review Emina Squeeze Me Up Liquid Conceale


r, review emina, review squeeze me up concealer, review emina concealer

Jujur awal nyobain produk ini aku tuh penasaran kakak, karena masa sih kaya gini hasilnya? Ga percaya sampai akhirnya aku coba pakai beberapa kali, dan hasilnya menakjubkan! (imo). Jadi Emina akhirnya mengeluarkan rangkaian Squeeze Me Up yang mana salah satu produknya adalah Squeeze Me Up Liquid Concealer! Sebelumnya Emina sudah mengeluarkan rangkaian BB Cream, CC Cream, Foundation, dan Cushion, nah kayaknya kurang lengkap rasanya kalau engga ditambah dengan Liquid Concelar! Setelah lama menanti akhirnya rasa penasaran aku terjawab dengan kehadiran produk ini.  

 

Nah, pertama kita bahas kemasannya dulu yah! Jadi kemasan produk ini super simple, dibandingkan dengan aneka klaim yang diberikan, kemasan ini cuma informasikan bahwa kemasannya itu silky texture light-weight, udah gitu doang. Sebenernya rada nanggung ya karena ternyata produk ini sangat promising! Nah,  selain itu sama dengan kemasan Squeeze Me Up lainnya dia punya informasi seputar produknya, expired datenya, dan pastinya informasi soal shadesnya. Nah, warnanya sendiri ada tampak sedikiittt di kemasannya. Selain itu untuk hal yang paling aku engga suka adalah ingredients-nya yang berada dalam kemasan, kaya kenapa gitu?

 

Sementara untuk tube Squeeze-nya dia, ada informasi seputar expirednya yang cukup jelas. Aku suka banget kalau tercetak karena ga akan ilang. Selain itu juga ada informasi seputar shades yang ada di masing-masing produknya!





Nah untuk ingredientsnya, Squeeze Me Up Liquid Concealer punya kandungan yang cukup aman. Satu-satunya notes adalah dia mengandung silikon yang memungkinkan untuk produknya menyumbat pori-pori teman-teman yess!

Oh ya sama dia punya Disodium EDTA yang mana mungkin berpengaruh ke tubuh, tapi karena kadarnya dikit harusnya cukup aman.




Nah sekarang kita masuk ke shades warna, teksture, dan wanginya Squeeze Me Up Liquid Concealer, jadi disini dia punya 3 warna, yang pertama itu ada
1. Light - Cold Undertone
2. Natural - Neutral to Warm  Undertone
3. Caramel - Neutral to Cold Undertone


Untuk ketiga warna ini sendiri cukup okeh untuk kulit Indonesia ya, meski engga bisa mengakomodasi semua warna kulit tapi lumayan cukup sih, apalagi kalau kalian lihat warnanya nanti akan mulai oksidasi, jadi menyesuaikan warna kulit. Dari segi teksture, mereka bilang silky ya namanya. Memang sih teksturenya produk ini tuh menarik, dia engga thick, ga creamy, mirip sama punya Maybelline Fit me tapi lebih light. Jadi memang teksturenya engga berat dan cenderung mudah diblend gitu. Nah, dari segi wangi, dia engga ada hint wangi yang signifikan menganggu akuuu. 



Sementara untuk cara pakainya, aku akan bilang karena teksturenya light, sebisa mungkin dicover aja ke semua area yang pengen kamu taro. Dia tuh teksturenya akan sit on ke kulit kamu dan ringan, memang cocok sih jadi concealer untuk remaja karena ga pengen heavy ataupun sampe cakey ya! 
Nah, selain itu juga produknya ketika nempel dikulit akan sangat mudah dibaurkan~


Untuk daya tahan mereka engga ada Claims, tapi kalian bisa lihat sendiri ditangan aku. Setelah 2x mandi (iya, bagian itu engga aku gosok cuma ke bilas air aja, anggeplah wudhuwkakak). Dia tahan lumayan lama banget, jadi sekitar 4 jam dari pemakaian awal dia masih baik-baik aja meski emang oxidise ya, dan lumayan parah untuk shade Natural dan Lighta, sementara yang Caramel masih "aman" buat aku. 


So far, aku puas banget sama Squeeze Me Up Liquid Concealer! Review ini aku lakukan sampe bener-bener yakin banget karena aku masih engga menyangka kalau dia akan melampaui expektasi aku sejujurnya. Dari segi harga, daya tahan, formulasi, dan sampai ke produknya yang lighweight tanpa membuat jerawat dikulit! Such a dreamy product banget ga sih? 

Eits, tapi dia ada sedikit flaw-nya, yaitu kalau kamu pake dia dibawah mata ala korean style yang cuma dipake ala concealer bagian ujung depan mata dan ujung winged bawah mata, dia memang ga akan bekerja sebagus itu untuk menutup masalah (apalagi kalo udah diatas 20++ ya Bunda). Dia akan masih memperlihatkan dark circle kalau ditaro dikit doang.

Beda sama punya Wardah Lightweight Concealer yang sungguh aku sukai dan plan re-purchased tapi karena udah nyobain ini malah jadi ga move on dong!


Iya, aku beneran sesuka itu sama produk ini, karena aku pakepun engga bikin berminyak diwajah terutama T-zone aku! Terus dia masih awet meski kena masker. Selama kalian taro doang engga kucek-kucek, produknya ga ada hilang atau wipe off, paling transfer dikit dan menurut aku masih tolerabel banget.

Well, this is hard for me karena aku pelit kalau kasih nilai, but this will be
4.9/5! 

+ Harga Murah
+ Coverage
+ Blendable
+ Tahan Lama
+ Transfer Resistant (dikit wajar kalo pake makser)
+ Warnanya lumana 
- Warnanya terbatas 


So segitu dulu kalau dari aku, nah kalau kamu mau cobain`, kamu bisa langsung check out disini
Shopee 


review emina squeeze me up lip matte, review emina squeeze me up, emina squeeze me up lip matte shades.




Hollahope semuanya! Kali ini aku akan review salah satu produk lokal dari Emina Cosmetics yaitu rangkaian Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte! Jadi Emina baru aja mengeluarkan varian baru lip product mereka, yang sebelumnya Lip Creamatte, serta menambahkan variannya menjadi Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte. Nah, kayaknya ya, emina ini memang tetap mempertahankan image mereka yang buat remaja jadi produknya punya daya tahan yang so-so. Soalnya kalau kamu mau produk yang memang baguss dan tahan lama, kamu bisa dapetin di makeover, ya ga sih? Jadi gimana memangnya pengalaman aku mencoba Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte? Yukk baca reviewnya.

                                                         


Kemasan Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte ini berbeda dengan kemasan pendahulunya, yang kali ini dibuat lebih simple dengan satu warna yang sama dan dibedakan sedikit dari dotsnya dan touch of fun dengan deskripsi masing-masing shadesnya--which aku lebih prefer whole package beda warna sih jadi lebih gampang! Kaya kemasan creamatte ataupun liptint yang lain. Misalnya ada Lil Dancing, dia akan menceritakan tentang "filosofi" dari warna tersebut. 


Sementara itu, untuk kemasnnya sendiri dia dibuka dari samping, dan kamu baru bisa menemukan ingredientsnya disana. Rada disayangkan sih karena menurut aku jadi less transparant ya, padahal ada space kosong disalah satu sisinya. Masa kita harus buka kemasannya kalo mau liat? Aku beli originally dari Lazada, which saat itu juga engga ada label buat segel pengamannya. Dengan kemasannya yang kaya gini, aku juga yakin banget makin "kebuka" sama orang-orang yang punya tangan usil kalau harus didisplay.


Sementara itu masuk ke detail produknya sendiri, kalian bisa liat kalau kemasan produknya itu gemesh banget! Kaya tube odol dengan aplikator yang punya ujung pointy. Aku suka sih dengan aplikator maupun tube-nya, coba aja warnanya warna warni juga kaya biasanya hahaha. Untuk satu kemasan Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte isinya 6.5gr yah! Lumayan banyak tuh ga akan abis 2 bulan kalau dipake tiap hari. 


Nah kalau ingredients dari Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte ini love-hate banget menurut aku. Banyak banget kandungan silikon sintetis dari dimethicone, sampai 3 jenis coba! plus dibagian pertama-tama. Sebenernya sih engga ada penelitian yang membutikan kalau dia berbahaya bagi tubuh ya cuma gemesh aja gitu kalau dengan pake lipstick ini kita pake silikon sentetis ditubuh kita.


Nah meski begitu, kandungan Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte ini juga punyaaa banyak banget yang namanya oil pelindung bibir, jadi fungsinya untuk melembabkan bibir tentu saja~ Mulai dari Jojoba Oil, Apricot Oil, Sunflower Oil, dan masih banyak ingredients lainnya. Jadi love! Makanya aku bilang love-hate, karena diluar banyak "kimia" beratnya tapi dia punya kandungan bagus lainnya.



Terus gimana dengan teksture Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte? Teksturenya matte! Hahha iya sesuai namanya dia memang lip matte yang punya teksture bluring finish yang bagus jadi engga akan bikin bibir kelihatan pecah-pecah (tapi kalau bibir kamu keklupas masih akan kelihatan ya!) dan terus untuk wanginya sendiri dia ada hint vanilla chemical yang aku engga suka, but no worry itu cuma kecium aja tapi pas dipake engga ada aroma yang ninggal sama sekali dan engga strong juga wanginya.



Nah, untuk produknya sendiri dia ada 4 warna yang wearable untuk semua skintone kulit menurutku, meski kayaknya kalau kamu punya kulit yang putihhhh banget dia akan stand out ya tapi kalau kulit kamu engga fair lebih ke light - deep, pemilihan warnanya bagus dan aman banget. No fail at all~ Nah, disini dia  Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte shades ada, 


1. Have a Picnic : Hint Pink dengan Warm Undertone
2. Vake a Cookie : Hint Nude ke coklatan dengan warm undertone
3. City Cycling : Hint Orange Burn dengan warm undertone
4. Lil Dancing (my fav!) : Warnanya mauve ke unguan aslinya, dengan cold undertone, kalau dipake ngasih efek stronger personality aja 





Kalau daya tahan Emina engga punya claim apapun sih, dan cara pakainya cukup diaplikasikan dibibir yang kering aja, engga perlu yang lembab/pake lip balm, karena produknya cukup moist.




Nah sementara itu pengalaman aku pake Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte adalah semua warnanya gampang diaplikasikan, super duper mudah, engga ada rasa gumpel, terus kaya kaku, bener-bener langsung aja nyatu dibibir dan ringan banget engga berasa pake. Terus dia juga di ombree gampang. Ini aku gabungin Bake a Cookie dan Lil Dancing. Cumaaaa dia itu tuh rada lama keringnya, dan ketika kering ya so so. Engga matte yang nge-set alias dia masih transfer dan ga kiss proof. Jadi kalau pakai masker dia masih bisa nempel. Cumaaa engga separah itu. Nah, selain itu kalau dipakai dia juga akan ilang ketika makan. Kalau engga makan, misal lagi bulan puasa gitu ya, bisa lumayan lama tuh 5-6 jam, cuma kalau pake masker 3-4 jam ilang apalagi kalau udah makan aku rasa langsung bubar jalan ya. 


Seperti yang bisa dilihat, setelah aku pakai sekitar 3 jam dengan makan, langsung deh dia bubar jalan, cuma Emina Cosmetics Squeeze Me Up Lip Matte ini masih stain dibibir aku rona-rona-nya! Pertanyaannya apakah jadi worth it untuk dibeli? So far aku bilang lumayan banget sih kalau kamu lagi cari lip matte yang engga kering dibibir tapi apakah must buy? Hm, aku engga merasa sih. 

So far, aku akan kasih nilai 3/5
+ Banyak kandungan vitamin
+ Kemasan Unik
+ Ga bikin kering
+ Ga Gumpel
- Banyak silikon
- Tahan lama biasa
- Ga terlalu stay lama
- Warna kurang loveable :p
- Harga masih mehong meski ga mehong sik. 


Bisa dibeli dimana? 



Perhiasaan emas dan diamond terjangkau untuk generasi terkini




Perhiasan emas rasanya cukup terjangkau, tapi bagaimana dengan diamond? Batu mulia yang satu itu sering kali didengar namun kebanyakan orang terutama wanita tidak terlalu memilih diamond sebagai perhiasaan wanita sebab harganya yang terbilang premium dan hanya dapat dinikmati oleh sebagian kalangan saja. Maka sebab itu dalam memilih kalung, gelang, dan cicin emas, wanita cenderung tidak melihat apakah batu yang berkilau itu dikategorikan diamond. 


Faktanya memang biasanya batu tersebut diklasifikasikan sebagai Zircon (Sirkon) atau Berlian imitasi. Padahal jika kita membelinya, berat dari carat batu tersebut juga terhitung. Rasanya sayang bukan? Tapi tidak perlu khawatir lagi karena ketika kamu membeli kalung, gelas, dan cicin emas wanita sekarang sudah ada dengan diamond dengan harga terjangkau!


Perhiasan emas dan diamond terjangkau ini bisa kamu dapatkan di koleksi terbaru dari The Palace Jeweler, Toko perhiasan yang mengusung konsep terlengkap, terjangkau, terjamin yaitu Moela. Mengusung konsep perhiasan emas dan diamond terjangkau, The Palace Jeweler menghadirkan Diamond grade H-VS mulai dari harga Rp999.000,- aja! Penasaran kan kayak gimana sih kira-kira, akan sama ga ya sama kebanyakan perhiasan emas terjangkau lainnya? Moela atau yang berarti Mula, mengajak kamu yang belum pernah membeli emas sebelumnya untuk mencoba membeli emas dengan sentuhan diamond, dengan 5 rangkaian koleksi! Yaitu ada Kamoela, Modela, Trimoela, Bermoela, dan Lovela.


Sebelumnya, aku jelasin sedikit ya kenapa harga dari Moela ini memiliki harga perhiasan cincin emas, pendant emas, dan anting emas dengan diamond yang terjangkau tapi tetap 100% diamond asli bukan zikron. Jadi, kalau kamu beli berlian ada beberapa tolak ukurnya, 

a. Warnanya - Color Scale, untuk warnanya sendiri paling bagus adalah D dan paling biasa ada Z. Jadi grade yang premium biasanya di D-F, sementara semi premium ada di G-H, sisanya masih dikategorikan diamond tapi sudah menguning warnanya. 

B. Kemurnian - Clarity, kalau ini lebih seberapa banyak pecahan dalam berlian tersebut. Biasanya ketika terbentuk ketika proses Berlian itu sendiri menjadi sebuah berlian. Jadi makin ga ada cacat dibagian dalem dia makin tinggi harganya. 






Sumber : GIA

Kira-kira kaya gitu gambarnya, biasanya ketika di ZOOM sampai 10x kalau masih kelihatan bagus dia akan dapet rate Flawless terus kemudian VVS2-VVS1 kemudian VS2-VS1, dan S2-S1 dan seterusnyaaa. 

C. Cutting, potongan. Makin besar potongannya TANPA ada cacat menjadikan harganya sangat mahal. Makanya ketika dia dengan potongan kecil akan menjadi lebih terjangkau. Makanya, sekarang kita bisa melihat koleksi dari Moela~ 




  1. Bermoela 

Koleksi ini mengusung konsep minimalis, cocok banget buat kamu yang baru mau coba diamond dan suka design yang simple. Selayaknya diamond lainnya, dia punya ukuran 0.010-0.020 karat dengan berat emas 1.3-1.7gram! Kira-kira harganya berapa ya? Koleksi yang satu ini mulai dari 999K-3000K yah!



  1. Kamoela 

Kalau koleksi yang ini cocok buat kamu yang suka design feminine, stackable rings, dan suka dengan cicin tipis yang engga terlalu menonjol. Pas banget kalau kamu suka koleksi kecil-kecil dan manis! Harganya mulai dari 2.600K sampai dengan 3000K yah!





  1. Modela

Secara personal ini yang jadi favorite aku, soalnya desainnya unik-unik banget, paduan emas putih dan emas kuning, permainan diamond dengan desain yang minimalis tapi kekinian! (plus poin banget engga sih?!) Ala ala cincin emas model terbaru dari Korea. Selain itu harganya semua dibawah 3000K aja! Kalo kamu mau stack bareng koleksi bermoela pasti lucu banget. Bisa dibilang ini fancy jewel sih! 



  1. Trimoela

Nah kalau koleksi yang ini, dia lebih spesifik lagi dengan 3 butir diamond dengan konsep trilogi! Alias masa lalu, kini, dan masa depan.  Arti filosofi ini adalah kamu dengan orang tersayang yang memiliki cerita dari masa lalu hingga kini, uch-uch romantis banget yakaaann~ 



  1. Lovela 

Terakhir ada Lovela, kalau ini sih fix banget buat ngasih orang tercinta! Iyalah semuanya ada tulisan Love dan gambar hati yang manis. Cocok buat hadiah orang tersayang atau ke diri sendiri sebagai bukti nyata cinta kamu ke diri kamu!



Semua rangkaian tadi sudah dilengkapi dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga semuanya teruji dan pastinya engga tipu-tipu! Semuanya sudah memiliki emas dengan kadar 75% dengan kadar emas 18K! Kamu bisa menguji keaslian emas dari The Palace dan emas yang kamu punya dengan Karatimeter yang bisa kamu temukan di toko-toko The Palace yah!  Nah, perhiasan wanita maupun pria lainnya juga kamu bisa temukan di The Palace terdekat kamu, eits ga perlu sedih kalau ga ada The Palace di kota kamu karena The Palace juga memiliki Toko Resminya di Shopee!

Website The Palace | Shopee The Palace



Disclimer : Tulisan ini bekerjasama dengan The Palace



colorfit matte foundation, wardah colorfit matte foundation, review wardah colorfit matte foundation


HOLLAA! Setelah cukup lama absen, mengumpulkan kemarin niat diri untuk ngereview dan kali ini dateng dari Wardah Colorfit Matte Foundation SPF 30 PA+++! Aku seneng banget karena rangkaian ini punya warna yang lumayan banyak ya bun! Ada sekitar 8 shades dari Ivory (11C) sampai Almond (52N). Memang sih kalau dilihat lebih sedikit ya bun yang range gelap, tapi sebuah pencapaian lah Wardah mau nyoba dengan shades yang jauh lebih gelap dan lebih banyak dari 2-4 tapi 8! Aku sendiri pake shades yang 32N Neutral Beige Nah apa aja sih klaim dari Wardah Colorfit Matte Foundation SPF 30 PA+++ ini?  

  • Non-Comedogenic 
  • Non- Acnegenic
  • Dermatology Tested
  • SkinMatch Technology : Pigmen yang dapat membantu menyatu sempurna dengan warna kulit
  • Matte Micropowder : Memberikan efek oil control pada wajah


 



Dari segi kemasan rada beda nih sama Wardah yang Lightening Foundation karena yang kemasan ini, Wardah kembali dengan kemasan yang packaging box dengan warna nude. Nah, kemasannya juga lebih sedikit informasi dibandingkan yang sebelumnya, yang mana sangat aku sayangkan yah :( meski yah cukup sih, tapi seneng aja kalau lebih banyak informasi soal produk yang mereka edukasikan hehehe. Selain itu untuk pengamannya dia dateng hanya diatas aja, bagian bawahnya loose jadi bisa dibuka gichu dari bawah, jadi hati-hati ya kalau beli takutnya sudah pernah dibuka sebelumnya.


Sementara untuk produknya sendiri dengan kemasan tube dengan design warna nude yang cantik, nah yang menarik buat aku adalah dia punya tulisan shades yang terpampang gede banget! Jadi ini cukup beda sih, kaya seolah-olah dia mau menekankan hal tersebut hehe, dengan tutup yang diputer bikin kemasan ini cukup aman ya bun, anti bocor-bocor club.

Baca juga : Wardah Lightening Liquid Foundation



Beralih ke segi ingredients, kita coba buktikan satu-satu dari segi ingredients apakah memungkinkan untuk klaimnya optiomal seperti yang dikatakan?!





Aqua, Cyclopentasiloxane, Isododecane, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Dimethicone, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Caprylyl Methicone, Trimethylsiloxysilicate, Butylene Glycol, PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Titanium Dioxide, Dicaprylyl Carbonate, Hydrogenated Polyisobutene, Sodium Chloride, Phenoxyethanol, Pentylene Glycol, Tocopheryl Acetate, Triethoxycaprylylsilane, Divinyldimethicone/Dimethicone Crosspolymer, Hydrated Silica, Silica, Disteardimonium Hectorite, Aluminum Hydroxide, Propylene Carbonate, BHT, Ethylhexylglycerin, Hydrogenated Lecithin, Cyclotetrasiloxane, Glycerin, Caprylic/Capric Triglyceride, Centella Asiatica Extract, Cholesterol. May contain: Cl77491, CI 77492, CI 77499, CI 77891.

Nah kalau dilihat dari ingredientsnya sebenarnya produk ini punya kandungan silikon, yang mana sebenernya ada resiko komedogeni, apalagi dibagian awal. Hanya saja ketika dites dia lolos, jadi mungkin kalau kita bersihkan dengan makeup remover secara baik dia akan meminimalisir kemungkinan untuk menjadi komedo yah. Sementar itu, kandungan lainnya dia ada SPF dia Ethylhexyl Methoxycinnamate yang mana punya nama lain Octinoxate, yang merupakan kandungan UV Filter Chemical yang dapat menyebabkan jerawat dan dilarang karena diduga merusak Coral. Sebaliknya satu lagi dia pakai Titanium Oxide yang merupakan UV Filter juga dan aman buat kulit. Oh ya penggunaan Chemical sunscreen juga tidak disarankan yah untuk Ibu Hamil tapi boleh untuk Ibu Menyusui. Kandungan lainnya ada Canetlla Asiatica alias Pegagan, yang mana merupakan kandungan yang suitable buat semua jenis kulit dan bagus banget! Huyuuuu~ 




Untuk teksture bagaimana? Wardah Colorfit Matte Foundation SPF 30 PA+++ engga mengklaim apapun soal teksture mereka, namun selama aku cobain, aku bisa merasakan teksture mereka yang cukup cair dan lebih kaya tinted gitu loh, engga yang creamy kaya foundation kebanyakan. Dia lebih lightweight aja. Wanginya mirip dengan kebanyakan foundation wardah AHAHA, aku ga bisa mendeskripsikannya sih tapi ya kecium kaya wangi foundation pada umumnya aja, engga ada wangi menganggu bahkan ketika diaplikasikan ke wajah ya biasa aja. Wanginya memudar dan menyatuu~



Cara Pakai : Diaplikasikan dibeberapa titik wajah dan diratakan ke seluruh wajah dengan tangan, kuas, atau sponge. Daya Tahan dia klaim hanya Daya tahan lama dan tidak transfer. Berbeda dengan kebiasaanya, sekarang lebih "aman" gitu ya, makanya gemesh aku tu hahaha biasanya banyak informasi dibox sekarang sedikit. Nah, kalau pendapat aku sendiri sih ya, karena teksturnya dia tuh cair banget, pas ditaro sponge nyerep banget ke spongenya. Sebel. Kalau pake tangan atau kuas mungkin mendingan yah.

Sementara apakah dia betul engga transfer? Mungkin kalau diset ya, aku sendiri coba pakai masker ya transfer, meski engga heboh macem kaya nempel semua. 





Aku masih mengulik-ngulik dari formulasinya sih, tapi so far aku bisa bilang dia beneran Matte Foundation. Engga dead-matte ya, masih ngasih kulit buat bernapas, thanks to texture dia yang lightweight jadi engga dempul. Malah cenderung light to medium coverage. Rada susah dibuild sampai full, jadi aku asumsikan tidak bisa yah bun. Sementara kalau dari daya tahan, iya beneran lama. Aku pakai dari sekitar jam 12 siang sampai jam 8 malam masih awet. Terutama diarea yang engga kena masker ya, kalau kena masker dia pasti ke gesek dan hilang karena lepas pasang masker tapi kalau engga dia cukup aman. 


Biasanya aku ngeluh kalau wardah bilang oil control, dia fail. Cuma produk ini cukup bagus dari segi oil controlnya hehe jadi lumayan enak, mukaku engga berminyak banget yah! Kalau dari klaim dia yang menyatu dengan warna kulit, aku sedikit merasa engga sih, dia sedikitt banget masih kaya ada "beda" meski shades ini memang cukup suitable di kulit. Dia punya 3 range kan, mirip-mirip Make Over, ada cool, warm, dan neutral yah. 

Untuk isinya sendiri dia 25mL dengan harga normal sekitar Rp70.000 - 75.000,- apakah worth it? Dibandingkan dengan size kebanyakan yang memilih dengan 30mL. Kemasan ini memang jauh lebih compact, tapi aku bisa bilang dia akan jauh lebih cepet abis dibandingkan dengan seri Foundation sebelumnya yang Wardah Liquid Lightening series, which is akan membuat harga dia lebih mahal sejujurnya sih. Yah, jadi kembali disesuaikan dengan selera ya bun. 

Overall, aku kasih nilai 3.5/5 
+ Oil Control Bagus
+ Shades Banyak
+ Kemasan compact 
- UV : Chemical => Trigger Acne
- Harga lebih mahal sedikit

Harga : Rp70.000 - 75.000 
Shopee : 55.000an

Bisa beli dimana? 






Sustainable Beauty - mungkin masih terdengar asing ditelinga kamu, tapi percayalah dalam beberapa tahun ke depan perkembangan Indonesia yang pesat akan terus berinovasi, hingga mendorong laju pertumbuhan produk yang mengedepankan produk yang berkelanjutan. Gimana tidak? Belajar buat mix and match retinol aja bisa, masa meningkatkan kesadaran pada produk yang aman, bertanggung jawab dan ramah lingkungan kita terbelakang? 

Sustainable Beauty itu apa? 

Rangkaian produk perawatan kulit dan dekoratif (makeup) yang baik untuk kulitmu, tanpa kandungan kimia berbahaya (harsh chemical), dan juga baik untuk alam serta menunjuang keberlanjutan. Produk-produk Sustainable Beauty mengedepankan produk yang ramah lingkungan, mulai dari sumber bahan baku-nya, pemerosesan produk, dan hingga produk tersebut sudah habis masa pakainya. Kemasannya dapat dipertanggung jawabkan oleh perusahaan yang memproduksinya. 

Mengapa Sustainable Beauty penting?

1. Pasar yang berkembang
  • Salah satu industri yang masih berkembang selama pademi ini adalah skincare atau perawatan kulit, bahkan pertumbuhannya meningkat di 2020 untuk perawatan kulit laki-laki! Dilansir dari Gatra, peningkatannya cukup signifikan hingga beromzet setengah miliar setiap bulan disalah satu platform Gamal Man. Hal ini mengindikasi pertumbuhan yang signifikan bertambah setiap tahunnya. Dengan pasar yang berkembang pesat, jelas meningkatkan pertumbuhan industri itu sendiri terutama brand atau pelaku usaha. 
  • Dengan tingginya peminatan, pasarpun berkembang menawarkan ragam rangakain produk perawatan. Tercatat di tahun 2018 terdapat 767 perusahaan yang terdaftar dan meningkat pada tahun 2019 menjadi 790! Itu yang terdaftar, bagaimana dengan yang belum dan beberapa produk import yang langsung melantai di Indonesia melalui e-commerce?
  • Dari sekian banyak perusahaan yang ada, nyatanya pabrik besar yang berstandard ISO untuk memproduksi hal tersebut masih dalam hitungan jari. Beberapa brand mungkin sudah mencoba membangun pabriknya sendiri, namun brand nomer wahid di Indonesia saja masih mengandalkan import untuk memproduksi produk-produknya. Hal ini jelas menjadi sebuah tantangan, sebab dalam upaya melakukan Sustainable Beauty, hal pertama yang menjadi indikatornya adalah dari pabriknya, bukan sekedar produk yang melakukan green labelling.
  • Ekonomi Berkelanjutan, saat ini didunia masih mengandalkan ekonomi liner dimana menerapkan sistem beli - pakai - buang, padahal jika hal tersebut tetap dilakukan akan menimbulkan bahaya. Beberapa pekan lalu telah diperingati Hari Peduli Sampah Nasional, sekaligus memperingatkan kita bagaimana timbunan sampah yang menggunung bisa menjadi bahaya dan mengancam nyawa. Saat ini lebih dari 10 TPA sudah hampir mencapai ambang batas. Dengan menerapkan sistem ekonomi berkelanjutan, dapat menekan produksi sampah yang menjadi limbah, dan mengolah kembali semaksimal mungkin hingga tercipta solusi bagi sampah B3. 



2. Berdampak Pada Lingkungan
  • Bahan Baku Merusak Lingkungan, selain air, komposisi utama yang digunakan oleh kebanyakan produk adalah turunan dari hasil olahan minyak kelapa sawit (palm oil). Indonesia sendiri merupakan eksportir terbesar kepala sawit,  sayangnya tidak semuanya memiliki konsep Sustainable karena diproduksi oleh perusahaan yang masih menerapkan pembukaan lahan, pembakaran hutan dan sebagainya. Memangnya apa saja produk olahan kelapa sawit ?
Vegetable Oil, Vegetable Fat, Palmate, Palmitate, Palmolein, Palm Kernel, Palm Kernel Oil, Palm Fruit Oil, Glyceryl, Stearate, Stearic Acid, Palmitic Acid, Elaeis Guineensis, Palmitoyl Oxostearamide, Palm Stearine, Sodium Laureth Sulfate (SLeS), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Sodium Kernelate, Sodium Palm Kernelate, Palmitoyl Tetrapeptide-3, Hydrate Palm Glycerides, Etyl Palmidite, Octyl Palmitate, Palmityl Alcohol, Sodium Lauryl Lactylate/Suphate.
Banyak ya olahan Kelapa Sawit? Iya, rasanya hampir semua produk perawatan tubuh menggunakan salah satu komposisi diatas, bahkan ga jarang yang menggunakan langsung banyak sekaligus seperti Stearic Acid maupun SLeS/SLS, mulai dari sabun wajah sampai pembersih lantai sebenarnya pake komposisi ini, sebab memiliki manfaat untuk mengangkat sisa kotoran dan minyak, sayangnya selain cenderung tidak ramah lingkungan karena menjadi penyebab penebangan liar, beberapa kandungan kelapa sawit seperti SLS sebenarnya juga sudah tidak dianjurkan karena menyebabkan iritasi. Namun, jika diolah dengan benar sebenarnya komoditas satu ini memang memiliki peranan besar dan sangat membantu perekonomian Indonesia! Pastikan produk yang kamu gunakan merupakan produk olahan kelapa sawit yang menggunakan bahan baku dari perusahaan yang bertanggung jawab, salah satu indikatornya memiliki sertifikasi RSPO atau ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). Caranya? Kamu bisa melihat dari mana produk itu diproduksi melalui "manufactured" yang terdapat pada kemasan produk atau kemasan pembungkus. Jadi disana kamu bisa check apakah pabriknya telah bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki izin yang jelas.

  • Kemasan yang Ramah Lingkungan, sebagian besar kemasan kecantikan menggunakan kemasan plastik. Hal ini didasari dua hal, pertama dari segi harga produk dan kedua karena lebih ringan. Permasalahannya timbul jika kemudian kemasan tersebut tidak dikirim ke tempat daur ulang dan atau sulit didaur ulang seperti kemasan schaset (multi-layer plastik), styrofoam, dan lainnya. Jika dibiarkan, kemasan ini dapat memenuhi TPA dan kemungkinan terbawa ke laut yang berakhir pada pencemaran lingkungan. Hal ini sebisa mungkin tentu kita hindari bukan? Sehingga lingkungan terjaga dan tidak berdampak jangka panjang kepada diri kita.
3. Baik untuk alam, baik untuk kita
  • Lingkungan Terjaga, Masyarakat Sejahtera! Taukah kamu bahwa plastik yang terurai menjadi mikroplastik? Iya, jadi plastik tidak hilang dan menyatur kembali dengan alam dengan sempurna layaknya komposisi lain seperti kaca atau gelas. Plastik menjadi bulir halus yang bersifat beracun dan karsogenik (penyebab kanker). Sayangnya saat ini dengan tingginya penggunaan plastik termasuk diantaranya plastik sekali pakai, plastik yang mencemari laut, hutan, dan sebagainya. Plastik sangat mungkin berakhir kita konsumsi! Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menemukan Air Susu Ibu (ASI) yang telah tercemar dengan plastik, dan sebuah janin bayi yang diteliti telah memiliki plastik dalam tubuhnya. Sehingga sangat penting untuk penghindari penggunaannya, mendaur ulang limbahnya, dan beralih ke komoditas berkelanjutan!

Sustainable Beauty, mulai dari mana?




1. Bahan Baku : Memberdayakan Komoditas Lokal!

Sebagai negara yang subur, jelas aneka ragam tanaman dapat kita temui di Indonesia! Dengan menggunakan bahan baku dari komoditas lokal juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar seperti petani yang menanamnya, meningkatkan ekonomi bagi industri lokal, dan pastinya mendapatkan harga yang efisien dan jauh lebih murah dibandingkan dengan import. Beberapa komoditas lokal yang banyak di Indonesia dengan kemanfaatkan alami yang merupakan komoditas lokal seperti, 
  • Coklat : Komoditas lokal satu ini memiliki banyak manfaat untuk kulit dan kesehatan, dengan kandungan antioksidan yang tinggi, vitamin yang membantu mencerahkan dan mengembalikan elastistas. Di Indonesia ada beberapa wilayah penghasil coklat seperti Bali, Aceh, dan Flores! Kalau soal rasa semuanya unik, namun manfaat semuanya mirip-mirip
  • Kopi : Salah satu bahan yang digunakan dalam skincare adalah caffeine yang membantu mencerahkan mata panda, menyegarkan kulit, dan kandungan kopi sendiri mampu membantu menghaluskan kulit. Di Indonesia kamu bisa menemukan Kopi terbaik dari Aceh, Lampung, dan Bali! 
  • Pegagan : Tanaman ini sangat populer dikalangan pencinta perawatan kulit sebagai Cantella Asiatica, ternyata tanaman ini sangat banyak di Indonesia dan Malaysia, bahkan sudah ditetapkan menjadi tanaman obat sejak tahun 1884! Kehadirannya membantu mengurangi kemerahan pada kulit, kulit yang sensitif karena matahari, dan merawat kulit agar sehat kembali. Pegagan dengan kualitas terbaik dapat ditemui di Bengkulu, Ciwidey, Gunung Putri, Majelengka dan Ungaran.
  • Kelor (Moringa) : It's superoof!Artinya tanaman yang memiliki manfaat luar biasa untuk tubuh dibandingkan tanaman lainnya, ternyata Kelor di Indonesia juga merupakan yang terbaik di dunia bahkan hingga di eksport 100 ton setiap bulannya loh, tepatnya Kelor dari NTT. Kelor memiliki 40 antioksidan dan 90 jenis nutrisi berupa vitamin essensial, mineral, asam amino, anti penuaan, dan anti inflamasi. 
  • Manggis : Siapa sih yang engga kenal sama tanaman satu ini? Ternyata ini juga merupakan komditas lokal terbaik di Indonesia yang sudah dikirim puluhan negara loh! Buah satu ini menjadi primadona karena manfaatnya dan kemampuannya untuk beragam kebutuhan, salah satunya untuk kulit sebagai sumber vitamin C dan antioksidan. Nah di Indonesia sendiri banyak banget petani manggis kaya di Tasikmalaya, Purwakarta, Subang dan puluhan kota lainnya bergantung pada komoditas ini,
Wahh, itu hanya segelintir komoditas lokal terbaik yang ada di Indonesia, kebayang ga kalau sampai diekspor berarti kualitasnya tidak main-main kan? Berarti sebenarnya kita bisa banget menggunakan apa yang ada di tanah Indonesia ini untuk produksi bahan baku dalam mendukung sustainable beauty dengan mengupayakan komoditas berkelanjutan di Indonesia. 

2. Kemasan : Kaca dan Bambu!'
Selain menggunakan plastik, sebenarnya kita bisa menggunakan kaca, alumunium, dan bambu untuk kemasan produk. Selain itu kaca dan alumunium juga memiliki kemampuan daur ulang hingga 100%. Taukah kamu kalau Indonesia merupakan penghasil bambu terbesar dikawasan Asia Tenggara dan merupakan penghasil kaca terbesar ketiga di Dunia? Iya, mungkin karena terbiasa dengan kemasan yang tersedia kita cenderung mengimport dari negara penghasil kemasan sehingga mengabaikan potensi dari komoditas lokal yang satu ini. Padahal dengan memproduksi secara lokal, kita berupaya untuk mengurangi jejak karbon, mendukung komoditas lokal untuk perkembang, dan memberdayakan masyarakat! Oh ya meskipun Indonesia bukan penghasil alumunium terbesar, namun Alunumium di Indonesia dapat kamu temui di Sumatra Utara & Papua! 

3. Mendukung produk yang ramah lingkungan
Jika kedua hal diatas lebih berfokus pada pelaku usaha atau produsen, sebagi konsumen jelas kita bisa mendukung pelaku usaha agar lebih ramah lingkungan dengan mulai berupaya untuk membeli produk yang sudah bertansisi mendukung lingkungan, kamu bisa mengenalinya dari beberapa hal berikut.
  • Kenali produk kecantikanmu dimulai dari lable-nya, 
    • Pastikan sudah memiliki label BPOM dan ketika dicheck disini benar-benar nama produknya sesuai dengan yang ada pada kemasan, jika berbeda ada indikasi produknya PALSU. BPOM melarang peredaran nama produk yang berbeda dengan yang ada dikemasan.
    • Memiliki label Made in Indonesia! Jika kita ingin produk kita lebih sedikit jejak karbonnya dan pastinya mendukung komoditas lokal, sebisa mungkin beli produk yang memiliki label tersebut, artinya produknya dibuat di Indonesia. Banyak banget loh produk yang sudah diproduksi di Indonesia jadi jangan malas-malas buat cari tau ya!
    • Beralih dari kemasan saset menjadi plastik yang mudah didaur ulang seperti PET (segitiga no.1), HDPE (segitiga no.2), dan PP (segitiga no.5)
    • Opsional : Memiliki label vegan dan animal cruelty-free, kalau dua hal ini sangat opsinal ya
  • Sebisa mungkin menggunakan kemasan yang terbuat dari Kaca, Alunumium, dan Bambu yang mudah ditanam dan dipanen dengan cepat. Beberapa brand asal luar negeri juga telah menggunakan kemasan daur ulang atau re-cycle untuk kemasannya loh! Itu juga bisa menjadi alternatif pilihan kalian. 
  • Memiliki informasi perusahaan yang jelas. Dengan maraknya produk kecantikan saat ini, bukan tidak mungkin banyak produk yang dipalsukan, maklon tanpa kejelasan pabrik (jadi pengusaha nakal seperti ini membeli produk di negara X kemudian dilabeli dengan nama brand mereka, yang mana dijual tanpa izin yang jelas), dan produk DIY yang tidak memiliki sertifikasi yang jelas untuk menraih keuntungan setinggi-tingginya. Pastikan kamu selalu membeli dari brand yang jelas dan terbuka, serta memungkinkan kamu untuk bertanya seputar produknya yang berkelanjutan yah!

Dengan memahami konsep diatas, kita jadi bisa lebih bijaksana lagi deh memilih produk yang baik untuk kita serta untuk alam! Menjadi cantik tidak berarti kita harus mengorbankan alam dan lingkungan kita, namun kita juga bersama-sama berupaya mempercantik diri dan lingkungan yah. Kamu juga bisa menceritakan hal ini kepada kerabatmu, share melalui sosial media, dan pastinya mulai mendukung petani serta pengrajin lokal agar mendapatkan perhatiaan lebih dari pemerintah. Kalau kamu, didaerahnya punya komoditas apa nih?

Oh ya, ada sebuah pesan menarik dari Kabupaten Lestari dan Madani Berkelanjutan soal ekonomi berkelanjutan, bisa disimak disini

Disclimer : Tulisan ini merupakan submisi dalam kompetisi blog #LestariCantikmu yang diadakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Yayasan Madani Berkelanjutan dan Blogger Perempuan Network 








Sumber Bacaan :