayaknya fair enough sih, dia bisa awet. 

Jadi, untuk overall score aku akan kasih dia 3.5/5 ya!

+ Praktis
+ Ekonomis
+ Lumayan tahan lama up to 4 jam bagusnya 
+ Gel liner mudah diaplikasikan
- Eyeliner rada hati-hati
- Gel liner smudge 


Jacquelle Browssential,

Meksi aku mengakui konsepnya briliant tapi formulasinya kurang mantap mantap. Sungguh, kalau harganya dinaikin dikit tapi lebih baik lagi, aku akan lebih happy! Teksturenya mengingatkan aku pada makeover dikawinkan sama benefit, sebagus itu tapi cenderung kering & gumpal.  meski mudah banget ngaplikasiinnya. Buat alisnya gampang dengan diamond shapesnya. Juarak! Selain itu kalau bolak balik kena air dia akan lunturrrr, kecuali diset dengan browcaranya yang mana itu juga bertahan aja, bukan yang bagus dari awal sampai akhir gitu. Bisa dilihat punya aku kaya bolong isi gitu dengan fibernya kan~ sayangnya, yang paling bikin kesel adalah aplikator browcaranya. Soalnya kan dia teksturnya cukup creamy ya tapi aplikatornya mini, jadinya sering ke gumpal gitu dan susah buat dapet effect fibernya, kecuali, seperti yang aku mention diatas harus di coba aplikasikan dulu ditissue karena diseka aja dia ga cukup, masih kebanyakan creamnya yang menempel. 

Overall aku kasih nilai 3.6/5 ya.
+ Produk unik
+ Brush baik
+ Mudah diaplikasikan
+ Cukup tahan lama
- Aplikator browcara kurang oke
- Formulasi pencil rada gumpal 

Nah, menurut aku sih masih worth it dengan harga segitu dan formulasinya. Kalau menurut kamu gimana? Tertarik buat coba produk lokal ini? Share dikolom komentar ya.









Quiz Tiaranab 2021! Welcome and enjoy, jangan lupa tag @tiaranab_ kalau main ya



















Sering ga sih kebingungan dikala mencari sunscreen terbaik buat diri ini?! Terutama ketika mencari sunscreen yang tahan lama, soalnya sekarang sekedar SPF tinggi aja kadang ga cukup tapi pengennya yang tahan lama biar engga ribet re-apply lagi, tapi sunscreen yang tahan lama memang ada? Nah kenalan dulu deh sama sunscreen terbaik dari Jepang! Namanya Anessa, brand yang mendedikasikan  produknya dengan satu-satunya yaitu sunscreen, konon katanya untuk menemukan formulasi sunscreen terbaik yang bisa kalian punya!

Nah sebelum kita bahas kenapa sih Anessa merupakan sunscreen terbaik nomer 1 di Jepang, kita bahas dulu kenapa sih penting b-g-t untuk pakai sunscreen? 

Sumber : BMKG via Tiaranab

Ternyata BMKG punya loh index paparan sinar UV dari matahari, dan hasilnya bikin geleng-geleng kepala tjuy! Kalau umumnya hanya 1-10 score-nya, di Indonesia bener-bener bisa menyentuh angka 12! Kalau risk kena kanker kulit atau faktor-faktor penuaan dini lah aku bilangnya, udah bahaya di level 10, apalagi dilevel 12? Pussyinggg! Kalau berdasarkan BMKG terutama dari jam 9 - 2 siang ya guis, jadi udah mendekam saja di jam segitu dalam ruangan. 

Nah, realitisnya dampak dari sinar UV apa aja sih sebenarnya?

1. Sunburn, alias gosong

kalau kita familiarnya gosong ya, akupun belakangan melakukan percobaan ke kaki sendiri dan bener dong kakiku bagian luar yang terpapar matahari langsung bener-bener jadi lebih cepat gelap dan kering dibanding bagian dalam yang tidak terpapar matahari. Jadi kulitnya belang-belang deh, paling kelihatan kalau abis renang atau area kening ya, hehe. 

2. Aging, alias penuaan kulit

Nah kalau ini semua mungkin sudah familiar ya, ternyata efek jahatnya adalah membuat kulit kita jadi lambat memproduksi kolagen dan menghambat pembaruan sel, sebab, sel yang harusnya mengembalikan keremajaan kulit malah fokus benerin kulit rusak karena matahari. So, efeknya namanya dikenal dengan Photo Aging Effect. 


Kakek ini adalah bukt nyatanya, sebelah kiri jadilebih kencang dibanding sebelah kanan karena area yang terpapar matahari cuma yang sebelah kanan, karena dia nyetir disebelah kiri (mobil luar negeri). 

3. Pigmentasi, alias flek-flek

Nah salah satu yang paling kelihatan adalah melanin yang sudah tidak memperbarui warna dengan optimal, jadilah wajah penuh dengan hyper pigmentasi, alias flek-flek pada wajah. Coba perhatikan deh wajah Ibu atau nenek kalian, apakah banyak spots pada wajahnya? Kalau iya kemungkinan besar akan turun ke kamu kalau tidak dijaga lebih baik loh!

Nah, akumlasi diatas nantinya bisa sampai memicu yang dinanamakan Kanker Kulit, jadi, kanker kulit sebenarnya tidak langsung tiba-tiba muncul jeng jeng tapi biasanya ditandai dari hal-hal diatas, kemudian kelamaan semakin meracuni kulit kamu sinar UV nya dan akhirnya membuat kanker kulit. Serem yah? Amit-amit sampai kanker, sampai keriput aja ga mau kan?

Nah solusi dari permasalahan diatas tadi adalah dengan menggunakan pelindung kulit alias sunscreen dari luar dan dikombinasi dengan antioxidant yang membantu membebaskan "racun" yang terperangkap didalam kulit, nah, disini aku kenalin dulu dengan Anessa yang sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun membuat sunscreen. Dari tahun 1915 bebb jangan sedih, meski produk utama mereka hadir ditahun 1923, tetep aja lebih awet dari pada pacar kamu kan?


Nah jadi teknologi yang paling baru dari Anessa ini unik banget,  karena, 

1. Thermo Booster - Makin kena panas, makin optimal sunscreennya melindungi kulit
2. Aqua Booster  - Setelah kena air, semakin melindungi kulit, bahkan tahan hingga 80 menit didalam air!
3. Sweat dan Water Resistant - Jadi kalau cuma sekedar keringet ya lewat beb

Ketiga teknologi ini cuma ada di Anessa, dan satu-satunya didunia makanya dia menjadi sunscreen terbaik dan tahan lama, bener-bener tahan lama! Sebab ketika sunscreen diaplikasikan, ketika sunscreen pada umumnya setelah diaplikasikan bisa geser-geser jadi, tidak maksimal melindungi, kalau Anessa ketika ketika "teraktivasi" malah membuat perlindungan seperti perisai gitu. 





Nanti aku review lebih jelas dibawah ya kenapa aku bisa bilang gitu hehehe, nah karena penasaran aku coba pake produk Anessa dan dibandingkan dengan sunscreen dengan harga serupa, apakah benar dia bisa tahan Air? ini dia hasilnya!




Anessa vs Brand lain



Disini aku pakai Anessa Perfect UV Milk dengan brand sejenis dengan price point yang mirip-mirip, aku penasaran aja sih apakah benar klaim Anessa bisa terbukti? Nah, menurut aku dari test ini, kita bisa lihat kalau Anessa lebih water resistant, melindungi kulit sampai air yang mau masuk aja engga bisa. Barrier yang dibentuk Anessa benar-benar bekerja optimal. Selain itu, kalau dibagian bawah aku coba celupin diair, Anessa lebih less geser-geser dibanding sebelahnya, perhatikan pola persebarannya. Brand sebelah sudah pecah dan buyar sementara Anessa masih hold on dengan cukup santuy ditengah terik matahari loh! 


Terus, gimana kalau dipakai, apakah dia benar-benar sunscreen terbaik? Nah, aku berkesempatan coba ketiga produknya, produk utama mereka Anessa Perfect UV Sunscreen Milk,



💖 Kemasan Anessa 


Produk Anessa dikemas dengan plastik bening, yang menampilkan produknya. Seperti kebanyakan produk Jepang, Anessa didesign minalis dan simple, informasinya lengkap dengan bahasa Jepang bisa kamu temukan dibagian belakang kemasan, karena produknya sendiri memang import alias dikirim langsung, untuk memudahkan diberikan infomasi label dalam bahasa Indonesia, disana diinformasikan untuk kode BPOM, produsen, penjelasan singkat produk, dan kandungan yang ada didalamnya. 

Anessa sendiri klaim dia SPF 50 dengan PA ++++, yang berarti perlindungan maksimal untuk UVA saat ini. 

💖 Review Anessa UV Sunscreen Milk Rp 199.000 (20mL) - 489.000 (60mL)


Nah, untuk Anessa UV Sunscreen Milk, di Indonesia dia ada dua ukuran, yaitu yang 20mL dan 60mL, jadi kalau kalian mau coba, bisa banget dengan yang 20mL terlebih dahulu, selain itu lebih praktis karena lebih kecil imut-imut, kalau yang besar sebenarnya juga travel & family friendly karena ukurannya yang besar dan bisa untuk sekeluarga menurut aku, dia kemasannyapun meski 60mL terhitung compact jadi mudah dibawa-bawa. 

Kalau dari segi kemasan, aku ngerasa designnya elegant dan minimalis yang eye catching, aplikator Anessa sendiri bentuknya corong mengerucut gitu ya, jadi engga akan mudah bleber ketika dibawa kemana-mana, malah mudah kalau mau mengaplikasikan dengan takaran 2 jari, karena estimasinya lebih terlihat. Lalu, gimana dengan formulasi Anessa UV Sunscreen Milk? Kalau dari segi texturenya, Anessa UV Sunscreen Milk sesuai namanya punya texture yang milky, warnanya putih susu. Oh ya, pastikan kalian kocok ya, ssifat dia itu mix antara Chemical & Physial sunscreen jadi untuk mengoptimalkan pemakaiannya harus kudu dikocok baru dipakai. 

Ingredients Anessa UV Sunscreen Milk : 

Dimethicone, Water, Zinc Oxide, Alcohol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Talc, Isopropyl Myristate, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Cyclopentasiloxane, Isododecane, Octocrylene, Titanium Dioxide, PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Glycerin, Diisopropyl Sebacate, Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Silica, Dextrin Palmitate, Xylitol, PPG-17, Triethoxycaprylylsilane, Trimethylsiloxysilicate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Isostearic Acid, Distearyldimonium Chloride, Disteardimonium Hectorite, Aluminum Hydroxide, Stearic Acid, Trisodium EDTA, PEG/PPG-14/7 Dimethyl Ether, Fragrance, BHT, Tocopherol (Vitamin E), Isopropyl Alcohol, Butylene Glycol, Sodium Metabisulfite, Camellia Sinensis Leaf Extract, Prunus Speciosa Leaf Extract, Rosa Canina Fruit Extract, Sodium Acetylated Hyaluronate, Potentilla Erecta Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Phenoxyethanol, & Soluble Collagen

Nah kalau kalian lihat yang merah, itu kandungan yang bisa diwaspadai kalau kalian punya kulit yang sensitif, sementara yang hijau dia cukup aman untuk semua orang, tapi untuk Ibu hamil dan menyusui, kandungan chemical sunscreen seperti Octocrylene bisa dihindari dulu ya meski dia relatif aman. 

Nah, aku sebenernya sudah dapet produk ini lumayan lama, aku coba pakai seminggu full, dan dia bener-bener lumayan tinggi proteksinya, aku merasa dia masih awet sampai 3-4 jam pemakaian, baru kemudian mulai pudar tapi, masih stay lama banget! Bener-bener sesuai klaimnya sih, apalagi kita pakai masker ya, makin deh dia nempel banget. Makanya untuk mengangkat produk ini secara optimal harus didouble cleansing dengan menggunakan cleansing oil, micellar water, dan baru aku pakai sabun, kalau engga, dia stay teruss lama banget sayeng. 

Nah, menurut aku produk ini memang cocok buat yang aktivitasnya diluar ruangan cukup lama, banyak terpapar matahari, polusi, dan debu. Bener-bener bagus banget kalau dibawa liburan atau area yang membutuhkan extra perlindungan, menurut aku sedikit berat kalau dipakai setiap hari dengan masker ya yang milk, tapi dia ada yang gel juga dan aku lebih suka yang gel untuk setiap hari, soalnya kalau aku lagi skip bersihin, muka aku langsung bruntusan kecil-kecil gitu tapi cepet ilangnya. Bener-bener kalau engga dibersihin dengan tepat dia bisa stay terus dikulit. 


💖 Review Anessa Whitening UV Gel Rp 399.000 (90mL)


Nah, berikutnya produk Anessa yang menurut aku menarik banget adalah ini, Anessa Whitening UV Gel karena dia membantu mencerahkan sekaligus melindungi, kalau kalian nyadar meski pake produk sunscreen bukan berarti kening kita engga gosong karena matahari yah, 

Nah, kalau yang ini dia bentuknya tube yang lebih bulky, tapi masih bisa dan mudah dibawa-bawa Kemasannya warna putih semua, dengan aplikator yang masih sama, mengerucut gitu jadi mudah untuk dikeluarkan tanpa repot, nah untuk texture dari Anessa Whitening UV Gel sendiri, awalnya aku pikir akan kaya gel yang clear atau dingin gitu, enggak, texturenya creme diawal tapi setelah diaplikasikan dia benar-benar menyerap dengan cepat layaknya gel. Meski moist tapi dia engga berat dikulit dan engga lengket jelas.

Nah, aku pakai ini sekitar 1.5 minggu dan so far aman-aman aja dikulit aku jika aku bersihkan dengan micellar water aja, perlindungannya tetap ada tapi memang tidak semaksimal Perfect UV Milk, tapi sangat nyaman digunakan tanpa ada rasa kaya "pengap" gitu dikulitnya, dan tidak lengket sama sekali.


Ingredients Anessa Whitening UV Gel, 
Water, Diisopropyl Sebacate, Zinc Oxide, Alcohol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butylene Glycol, Tranexamic Acid, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Hydrated Silica, Glycerin, Ethylhexyl Triazone, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Phenoxyethanol, PEG-12 Dimethicone, Dimethylacrylamide/Sodium Acryloyldimethyltaurate Crosspolymer, Isostearic Acid, Fragrance, BHT, Succinoglycan, Hydroxypropyl Methylcellulose Stearoxy Ether, Camellia Sinensis Leaf Extract, Leontopodium Alpinum Extract, Prunus Speciosa Leaf Extract, Tocopherol (Vitamin E), Sorbitan Sesquiisostearate, Sucrose Tetrastearate Triacetate, Sodium Acetylated Hyaluronate, Potentilla Erecta Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Soluble Collagen 

Oh ya, kandungan keduanya mirip-mirip ya, masih ada kandungan sunscreenya tapi disini lebih banyak kandungan chemcial sunscreennya dibanding yang milk, tapi masih ada green tea, kolagen, dan vitamin C-nya yah. 




💖 Review Anessa Perfect UV Spray Rp 299.000 (60mL)


Nah untuk yang terakhir ada Anessa Perfec UV Sunscreen Spray ini, aku sudah sempet coba-coba aja sih belum bisa sampai review, karena dia lebih enak dipakai setelah makeup atau ketika retouch mau liburan, cuma selama masa pademi belum liburan-liburan lagi!! Hahaha aku pakai coba-coba aja sih, tapi lumayan enak dan praktis ya dia, tapi untuk pengaplikasiannya harus dispray dulu ke tangan baru diaplikasikan ke area yang diinginkan, jadi engga bisa langsung yah!

Untuk Ingredients Anessa Perfect UV Sunscreen Spray;

Butane, Isobutane, Dimethicone, Water, Isododecane, Alcohol, Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Polymethyl Methacrylate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Propane, Diisopropyl Sebacate, Isopropyl Myristate, Lauryl PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Cetyl Ethylhexanoate, Octocrylene, Polysilicone-15, Polybutylene Glycol/PPG-9/1 Copolymer, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Glycerin, Dextrin Palmitate, Isostearic Acid, Disteardimonium Hectorite, Trisodium EDTA, PEG/PPG-14/7 Dimethyl Ether, Talc, Butylene Glycol, Fragrance, Limonene, Stearic Acid, 2-O-Ethyl Ascorbic Acid, BHT, Dipotassium Glycyrrhizate, Angelica Acutiloba Root Extract, Thymus Serpillum Extract, Tocopherol (Vitamin E), Rosa Canina Fruit Extract, Sodium Hyaluronate, Curcuma Longa (Turmeric) Root Extract

Nah kalau kandunganya sendiri yang ini berbeda dengan yang lain, kalau ini dia full dengan chemical sunscreen, kandungannya sendiri juga ada Tumericnya dan Angelica Acutiloba Root Extract. 

Nah, kalau menurut aku produknya oke banget buat yang cari sunscreen yang tahan lama, jadi kalau belum bisa re-apply setiap 2 jam sekali bisa pakai ini! Jadi lebih effisien tapi tetap terlindungi. Buat yang mau coba produk Anessa bisa beli di official store-nya, di Sociolla, Shopee, Tokopedia, dan lain-nya. Cusss! 



Disclimer : Tiara dikirimkan produk dan berkerjasama dalam penulisan review ini, namun opini yang ada didalamnya merupakan pengalaman Tiara sendiri. hope its help you guys! 














#f0d4ff

review pixy stay last serum foundation


Pas Pixy ngeluarin Stay Last Serum Foundation gue langsung kepo maksimal! Soalnya gue suka banget complexion dari Pixy, sudah pernah gue review dan sudah di repurchase juga sampai 4x lebih kali loose powdernya, jadi gimana engga kepo?! Nah, dia punya 5 shades, dari light to medium tan tapi belum cukup gelap sih😔 malah shades natural mediumnya lumayan mendominasi. Nah, tapi ternyata, banyak banget PR-nya, lengkapnya cuss langsung baca reviewnya aja.



Kemasan Pink Hitam khas Pixy UV Whitening Series, jadi koleksi ini sudah ada lumayan lama, kayaknya dari 2018 deh dan masih digandrungin oleh orang-orang karena Whitening clam-nya yang sampai Pixy Stay Last Serum Foundation. Nah yang aku suka banget dari Pixy adalah informasinya yang jelas, lengkap, dan cukup edukatif tanpa ribet mencari informasi tambahan hehe. Disini mereka claim, 
1. Whitening Formula - 2 Way Whitening membuat kulit tampak lebih cerah
2. Protecting : dengan kandungan SPF 50 & PA+++
3. Moisturizing dengan kandungan Argan Oil 
4. Beautifying dengan Stay Last Micro Powder yang tahan lama hingga 12 jam, dimana asumsiku itu adalah talc! Yaas, next kita bahas untuk kandungannya.





Nah secara kandungan, kita kupas cukup panjang ya!

Pertama kandungan utama dari Pixy Stay Last Serum Foundation adalah Cyclopentasiloxane yang merupakan salah satu anak dari silikon, makanya kalau dipetunjuknya disarankan untuk shake before use karena memang prouknya misah guis, jadi kaya ada liquid yang tidak mencampur sempurna, setelah aku cek lagi ternyata dia pake multiple Dimethicone juga yang merupakan silikon makanya ketika aku pakai, dia gesar geser. Nah, selain itu micropowdernya sesuai dugaan aku dari kandungan Talc yang cukup tinggi, which make this tricky ingredients. 


Ingredients Pixy stay last serum foundation

Selain itu kalau kamu kurang cocok dengan Fragrance atau parfum, bisa jadi perhatian khusus karena dia mengandung fragrance. Nah, untuk kandungan pelembab dan whiteningnya ada dibagian buntut yaitu ada Topocerol atau Vitamin E dan kandungan Agran Oil-nya. Lumayanlah dan cukup wajar dengan harga produk Pixy Stay Last Serum Foundation yang tidak sampai 70.000! Dengan isi 17mL yah, memang lebih sedikit dibandingkan dengan yang biasanya, karena pakai setitik aja sebenernya sudah cukup coverage! Let's see their coverage and texture shall we?


swatches pixy stay last serum foundation

Nah seperti yang kalian lihat disini, Pixy Stay Last Serum Foundation pertama kali di-apply cantik banget! Teksturenya pas pertama kali diaplikasikan itu kaya cair dengan hint oil, terus ketika dibaur dia menjadi matte ke arah velvet gitu. Punya daya coverage yang tinggi banyak hingga menutupi eyeliner aku yang gelap, jadi kalau sekedar menutupi bekas-bekas jerawat dan kemerahan jelas bukan malah besar untuk Pixy. 


Nah untuk cara pakainya, pertama dia harus dikocok terlebih dahulu karena komponennya rada misah, either itu minyak atau memang bagian dari silikonnya yang cukup tinggi, sementara aplikatornya itu pipet jadi memudahkan kita kalau mau ambil produk, cukup 1/4 pipet untuk satu wajah kalau menurut aku, bahkan itu sudah coverage banget. Nah, aplikasinya sendiri aku dengan sponge kemarin, so far aman. Produknya tidak menyerap banyak, mungkin karena terbantu silikon yang ada pada produk, jadi dia engga terlalu cair banget. 


Untuk daya tahan, klaim Pixy Stay Last Serum Foundation ini bisa tahan hingga 12 jam tapi apakah memang secantik itu? See the review below


Aku pertama kali pake kaget banget, karena setitik aja dia bener-bener bisa coverage banget. Kaget uwaw banget karena bener-bener bisa nutup semua dosa yang ada diwajah aku tapi jujur aja, this is not easy product to review, karena dia konsistensinya berubah terus, kalau tanpa powder, dengan powder, dengan tambahan setting spray dan kalau semuanya digabungin. Bener-bener serberubah itu! Bikin pusing jujurrrr sampai aku mengakhiri dengan kesimpulan bahwa, 


Dengan tekstur yang matte to Velvet sebenarnya produk ini engga perlu ditambahkan powder tapi bisa ditambahkan dengan setting spray yang bisa menjaga produk dengan baik agar tetap diam ditempatnya, soalnya produk ini transfer cukup parah, meski dia engga sampai transfer yang menghabiskan produk secara keseluruhan, selain itu produknya kalau tidak diset geser cukup parah.



Kalian bisa lihat perbandingannya setiap jam, ketika awal aku pakai dia bener-bener bikin wajah alus banget, meski dari awal dia kaya pecah dimuka karena pori-pori aku yang cukup besar dan dia tuh engga alus nyampurnya jadi rada "crack" tapi karena di hold sama micro powdernya menjadian pecahnya tuh alus banget hampir engga kelihatan kalau engga dizoom banget. Nah setelah 3 jam, mulai geser apa lagi dengan pemakaian masker yang intens, produknya mulai transfer dan yang aku notice makin mecah karena kecampur sama minyak diwajah aku dengan powdernya yang masih mencoba menahan sekuat tenaga. 

Perubahan drastis abis sholat hehe, produknya geser bubar jalan guis, sebenernya masih aku bilang normal aja sih, tapi sayangnya dia bener-bener cetak mukena aku haha jadi rada aneh gitu. Sebenernya masih terbilang normal sih tapi cukup fail buat aku untuk itungan produk Pixy! Btw, aku coba pake produk ini lagi diruangan yang ber AC bener-bener full di AC aja selama kurang lebih 6 jam dan dia bagus dong! Hahaha, jadi menurut aku kalau kalian pakai outdoor yang banyak bekeringat, banyak kegiatan dan sebagainya dia bakalan terpengaruh sama iklim wajah kita dan cairan, tapi kalau kalian tipe kulit kering dan didalam ruangan ber-AC sebenernya produk ini fine-fine aja apa lagi kalau dicombo dengan setting spray yang tepat. 

So, overall rating dari aku 2.5/5 
+ Shade lumayan
+ Coverage juara
= Daya Tahan
- Geser
- Mudah Transfer 





Thank you for ready my review! Kalau kalian punya pengalaman berbeda, let me know by comment below!