rekomendasi untuk skincare untuk remaja berjerawat, aman untuk kulit dan tidak merusak kulit. 


I wish I found myself ketika masih remaja dengan ilmu saat ini, zaman dahulu aku masih mengandalkan beberapa blog ala kadar yang merekomendasikan skincare untuk remaja yang mana isinya kebanyakan produk pencerah wajah saja, padahal pada masa itu aku cenderung berjerawat dan punya kulit berminyak. Nah untungnya sekarang makin banyak blogger, informasi, dan pilihan brand yang menyediakan perawatan kulit untuk kalian yang punya beragam masalah kulit. Salah satunya kaya aku, yaitu Jerawatan tapi sangat sensitif!

Kulit berjerawat sendiri secara sederhana berarti pertumbuhan bakteri diwajah yang menyebabkan peradangan, bisa disebabkan karena kotoran, minyak wajah (sebum) berlebih dan sebagainya. Secara sederhana loh, belum kompleks! Nah biasanya memang dirasakan oleh pemilik wajah berminyak nih, jadi solusinya? Bukan dengan sabun yang menarik minyak diwajah! Loh, kan itu penyebabnya? Salah!  Baca lagi deh, “pertumbuhan bakteri” yang menyebabkan jerawatnya bukan minyak di wajahnya. 

Terus gimana cara menghilangkan si bakteri pada wajah? Kamu bisa mulai dengan yang pertama adalah sabun cuci muka! Kalau kamu masih remaja yang belum mulai menggunakan bedak dan sebagainya, sabun cuci muka setelah pulang sekolah sangat membantu loh! Sebab biasanya bakteri itu berkembang di kondisi yang lembab, polusi yang digabung dengan minyak berlebihan dan pastinya penumpukan sel kulit mati. 

Jadi, mencuci sabun dengan produk yang tepat sangatlah membantu, atau setidaknya itu yang aku rasakan selama ini! Hehe, terus pakai sabun muka apa aja tuh kak? Sebenarnya sabunnya bebas merek apa, tapi hindari produk yang membuat wajah terlalu kering seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLeS), dengan alkohol tinggi (kamu bisa cek dibagian komposisi/ ingredients), apabila tulisan “Alcohol Denant” ada dibagian awal sebaiknya dihindari atau parfume atau pewangi pada kemasan diawal. 

Beberapa produk yang aku sudah coba dan aman plus beberapa personal favorite, oh ya aku biasanya beli mereka di shopee soalnya harganya suka promo, gratis ongkir dan karena beberapa seller ada di Shopee Mall jadi suka ada cashback shopee coin tambahan! Untuk remaja yang kudu berhemat, Shopee menjadi pilihan yang tepat sih buat aku~ nah, berikut beberapa produk favorite yang aku beli, 

Neutrogena Deep Clean Brightening Foaming Cleanser 40 g 
Rp55.000 (Promo di Shopee 33% OFF! Jadi Rp35.000) 

Produk satu ini sudah terkenal banget di Amerika Serikat, Neutrogena menjadi drugstore yang populer karena bahan-bahannya lebih aman dibanding kebanyakan skincare konvensional kebanyakan, dan aku lumayan setuju karena bebas dari SLS, SLeS, dan Alkohol, tapi masih ada parfum diurutan lumayan akhir. Selain itu dia punya kandungan Camellia Sinensis Leaf Extract alias Green Tea yang aman dikulit sensitif! Aku sendiri sudah pakai produk ini, so far dia sedikit memberikan sensasi kering tapi tidak ketarik, buat yang mau tetap bikin cerah wajah produk ini bisa dicoba loh.

Komposisi : Glycerin, Water, Myristic Acid, Propylene Glycol, Potassium Hydroxide, Lauric Acid, Cocamidopropyl Hydroxysultaine, Hydroxypropyl Starch Phosphate, Palmitic Acid, Stearic Acid, Phenoxyethanol, Beeswax, Fragrance, Ethylhexylglycerin, o-Cymen-5-ol, Ascorbyl Glucoside, Magnesium Aspartate, Zinc Gluconate, CI 47005, Camellia Sinensis Leaf Extract, CI 17200, Copper Gluconate, Morus Alba Root Extract.


Harlette Oatmilk Gentle Facial Wash 100gr
Rp. 115.000

This one is my very personal favorite! Sabun tergentle yang pernah aku coba dengan masih ada sensasi membersihkan wajahnya, sebab meski dia engga berbusa sabun ini masih terasa mengangkat minyak pada wajah tanpa membuat kering sama sekali. Yes, sama sekali tidak bikin kering justru melembabkan, sabun ini diformulasikan tanpa SLS, SLeS, dan Paraben, tapi masih ada turunan Alkohol yaitu  Cetearyl Alcohol, dia tidak bikin kering seperti alkohol denant dan parfume diakhir kandungan, meski pas dicium wanginya kaya oat aja kok. Hal yang paling aku suka adalah karena ia memiliki 3 hal yang sangat ramah untuk kulit sensitif dan berjerawat yaitu Beras, Oat dan Camomile alias Extrak Bunga Kamomil! Beras dan Oat sama sama memiliki anti bakteri, selain itu beras juga memiliki anti-oksidan dan camomile membantu menenangkan kulit dan meredakan kemerahan pada wajah! Jadi aku suka banget sama duo combo ini, aku sendiri sudah repurchase sampai 3x, soalnya dia andalan banget ketika berjerawat radang~ 

Komposisi : Aqua, Glycerin, Polysorbate 20, Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Disodium Cocoyl Glutamate, Butylene Glycol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Polyacrylamide, Cocamidopropyl Betaine, C13-14 Isoparaffin, C9-11 Pareth-6, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Flour, Oryza Sativa (Rice) Bran Extract, Inositol, Chamomilla Recucita (Matricaria) Extract, Hydroxypropyl Methylcellulose, DMDM Hydantoin, Sodium Hyaluronate, Sodium Lactate, Parfum, Citric Acid, Bisabolol


Naruko Tea Tree Purifying Clay Mask & Cleanser in 1
Rp195.000 (Promo di Shopee 35% OFF Rp126.750)

Produk satu ini didedikasikan untuk kalian remaja yang pengen efisien (a.k.a pemalas :p) yang pengen tetep cuakep meski ga ada waktu untuk maskeran setiap minggu atau malas kalau menunggu lama-lama. Dia ini sebenarnya sabun wajah tapi karena dia bahan dasarnya Clay alias Lumpur khusus, dia bisa banget didiamkan dulu 2-3 menit baru dicuci! Dia membantu mengangkat sisa kotoran pada wajah, menenangkan kulit dan tentunya membantu membersihkan pori-pori. Aku juga sudah abis tube ke 3 hahaha, harganya memang pricey tapi cukup awet kok! Aku biasanya pake ini buat sabun cuci muka dimalam hari, karena lebih berasa ngangkat aja sambil didiamkan 2 menit sebelum bilas. Oh ya, meski dia clay dia engga bikin kering loh! Bener-bener engga bikin air diwajah kaya ketarik, tapi memang jadi kosong karena angkat minyak diwajah makanya biasanya aku seimbangkan dengan toner dan skincare malam yang rada berat. Untuk produk ini sendiri tanpa SLS, SLeS, Paraben, Parfume, Alkohol dan sebagainya! Paket lengkap deh, selain itu dia ada kandungan Tea Tree yang membantu meredakan jerawat juga merawatnya! Praktiskan!

Komposisi : Phytoferulin, Kaolin, Ekstrak Tremella, Zinc PCA Oil Control Factor, Ekstrak Indian Phyrinum Capitatum, p-Refinyl, Asam Glycolic, Asam Tranexamic, Micron Lembut Jojoba, Minyak Esensial Tea Tree, Peppermint, Piroctone Olamine.



Skin Dewi Hazelnut Cleansing Milk 150gr (Skincare Organic)
Rp566.500

Produk satu ini memang kesannya sultan sekali, ya, aku sendiri sudah 2x beli produk ini sebelum akhirnya pindah ke Harlette yang lebih ekonomis hehe tapi memang produk ini dikhususkan untuk kalian yang punya kulit sensitif kelas berat termasuk penyakit kulit seperti eczema. Aku pakai ini setelah “beralih” dari obat dokter, istilahnya membantu “melepaskan” dari kandungan obat dokter yang cukup keras deh, dan its help me through that. Soalnya pada masa itu Harlette juga belum ada sih haha, tapi memang Skin Dewi sangat clean alias skincare yang mahal karena kualitas yang diberikan sesuai, tanpa kandungan yang berbahaya, organic dan diformulasikan dengan sesempurna mungkin oleh mba Dewi foundernya.

Jelas produk Skin Dewi sudah lagi tidak ada embel-embel kimia sintetis seperti SLS, SLeS, Perfume dan Paraben, serta ada alkohol tapi dari organik juga! Karena kebanyakan menggunakan essential oil termasuk pengawetnya makanya masa guna produk ini tidak selama produk umumnya. Kandungan Witch Hazel membantu meredakan kemerahan, membersihkan pori-pori serta menenangkan jadi dia membantu mengecilkan pori-pori, dengan kandungan Tea Tree juga yang membantu jerawat, beberapa pencerah wajah dan anti oksidan! Well, paket lengkap deh. Eh tapi jangan kaget ya karena bentuknya mirip cleansing milk meskipun beneran kok dia buat mencuci wajah hehe, sama sekali engga bikin kering apa lagi ketarik! Unik deh, kalau kamu mau beli coba aja share in jar nya!

Komposisi: Aqua, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Water, Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Cetearyl Alcohol, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Corylus Avellana (Hazel) Seed Oil, Glycerine, Cetearyl Glucoside, D-Alpha Tocopherol, Benzyl Alcohol, Amorphophallus Konjac Root Powder, Epilobium Fleischeri Extract, Salvia Sclarea (Clary) Oil, Benzoic Acid, Soybean (Glycine Soja) Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Pelargonium Graveolens (Geranium) Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, Dehydroacetic Acid, Boswellia Carterii (Frankincense) Oil, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil, Citric Acid, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate. *Citronellol, *Geraniol, *Limonene, *Linalool. *from natural essential oils


Yah itulah 4 sabun wajah yang aman untuk kulit berjerawat dan sensitif, tapi diluar itu juga bisa banget kok selama kalian inget peraturan diatas. Belinya bisa ke Shopee dong pastinya karena banyak banget promo-promo menarik yang seru ditawarkan oleh mereka! Kalau aku sih suka shopee tanam karena bisa dapet koin gratis, kali aja kekumpul buat beli SkinDewi hihihi!



Disclimer : Tulisanan ini bekerja sama dengan Shopee, namun dalam penulisan isi dan konten semua sesuai dengan pengalaman dari Tiara yang telah menggunakan produk diatas! Thanks for reading~


Hullaa~ sebenernya review Pixy Get Inked ini sudah lama di draft tapi karena lupa ngeswatchesenya jadi baru naik sekarang. Nah, produk ini tetep kekeuh aku review karena menurut aku, worth to try banget~ kenapa? Baca aja reviewnya sampai akhir yeay!



packaging wise, sebenernya kemasannya cantik banget tapi... kemasannya terlalu plastik hahaha, meski sebenernya cantik sih kemasannya (teteup), tapi sebenernya bisa aja mereka pilih alternatif yang lain, kemasannya yang lip cream masih dalam paperbox kok! Okey, dan informasi dalam kemasannya sendiri cukup lengkap sih


Dari sana kita bisa lihat jelas kalau warna kemasannya mengikuti warna produknya baik diluar maupun kemasan utama produk itu sendiri, terus bagian atasnya ada informasi shades warnanya jadi engga akan ketuker, selain itu ada ukurannya 4g dan untuk informasinya lengkap juga, dari mulai logo halal sampai BPOM. Dengan klaim, dengan pigmentasi yang tinggi, tekstur ringan dan nyaman dengan produk yang tahan lama. 


Tube-nya sendiri disini cantik, minimalis dan di ombree gitu! Beda sama kebanyakan pixy yang dibuat young-adult dengan sentuhan hitam. Kalau ini lebih dibuat ala-ala muda gitu deh, oh ya, untuk aplikatornya sendiri menggunakan aplikator lipcream kebanyakan jadi kaya ada bulu lembut diujungnya dengan sudut 45 derajat gitu yang memudahkan untuk diaplikasikan dibibir. Selain itu kuasnya sendiri engga terlalu panjang, jadi pas aja untuk mengaplikasikannya tapi ya engga berbeda dengan lipcream kebanyakan jadi engga bisa membentuk bibir dengan sempurna gitu.




Untuk dari segi kandungan, produk ini punya kandungan yang lumayan mulai dari glycol dan aloe water yang aku percaya membuat produk ini melembabkan tapi disisi lain ada kandungan pewangi yang banyak huhuhu sedih, jadi buat kalian yang sensitif terhadap kandungan pewangi bisa menjadikan ini pertimbangan.




Nah meskipun dia ada pewanginya, tapi wangi-nya sendiri engga terlalu kenceng kok. Wanginya manis gitu kaya buah, memang diawal pas cium rada "kok wanginya lumayan ya" tapi pas diaplikasikan perlahan dia melembut. 

Dari segi tekstur, Pixy Get Inked Lip Tint ini diklaim melembabkan dan segar dibibir, serta dengan pigmentasi dan tekstur yang ringan dibibir membuat nyaman dan tahan lama. Buat aku sendiri, tekstur yang kalau dirasa-rasa awalnya mirip emina, rada gel-ish gitu jadi engga cair yang masuk-masuk ke garis-garis bibir tapi dia layering dibibir. 



Warnanya disini ada 5 warna, aku swatches dari yang paling orange-pink, jadi warnanya sesuai klaimnya pigmented banget. Kalian bisa lihat kalau warnanya super nyata, orange ya orang, merah ya merah, engga bikin bingung dengan warna yang mirip-mirip, terus apakah dibibir seperti itu?

Untungnya engga guis, hahaha aku jujur takut pake kalau warna orange-nya senyata itu. Berasa abis makan ciki tapi engga dijilat kan ya, hehe warnanya untungnya menyatu ketika dibibir.




Nah, aku pakai produk ini cukup effort, karena warnanya staying power ga main-main alias tahan lama banget! Sudah dibawa mandi, dan aku coba pake cleansing oil remover dari pixy yang mana juga andalan aku, tetep dong dia, engga bisa hilang! Pusing! Hal lainnya yang aku suka dari produk ini selain tahan lama adalah dia cukup nyaman ketika dipakai, bener-bener engga bikin terkelupas meski setelah dipakai 12 jam lebih -dan ga mau ilang, dia mulai mengering tapi beda banget sama tipe keringnya emina, even Glossy Stain-nya emina menurut aku masih lebih kering si emina.

Jadi Pixy memang bekerja dengan baik dari segi formulasi, aku ga paham kenapa dia kadang suka underrated bareng produk-produk sariayu. Meski demikian memang pemilihan warnanya kalau dilihat dari anak-anak kekinian yang cintaaa banget kayaknya sama brand kaya second date, ya warna si Pixy terlalu gonjreng apa lagi dia warnanya pop yang bisa masuk disegala jenis kulit gitu!


Nah jadi apakah menurut aku produk ini worth to try? menurut aku dari segi harga, produk ini sangat worth it berbanding dengan formulasi, daya tahan dan warna yang pigmented. Apalagi isinya 4gr, lumayan beb! Tapi memang dari style yang chic dan kekinian, produk ini sedikit kurang yah karena main dikemasan yang mirip-mirip, terus pemilihan warnanya sebenernya bagus sih dibibir gelap tapi kalau dikulit terang kayaknya akan terlalu pop up! jadi balik lagi ke selera masing-masing ya!


PIXY GET INKED 55.000,- Lazada Shopee

Overall dari aku, 
3.6/5

++Formulasi
+ Nyaman Dibibir
+ Daya Tahan
+ Price wise
- Warnanya 
- Susah dihapus

Siapa yang memasukan Kapal Pesiar atau Cruise sebagai salah satu wishlist destinasi liburannya? Dulu engga pernah membayangkan akan pengalaman naik kapal pesiar ala film-film, kapal yang dikenal dengan istilah Cruise ini juga tergolong liburan yang lumayan besar budget-nya meski hanya beberapa hari, tapi dengan segala ke random-an mama, akhirnya aku mencoba naik kapal pesiar dengan destinasi 2 negara! 



Perjalanan ini dilakukan sekitar bulan Oktober 2019, untung banget sebelum isu Corona bener-bener breakout dimana-mana, engga kebayang kalau kita dateng pas bulan Desember akhir, kayaknya cuma bisa pasrah? Okeh, jadi ceritanya dimulai dengan pembelian tiket yang jauh banget-banget hari, jadi naik kapal pesiar bulan Oktober, kita kayaknya sudah beli dari Februari atau sekitar Maret. Aku lupa pastinya karena yang bantu ngurusin kakak-ku, jadi kita terima beres ajah! Disini aku naik kapal yang cukup mewah dan super besar, gimana engga, kapal ini namanya Dream Cruise : Genting Dream 

credit: dreamcruiseline
Jadi Dream Cruise ini merupakan salah satu anak perusahana dari Genting Hong Kong yang memang bergelut dibidang liburan dengan kapal gitu, sebenernya ada yang lebih mewah tapi itu private dan engga sebesar ini, memangnya sebesar apa? Well, Kapal Pesiar ini terdiri dari 18 deck atau lantai yang bisa diakses dengan lebih dari 3000 penumpang (belum termasuk awak kapal) yang siap siaga 24 jam! Yess, kebayang engga sebesar apa kapal ini? Jujur dulu nih, aku disana cukup pegel bahkan rekor jalan aku sampe 17.000 langkah sehari cuma di kapal doang :) 

Nah, disini aku mengambil perjalanan lima hari, ibaratnya biar puas yah shay naik kapalnya haha bener sih sampe engga pengen lagi :( gumoh, meski alhamdulillah aku engga mabuk laut tapi teteup. 
Oh ya setelah aku check di website mereka aku naik yang 4 hari dengan destinasi 

Singapore - Penang - Phuket/Langkawi - Singapore dengan harga mulai dari USD976  (ini aku cek per nulis ya, 2020 ga tau kalau ada update lagi!) nah selama 4 hari itu ngapain aja?


Day 1  - Early Arrival a.k.a Nyampe Duluan 

Untuk hari pertama sebenernya lebih fokus dengan fight dari Jakarta ke Singapore ya, aku waktu itu dapet tiket dari Travel Fair gitu jadi alhamdulillah dapet tiket dengan harga sekitar 2.8jt dengan pesawat Singapore Airlines yang biasanya pergi doang 3jt shay wk :( sebenernya bisa aja sih dengan pesawat yang budget tapi karena pengen fokus liburan dan kalau dihitung dengan koper-ku yang sampai 30kg, akan lebih hemat justru naik Singapore Airline yang bagasinya sampai 40kg! --plus tentu saja lebih nyaman. Biasa emak saya, maunya kalau liburan ya nyaman :") b-e-d-a c-e-r-i-t-a kalau gue yang pergi sendiri

Baca juga : Perjalanan ke Thailand pake Tabungan

Nah dimalam pertama ini aku pisah sama kakak-ku, jadi kita pas sampai langsung ke hotel buat nginep semalem sebelum kemudian ketemu paginya di Airport. Nah kalau kalian dapet jadwal yang pas, kebetulan aku dapetnya yang ga enak aja posisinya karena apanya lupa. Kalian sebenernya bisa langsung dari Bandara Singapura langsung naik taksi atau grab atau gocar (sumprit gue kemana-mana naik gocar murah bener!) untuk ke Pelabuhan. 

Day 2 - On Board a.k.a Naik Kapal!

Nah sebenernya perjalanan dimulai dari sini, dari Bandara ke sini dengan gocar waktu itu sekitar  $9-12 SGD atau setara dengan 90-120K, kesannya mahal ya? Sebenernya ya normal aja kaya dari rumah ke Bandara segitu juga, soalnya titik-titik pariwisata emang lebih mahal em, gatau kenapa.

Setelah sampai, kita akan disuruh antri dan menitipkan tas untuk diangkat setelah dicek, pengecekannya kalau dikapal harus handcarry benda yang ada pemicu panas kaya catokan rambut, setrika dan powerbank, nanti tas kita juga akan dilabel-in dengan nomer kamar kita dan ditaro depan pintu kamar, jadi insyallah engga ketuker meski bisa jadi sih. Kalian percaya aja sama mereka. Setelah barangnya antri masuk, barulah kemudian kita diminta antri untuk masuk melalui pelabuhan.

Nah disini bagian yang paling lamak. Kenapa? Karena yang antri masuk ada ribuan dan jalur pelabuhan Internasional jadi harus ada "tanda" dari imigrasi. Nah kemudian kita masuk sambil cek verifikasi data ke imigrasi dengan tiket pembelian kita. Setelah sudah dicek, baru kemudian kita bisa antri ke bagian imigrasi dan masuk kedalam kapal. Disini cukup lama, waktu itu makan waktu sampai 3 jam baru akhirnya masuk ke dalam kapal pesiar, oh ya, ketika masuk kapal pesiarpun paspor kita ditukar dengan sebuah kartu. Kartu ini nantinya menjadi identitas diri, sekaligus alat pembayaran selama berada di kapal, dan kunci masuk ke kamar juga. Sebab, nanti akan ke beberapa negara, jadi demi keamanan agar istilahnya kita engga kabur dan hilang jadi kita diberikan ID tersebut yang sudah lengkap dengan informasi seputar kapal pesiar dan kontak dengan berbagai bahasa.


Setelahnya, sekitar jam 3.30 aku masuk ke dalam kapal pesiar, jujur udah cape banget karena antri mulu. Setelahnya langsung ngacir ke kamar, untuk kamar, mama pilih yang dengan balkoni jadi bisa melihat laut dan ada tempat santai kecil. Tentu saja, mamiku langsung gaya setelah sampai kamar.
Kamarnya sendiri termasuk compact dan padet, jadi ada kasur ukuran queen size, sebuah TV yang menempel ke layar, dan ada sebuah sofa yang dilengkapi dengan kaca dengan meja multifungsi, ada beberapa kompartemen didalamnya. Nah, disebelah kasur, ada lemari yang nempel dengan kamar mandi. Sebenernya ini lemari hampir engga bisa kepake karena bener sejengkal banget dengan kasur yah jadi sulid. Kamar mandinya sendiri memiliki tap water, alias bisa diminum gais airnya karena punya filter yang baik.

Setelah kami sampai kasur dan rebahan beberapa saat, aku diajak kakak untuk makan. Jujur aja nih karena engga kaya hotel yang bisa milih, aku dapet kamar yang jauh banget dari kakak. Jadi ada kali kayaknya dia diujung barat dan aku ditimur, jauh bener hahaha beda kamarnya sampai 200an kamar, sedih banget, tapi yaudah pasrah aja karena udah cape juga dan sudah ditentuin. Jadi sekitar jam 5an kita mulai naik ke atas, nah disini ada beberapa restaurant. Tersedia 3 spot lift, jadi deck kiri, tengah dan kabin kanan. Masing-masing ada 6 lift umum dan 2 lift private yang bisa sampai lantai 20 (kamar khusus). Kartunya beda shay, kalau aku dapet kartu merah maroon sementara yang VIP itu black card.

Dream Cruise sendiri punya 3 restoran yang bisa diakses secara gratis atau cuma-cuma pada jam-jam tertentu, tapi ada beberapa restaurant yang kalau mau makan disana harus bayar additional charge sesuai dengan menu yang dipesan. Nah untuk yang 3 restaurant tadi ini cukup penuh terus karena waktu aku kesana lagi ramai banget dan ada liburan keagamaan di India kalau engga salah jadi kebanyakan pengunjung dari India dan sekitarnya ikutan liburan.



Untungnya tempat ini memang didesain cukup luas ya, dan punya aneka ragam makanan tapi memang menyesuaikan dengan "penumpang" karena waktu itu banyak penduduk India, jadi beberapa section buffet makanan itu diisi oleh opsi makanan khas India. Untuk section makanan halal juga ada, tapi cuma satu dan dipojokan, sisanya kebanyakan makanan Internasional kaya pizza dan sebagainya, terus ada makanan asia yang cukup berubah-ubah. So far, semua makannya yang ada disana masih sesuai selera aku dan enak-enak ajah! apakah bosen? Jujur, pas hari kedua aku cukup bosen karena 3x makan (iya ga mau rugi!) tapi setelah diexplore sebenernya sih engga semembosankan itu.

Nah, setelah makan makan sore, kita balik ke kamar dan aku sama mama langsung tidur guys, kaya cape aja kehabisan energi gitu. Kita bangun sekitar jam setengah sembilan setelah ditelefon kakak berkali-kali, kondisinya jam 8 kapal sudah mulai berlayar menuju ke Penang hehehe, ya jadi disana kita berkali-kali berasa kaya ngambang gitu guys asli! Hal yang aku kurang suka sih karena berasa gempa wkakaka, setelah itu kita bangun dan makan malam.


Day 3 Penang The Explorer 

Untuk hari ketiga kita mulai dengan sarapan tentu saja, kemudian mulai mengeksplor beberapa tempat yang aku pengen lihat, disini setiap harinya dibagikan selembaran kegiatan gitu. Hal apa yang bisa dilakukan disini, well, disini lumayan banyak tempat hiburannya, mulai dari kasino 24 jam, layar tancep (jujur) yang ada games serunya, mulai dari tebak-tebakan sampe lotre! Aku jujur pengen banget ikut lotre tapi ya, takut aja hahaha dan mahal! Tiketnya sekitar 500k/1jt rupiah kalau engga salah, meski mama mengizinkan aku maju mundur soalnya ya, kalo kalah ilang tjuy uangnya.

Nah setelah makan pagi dan sebagainya aku niatnya mau mengeksplor kapal aja sama mama, istilahnya menikmati hari di kapal bahkan aku pengen renang, tapi sekitar jam 11 gitu kita sampai di Penang dan aku sama sekali belum pernah ke Malaysia, jadi akhirnya kita ikut-ikutan turun deh! Nah kali ini aku sama kakak turun secara mandiri, sebab sebenarnya kita bisa ikut tur yang disediakan oleh kapal Dream Cruise tapi harganya cukup mahal, kaya city tour aja, harganya sekitar satu juta. Nah turun dari kapal itu bebas, kita masuk melalui pelabuhan yang sepi dan cantik, oh ya, enaknya karena ga banyak yang turun jadi ga ramai baik antrian masuk dan keluar. Jujur bahkan kita engga perlu cek di imigrasi karena sudah otomatis gitu.  Oh ya, lucunya pelabuhannya warnanya pink! Dari sana kita naik grab yang pesen manual kaya biasa. Sekarang enak deh, provider sudah bisa lintas negara gitu sinyalnya, jadi beli paket yang seminggu buat ASEAN. Etapi, sayangnya kartu ini engga berfungsi sama sekali selama dikapal, sebab ditengah laut kali ya jadi engga ada provider yang bisa diajak "kerjasama", untungnya kapal menyediakan wifi dengan biaya tambahan SGD$20/4 hari per-2 hp. Aku dan mama memutuskan untuk engga ambil karena biar bisa menikmati liburan, sementara buat yang kerja, its quite ok!



Nah, setelah turun kita ke mall di Penang :") hahaha ternyata penang itu kota kecil dengan bangunan khas yang jadoel gitu. Banyak bangunan masih semi inggris yang baru dicat ulang dengan warna pastel dan kalau engga salah Penang terkenal dengan rumah sakit kunjungan yah, buat orang Indonesia dan sekitar Malaysia yang pengen berobat dengan harga terjangkau tapi fasilitas lengkap. Merepet pengobatan budget dari Singapore gicuu! Nah setelah sampai Mall aku langsung ke Sephora-nya dong wkwk sumprit sebagai price police --yang bikin mama sebel karena jadi ga bisa menikmati liburan kalo katanya. Aku cek harga beberapa barang di Sephora Malaysia dan kaget dong ternyata murahan di Indonesia bahkan beberapa di Singapura! padahal sudah ke mall paling gede di Penang, akhirnya malah muter-muter bentar nyari minuman kekinian, waktu itu Boba jadi kita segerombol nyarilah boba disana. Setelahnya ke Daiso dan lagi-lagi mahal! Harganya sekitar 6RM belum pajak, dan kalau dikorvensi ke Indonesia sekitar 20.000 belum pajak jadi sekitar 23.500an gitu untuk satu barang.

Setelahnya engga lama kita ke jalan yang lagi hits di Penang, namanya Culture Art Street katanya karena warga disana berjibaku buat area wisata, jadi kaya ada beberapa mural yang dibuat warga untuk spot foto sampai dibuat oleh seniman Ernest Zacharevic, yass! Kita nyarinya cukup muter-muter karena letaknya rada jauh dari tempat kita diturunkan. Ibaratnya kita diturunkan di pintu gate (yang engga ada gate-nya), dan harus jalan sekitar 800m sampai menemukan spot tersebut.

Nah setelahnya baru deh kita foto-foto lucu disana dengan es krim, memang satu jalan itu didedikasikan dengan mural, souvenir, sebuah klenteng mini dan toko makanan ringan. Jujur aja mirip sama kalau lagi jalan di mini malioboro karena ukurannya cuma 1/10 malioboro hahaha tapi begitulah kira-kira konsepnya. Lanjut lagi, kita balik ke pelabuhan dengan grab dan langsung deh naik kapal.

Aktivitas setelahnya kita cuma mandi dan makan malam, setelah itu balik untuk istirahat dikamar masing-masing. Sebenarnya aku mau eksplore lebih banyak dikapalnya, sayangnya hujan jadi mending meringkuk dikamar sambil nonton beberapa film yang sebenernya diputer berulang-ulang hahaha, oh sama belajar seputar keamanan kapal. Jadi kita diminta untuk membaca instruksi keselamatan kapal. Ngeri-ngeri kaya Titanic ehm, tapi kebetulan jauh iceberg nya hehe

Day 4 Langkawi? Malaysia Little Island 

Nah dihari ini aku mulai mengeksplor bagian kapal-kapal yang lain, mulai area renang dan bermain anak yang engga pernah sepi, sampai deck atas yang kaya see-sight deck. Alias Deck untuk menikmati pemandangan aja sambil berjemur gitu, mengingat itu terik dan berangin super kenceng akhirnya aku milih buat berendam diarea jacuzi sambil nyantai. Sebenernya karena ini area umum jadi engga bisa "get a privacy" sih jadi kalau berenangpun yaudah pasrah aja kalau ada orang.

Kebetulan aku kesana pagi-pagi dan bener dong ada orang yang lagi nyari spot buat foto dan akhirnya dengan sedikit maksa doi motoin gue HEHE. Jadi kebetulan waktu itu lagi pake baju renang yang lumayan seksi, jadi gue tentative tuh dia mau ngambil foto gue karena memang mau atau kenapa *berusaha positive thinking*. Setelah setengah jam dia pergi, dan gue langsung buru-buru cabut. Bye.

Setelah mandi dan teburu ke tempat makan, yes kalau sudah jam 9 makannya sudah mulai habis dan terbatas banget. Jadi opsinya engga banyak, dan gue langsung ikut untuk turun diwilayah yang kedua, ini Langkawi, Malaysia. Terkenal dengan Elang -katanya, karena logo mereka sendiri burung tersebut. Disana gue da rombongan memilih untuk mencharter sebuah mobil --dan satu-satunya kendaraan resmi yang bisa disewa dipulau kecil, ga ada taksi gitu-gitu yang legal dan ga boleh ada grab, nampaknya upaya mendukung ekonomi lokal.



Disana sekitar 1.5 jam kita diantar ke daratan yang lebih tinggi, menuju gunung dan cable car (kereta gantung) yang terkenal banget disana, karena pemandangannya indah. Yah ibaratnya kalian naik gunung atau daratan tinggi tapi komersil, jadi sudah ada jalur daki-nya lengkap dengan bayar tiket masuk yang lumayan mahal, sekitar 450K kamu dapet akses untuk naik cable car dan naik ke sky brigde. Jujur sky bridge-nya memang bagus dan tinggi banget. Kaya membelah jurang gitu!

Jadi setelah beli tiket kita akan diajak antri untuk naik cable car yang lumayan panjang, kayaknya lebih dari 1KM deh, setelah itu kita diajak mendaki atau kamu bisa beli pass untuk naik mini cable car seharga 10RM kalau ga salah, untuk turun ke area Sky Bridge-nya.
Oh ya tapi disana banyak monyet, iya kaya dibali. Bedanya disini lebih ganas. Bener-bener ditekankan ga boleh bawa makanan atau makan. Bener aja dong, salah satu rombongan ada yang anaknya makan coklat, dikejer bener-bener sampai akhirnya dilempar ke tong sampah. Padahal cuma permen coklat! Serem shay.

Pas awalnya turun bisa sih tapi setelahnya naiknya kita bayar cable car mini hahaha dan antrinya lumayan lama sampai 30 menit. Waktunyapun cukup lama sih, disana kita balik-balik sudah sore aja.
Setelah kapal berangkat lagi di jam 3, aku dan romobongan kembali, mandi dan kemudian makan lebih cepat karena setelah ini kita mau nonton pertunjukan!

Nah pertunjukan ini salah satu daya tarik yang ditawarkan dikapal ini, mulai dari penyanyi opera, atraksi sulap dan sebagainya. Kalau kali ini kita nonton tarian yang dibawakan oleh Gigi Dance School, yess salah satu sekolah tari dari Indonesia yang menceritakan tentang Plastic Fantastic. Intinya bahaya plastik apabila dipakai dan diproduksi secara tidak bertanggung jawab.

Setelah selesai, aku lanjut lagi dengan makan malam dan belanja di kapal hahaha. Jujur sebenarnya pegel banget yakan, tapi akhirnya tetap muterin kasino dan liatin sale! Namanya juga doyan diskonan dan disini emang engga kena pajak jadi... hehe aku ga beli sih tapi meracuni mama. Oh ya Kasino disini rame banget, aku personally cuma nonton aja seru ya karena judi itu bukan passion. Satu-satunya judi yang aku lakukan hanya di timezone atau funworld :(

oh ya, malam terakhir kita diperkenankan untuk tukar kartu dengan sebuah resi yang nantinya dipergunakan untuk ambil paspor kita besok. Kartunya nanti dicek dulu ada tagihan atau engga kalau ada ya dibayar aja, kalau sudah ya selesai. Simple ya? Realitanya antri 2 jam dari jam 11 malem dan baru selesai jam 1 pagi! Ngantuk beb.

Day 5 Back to Singapore




Setelah puas diri di Malaysia --hehe, aku balik ke Singapura sebagai negara awal keberangkatan. Setelah bangun kesiangan dan menikmati makan lebih banyak tsaah~ aku mengakhiri perjalanan dengan muterin seluruh area kapal untuk melihat-lihat lebih detail area tersebut, mulai dari bar, area bowling, beberapa restoran yang lebih eksklusif sampai ruangan navigasi kapal. Jadi disini kita bisa melihat para supir kapal :") nahkoda ya namanya? alias ship captain, sedang mengendalikan kapal. Dipimpin oleh orang Norway kalau engga salah, dan beberapa orang Inggris. Jujur engga kaget karena mereka memang terkenal sebagai pelaut kaya Indonesia, bedanya, kalau di Indonesia teknologinya belum cukup? atau, kita lebih ke kapal lain kali ya.

Disini lebih ke free-time aja sih, karena Kapal Kita sampai di port sekitar jam 1 siang. Selesai sudah pengalaman aku naik kapal pesiar! Acara selanjutnya mulai mengeksplor kota Singapura sebelum pulang besoknya.


Nah, kira-kira kaya gitu guys pengalaman aku selama naik kapal pesiar, hmm adakah cerita lain? Adak! Kapal ini cukup "rasis" hahaha, serius. Aku sempet sebel diawal-awal pertama, sebab merasakan rasisme dikapal yang terbilang isinya multi-culture ya, hal ini dilakukan oleh awak kapal yang biasanya aku alami di bagian restaurant. Beberapa awak bersikap rasis mulai dari yang janator alias tukang bersih-bersih sampai yang sifatnya supervisor. Contohnya?

Ketika ada manager bawa nampan isi sendok dan garpu, ada mba-mba yang ambil terus diperbolehkan dengan sopan oleh si manager yang memiliki etnis yang sama. Secara otomatis aku yang lagi nyari sendok mengikuti dong, eh diusir sama manager, diminta ambil ditempatnya aja. Lah? barusan si emba gapapa.

Sementara etnis lain, ada yang motong antrian engga papa. Aku disana cuma mau ambil sepotong pizza diusir dan diminta antri dari awal meski cuma mau ambil pizza doang yang kebetulan cuma ada disana karena wilayah lain belum restock. Jelas-jelas mba-mba depan awak ambis nyelak dan ambil pizza terus lanjut lagi gapapa!! hanya karena kulit gue dan muka gue Indonesia-Malayu, bereda dengan si awak dan mba-mba yang antri gue diperlakukan ga enak.

Jujur kaget dan sedih banget, tapi mau negur gimana? Wong managernya sendiri. Disana waktu kebagian halal ketemu chef dari Indonesia, iseng ditanya sama kakak gue soal rasisme dia ketawa aja dan bilang engga kok, mungkin salah paham. Tapi, well, we can assume by the gesture then.

Jadi kalau kalian naik kapal seperti ini, jangan kaget ya kalau ada beberapa awak yang sikapnya engga sopan, tapi engga semua kok. Banyak awak yang cukup sopan dan ramah, terutama adalah satu mas-mas gateng dari Indonesia juga, dia baik!

Tapi setelahnya aku kapok engga mau naik lagi, selain karena udah mabok kapal yang berasa dikit-dikit gempa. Menurut aku sekali sajalah, cukup untuk mencoba naik kapal disini!
Nah sekian terimakasih dari aku, semoga kalian mendapatkan gambaran ya bagaimana pengalaman naik kapal cruise.

Have a nice day!



































Day 5 Back to Singapore 

Setelah
















































































Setelah lebih dari dua bulan #DiRumahAja dan kangen untuk facial atau spa ke salon, aku seneng banget pas cobain Callista Acne Clay Mask karena sensasinya mirip banget sama masker-masker diklinik kecantikan dengan harga yang terjangkau dan pastinya bisa dilakukan dirumah aja, tapi hasilnya apakah sama? tetep kepo-in terus!



Kita bahas dari segi kemasan, menurut aku kemasannya super simple dan efisien. Awalnya ketika difoto aku kira dia besar, secara tulisannya 50gr, aku pikir untuk claymask dia akan  satu pot bulky dengan bahan kaca, ternyata aslinya jauh dari ekspektasi aku.


Produk ini dikemas dengan dus warna hijau yang senada, dengan informasi yang informatif dan jelas, mulai dari info produk, cara menggunakan, ingredients, BPOM dan sebagainya. Selanjutnya untuk kemasannya sendiri, 


Callista memilih jar transparan yang memperlihatkan warna produk yang hijau pastel. Kemasannya sendiri dari plastik dengan kualitas bagus, selain itu tutupnya tin. Lumayanlah, kemasannya cukup ramah lingkungan sebab plastiknyapun tipe yang bisa didaur ulang. Nah hal yang aku suka lainnya adalah kemasan produknya juga serupa dengan kemasan luarnya, efisien dan informasi yang jelas. Jadi ketika box nya hilang, kita engga akan kesulitan mencari info seputar produknya!



Secara formulasi produk ini punya beberapa hal yang harus di higlight, tapi yang jelas dia love and hate. Kenapa begitu? 

kandungan utama : Kaolin, Propylene Glycol, Magnesium Aluminum Silicate, & Sea Butter 
Semua kandungan utama Callista Acne Clay Mask bagus! Kaolin yang membantu menyerap kotoran dan membersihkan sebum diimbangin dengan kandungan lainnya yang melembabkan dan melembutkan kulit serta ada Titanium Oxida yang melindungi kulit dari UV meski aku engga paham sih kenapa masker perlu pake? 

kandungan reputasi jelek : Paraben, EDTA & Perfume 
nah sayangnya dibagian penutup dia ada pengawet yang sering kontroversial dan pewangi tambahan, sebenernya bisa aja bagus kalau alami tapi disini tidak dijelaskan. 


Oh ya, sebenernya key ingredients yang mereka banggakan itu adalah Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, yang diklaim membantu mengatasi jerawat tapi sayangnya kandungan tersebut ada pada deretan akhir ingredient, bahkan lebih kecil dari parabennya jadi efeknya tidak dominan. 



Dari segi tekstur, masker Callista Acne Clay Mask ini berbeda dengan masker kaolin atau clay kebanyakan, teksturnya creamy dan thick gitu, tapi mudah diaplikasikan tanpa langsung kering. Aku meyakininya sih karena komposisi lainnya yang punya sifat melembutkan tadi ya. Oh ya, disini jar nya tadi ditutup dengan batesan kaya plastik gitu jadi menghindari produknya bocor kemana-mana.


Untuk cara pakai disini engga mengharuskan kita pake tools tambahan, hanya diinformasikan dengan kondisi wajah yang sudah bersih kemudian aplikasikan secara merata dan ditunggu 15-20 menit. Setelah itu baru kemudian dibilas dengan air hingga bersih (tidak diinfo dengan air dingin atau hangat)

Aku sudah pakai produk ini kurang lebih 4x, 3x full face dan 1x half face hanya fokus pada area yang berjerawat. Nah disini, aku merasa produknya seperti yang aku bilang diatas, bener-bener ngasih sensasi kaya spa di klinik kecantikan! Kenapa?



1. Aroma yang kuat khas perawatan
Iya, itu yang aku rasakan ketika pertama kali pakai, wangi kaolin, campur mint atau tea tree yang bikin relax ketika menyentuh kulit. Sensasinya-pun mirip, dingin dan segar yang memanjakan kulit. 

2. Membersihkan cukup efektif 
Hal yang aku notice adalah setelah aku pakai ini dia membantu mengangkat kotoran dipermukaan secara baik, wajah aku langsung lebih kenyal dan bercahaya meski aku ga meyakini dia ada whitening agent, tapi mungkin karena warnanya hijau membantu menetralisir kemerahan?


3. Mudah diaplikasikan tapi bilas ekstra!
Jadi ketika aku mengaplikasikan produk ini karena dia engga cepet kering kaya claymask kebanyakan meski masih cepet sih hehe, aku engga terlalu repot untuk mengisi semua area. Oh ya, karena isina 50mL aku pakai 4x sudah sisa setengah jadi kira-kira dia bisa pakai 6-10x tergantung pemakaian kalian. Nah untuk bilasnya, dia itu karena bukan clay banget jadi bisa digosok pelan atau pake sponge /kain gitu, aku biasanya pake kain untuk remove makeup kalau mau bilas cepat. 

4. Treatment Jerawat?
Produk ini bisa membantu mengatasi jerawat kecil-kecil, nantinya akan dibantu cepat kering tapi kalau secara efektif mengatasi radang dan sebagainya aku merasa belum terlalu signifikan yah. Jadi kalau kalian merasa radang banget mungkin butuh waktu untuk pakai ini lebih lama, Dia lebih ke cleansing pores dan membantu mengatasi jerawat bruntusan. 

Overall, aku lumayan suka dengan produk ini sih! Soalnya kemasannya simple dan produknya memberikan efek yang serupa dengan yang aku rasakan diklinik atau salon gitu, jadi engga perlu keluar 80rb sekali maskeran ditempat aku biasanya tapi cukup sekitar Rp.120.000,- bisa maskeran lebih dari 6x! Jadi seneng banget sih. 

Thanks for reading!



Disclimer : masker ini dikirimin sama Callista, aku tidak bekerjasama ataupun dibayar untuk membuat review ini. Pure karena aku pengen review aja, nah kalau kalian merasa pengen direview juga kalau aku cocok dan sukak bisa email ke TiaraNabilaG@gmail.com 




Kaget banget ketika tanpa ada aba-aba Wardah menghadirkan rangkaian complexion mereka yang baru dari koleksi Lightening Series yaitu Wardah Lightening Liquid Foundation dan Wardah Lightening Liquid Concealer! Aku sendiri sudah bertanya-tanya kapan ya kira-kira Wardah akan menghadirkan concealer, pun kalau hadir kaya gimana? Soalnya, selama ini aku selalu skeptis sama formulasi complexion mereka. Dulu banget ada everyday foundation wardah yang menurut aku engga bisa menyatu dengan baik diwajah, jadi kayak "nempel" yang asal aja tapi,,, sumpah kedua produk ini bener-bener bikin bangga sama wardah!




Mulai dari kemasan Wardah Lightening Liquid Foundation yang menurut aku eye-catching banget, awalnya aku heran, kenapa jadi kaya gini? Beda banget dengan produk wardah sebelumnya yang kemasannya kalau engga langsung produk aja, kadang hadir dengan box. Sekarang, kemasannya justru mirip sama produk dari Thailand setelah aku lihat-lihat, well, beberapa brand drugstore luar negeri punya kemasan kaya gini tapi beneran setelah aku inget-inget kemasannya mirip banget sama yang biasanya berjejer di Sevel Thailand waktu aku kesana. 


Meski demikian, menurut aku kemasnanya simple dan engga neko-neko justru membuat kemasan ini sangat informatif, secara lengkap mulai dari klaim, shade yang mudah ditemui, cara pakai, expired date dan BPOM juga bisa terlihat. Menurut aku bagus banget perubahan yang mereka lakukan. 



Sementara dari segi kemasan, Wardah Lightening Liquid Foundation punya kemasan tube yang mana, pada awalnya kalau dari kemasan yang masih segel kelihatan bagus dan kokoh gitu, eh ternyata setelah aku bener-bener pegang ya mirip sama kemasan acne gelnya wardah yang terasa murah, berbeda sama BB Cream mereka yang lebih kelihatan tebal dan berat huhu tapi engga papa selama itu menjadikan cost efficiency kenapa tidak? Oh ya, utnuk tube nya sendiri dia langsung dibuka dan keluar produknya, tanpa segel lagi. Mungkin karena produknya sendiri sudah secure jadi engga perlu ragu selama kemasannya masih nempel sempurna. Di kemasan tubenya sendiri ada informasi seputar klaim, expire date dan sizenya. Dimana Wardah Lightening Liquid Foundation ini isinya 25gr, aku sendiri beli produk ini sekitar Rp. 36.000,- tapi kayaknya harga resminya akan diangka Rp 46.000,- sih.



Sementara itu untuk Concealer, produk ini punya kemasan yang persis dengan Wardah Lightening Liquid Foundation tapi Wardah Lightening Liquid Concealer ini punya klaim yang lebih berat.


Nah untuk Wardah Lightening Liquid Concealer, dia bentuknya tube which is plus buat aku yang males banget kalau concealer harus diapply dengan brush tambahan, terus aplikatornya juga cukup kokoh dan engga terlalu besar jadi pas aja. Sayangnya, tubenya tidak informatif seperti Wardah Lightening Liquid Foundation diatas, kalau Wardah Lightening Liquid Concealer ini dia bener-bener minimalis, infonya cuma shades dan udah, tapi untungnya dia mencantumkan expired dan kode produksinya sih. Oh ya, kedua kemasan diatas memiliki kemasan plastik, sayangnya mereka ga identifikasi plastiknya jenis apa. Untuk harga produk ini Rp 30.000 aku beli tapi harga aslinya sih sekitar Rp 38.000




Dari segi tekstur, kalau Wardah Lightening Liquid Foundation mengklaim produknya Natural dengan finish matte, ketika aku aplikasikan ditangan sedikit kaget karena not so natural, ada kesan heavy disana tapi masih terasa matte dengan sedikit banget sensasi lengket. Kaya ia berasa lengket tapi pas dipegang engga bener-bener berasa. 


Untuk pemilihan warnanya sendiri aku bersyukur setidaknya wardah sekarang menyediakan untuk shade yang medium even untuk produk lightening. Aku dulu sempet kesel sama wardah terutama BB Creamnya ya yang C-defence? lupita, tapi seinget aku itu shadenya cuma light dan biege yang masih aja tetep keterangan diaku. Khan kzl. Untungnya sekarang dia nambahin sampe Natural yang Indonesia bngt! Senang~ btw pemilihan warnanya mengingatkan aku sama Emina BB Cream ga sih?

Sementara kalau Wardah Lightening Liquid Concealer sudah mengidentifikasi produknya sebagai produk Medium to Full coverage yang bisa aku bilang bener banget sesuai klaimnya. Produk ini pas masih belum diblend bener-bener se-coverage itu! Aligggg parah, mengingatkan aku sama dermacol tau ga sih :( yang bisa nutup tato, untungnya pas aku blend dia lebih natural tapi aku yakin dia bisa dibuild lebih jauh kalau emang pengen tapi dalam daily basis produknya cenderung too much. Kecuali kalian tipe yang dempul, kesanna bener-bener thick and heavy.



Cara pakainya sudah diinformasikan dimasing-masing kemasan, bedanya kalau Wardah Lightening Liquid Foundation diratakan ke seluruh wajah kemudian diratakan dengan tangan/sponge/brush sementara kalau Wardah Lightening Liquid Concealer dia untuk bawah mata atau bagian bekas jerawat sih dan diratakan dengan cara yang sama. 

Sementara untuk daya tahan dia klaim bisa sampai 12 jam shay, bener-bener berani sih buat wardah mengklaim produknya se-awet-itu, tapi apakah benar?



Nah masuk ke tahapan krusiyel buat aku, sebenernya aku engga bisa bilang ini full review karena klaim mereka yang non-comedogenic butuh waktu untuk tau yang akan aku update lagi nanti, sementara itu, biarkan aku terkejut dengan produk affordable tapi bagus banget! dari wardah satu ini, jadi, aku pakai produk ini totalnya 7 jam. 



Kalian bisa lihatkan, aku pakai dari jam 9 sampai jam 4. Jujur beb, kaget! 
Pertama, untuk warnanya aku pake yang Ivory tuh kaya nempel banget dikulit, bener-bener skinlike, dan rasa "Natural"nya berasa banget dalam artian engga berat & engga yang ngeblock pori rasanya meski realitanya mah aku merasa dia cukup menutupi yah, terus yang aku suka banget adalah coverage dari Wardah Lightening Liquid Foundation ini engga kaleng-kaleng, alis bagus banget!!  Kaya aku pake satu layer sudah ketutupan?!  Teksturnya yang engga terlalu cair juga menjadikan dia nempel di-sponge jadi aku sih suka banget sama formulasinya.

Sayangnya perihal klaim mereka yang bisa mengontrol minyak, aku akan bilang mengecewakan meski terbilang masih bagus yah, sampai ditiga jam cuma berminyak area T zone, dan di jam 7 hilang perlahan tapi engga geser lebay gimana-gimana, tapi tetep, hilang dengan bekas pada pori-pori yang menunjukan produknya pernah eksis. 

Nah, akalu aku bawa sampai 12 jam aku engga tau, tapi untuk 7 jam aja dia sudah mulai hilang jadi engga seoptimal yang aku harapkan, well disini memang engga aku pakein powder sih, nanti kita lihat ya jika dipakein powder dari series yang sama, apakah akan menjadi kombo yang menarique?

Sementara Wardah Lightening Liquid Concealer super unik banget, meski aku sedih dia cuma 2 shades tapi ya engga masalah untuk awal mula. Dari segi formulasi ini bener-bener ter-diluar-ekspektasi aku. Sebuah Wardah bisa membuat concealer yang mudah diblend? high coverage? dan pastinya affordable! Kaget banget. Menurut aku formulasinya mirip sama Age Instant Remind Maybelline, bedanya dia engga memberikan heaviness yang aku rasakan di Maybelline. Dia sama sekali engga cakey yang jelek gitu, meski kalau dipake dia bisa crease, tapi mudah banget diblend lagi. Jadi bukan tipe yang mati. Kaya abis dipake ga bisa diapa-apain, bahkan sampai 7 jam masih bisa diajak kerjasama. Kurangnya produk ini hanya ketika dia pairing dengan orang yang teksture bumbs skin, alis punya kulit yang banyak bruntusan atau milianya, dia meng-enhance tampilan tersebut. Jadi kalau kalian undereyenya banyak masalah, I would like to skip this one!

Tapi kalau kalian cari Concealer untuk menutupi dosa begadang WFH kombo Drakor! Wardah Lightening Liquid Concealer  merupakan jawaban yang tepat, selain itu aku juga impress sih dia tebel tapi engga ketebelan karena aku bisa buat nutupin alis aku dan its turn out nicely! Well done Wardah!

Overall aku kasih nilai, 
Wardah Lightening Liquid Fondation 8/10
+ Shade warna mendingan
+ Kemasan Praktis
+ Harga bersahabat
+ Supercoverage
- Oily Control
- Clog

Wardah Lightening Liquid Concealer  8.5/10
+ Blendable 
+High Coverage 
+ Feels Light
+ Harga Affordable 
- Two shades only
- Textured skin 

where to buy?


Nah, jadi kepo dan pengen coba ga nih? Thanks udah baca review aku, untuk review seputar makeup bisa langsung cek di home untuk lebih banyak ratjun lagi.