[Travel] Cerita Naik Kapal Pesiar Mewah - Rencana Liburan setelah Corona!

Siapa yang memasukan Kapal Pesiar atau Cruise sebagai salah satu wishlist destinasi liburannya? Dulu engga pernah membayangkan akan pengalaman naik kapal pesiar ala film-film, kapal yang dikenal dengan istilah Cruise ini juga tergolong liburan yang lumayan besar budget-nya meski hanya beberapa hari, tapi dengan segala ke random-an mama, akhirnya aku mencoba naik kapal pesiar dengan destinasi 2 negara! 



Perjalanan ini dilakukan sekitar bulan Oktober 2019, untung banget sebelum isu Corona bener-bener breakout dimana-mana, engga kebayang kalau kita dateng pas bulan Desember akhir, kayaknya cuma bisa pasrah? Okeh, jadi ceritanya dimulai dengan pembelian tiket yang jauh banget-banget hari, jadi naik kapal pesiar bulan Oktober, kita kayaknya sudah beli dari Februari atau sekitar Maret. Aku lupa pastinya karena yang bantu ngurusin kakak-ku, jadi kita terima beres ajah! Disini aku naik kapal yang cukup mewah dan super besar, gimana engga, kapal ini namanya Dream Cruise : Genting Dream 

credit: dreamcruiseline
Jadi Dream Cruise ini merupakan salah satu anak perusahana dari Genting Hong Kong yang memang bergelut dibidang liburan dengan kapal gitu, sebenernya ada yang lebih mewah tapi itu private dan engga sebesar ini, memangnya sebesar apa? Well, Kapal Pesiar ini terdiri dari 18 deck atau lantai yang bisa diakses dengan lebih dari 3000 penumpang (belum termasuk awak kapal) yang siap siaga 24 jam! Yess, kebayang engga sebesar apa kapal ini? Jujur dulu nih, aku disana cukup pegel bahkan rekor jalan aku sampe 17.000 langkah sehari cuma di kapal doang :) 

Nah, disini aku mengambil perjalanan lima hari, ibaratnya biar puas yah shay naik kapalnya haha bener sih sampe engga pengen lagi :( gumoh, meski alhamdulillah aku engga mabuk laut tapi teteup. 
Oh ya setelah aku check di website mereka aku naik yang 4 hari dengan destinasi 

Singapore - Penang - Phuket/Langkawi - Singapore dengan harga mulai dari USD976  (ini aku cek per nulis ya, 2020 ga tau kalau ada update lagi!) nah selama 4 hari itu ngapain aja?


Day 1  - Early Arrival a.k.a Nyampe Duluan 

Untuk hari pertama sebenernya lebih fokus dengan fight dari Jakarta ke Singapore ya, aku waktu itu dapet tiket dari Travel Fair gitu jadi alhamdulillah dapet tiket dengan harga sekitar 2.8jt dengan pesawat Singapore Airlines yang biasanya pergi doang 3jt shay wk :( sebenernya bisa aja sih dengan pesawat yang budget tapi karena pengen fokus liburan dan kalau dihitung dengan koper-ku yang sampai 30kg, akan lebih hemat justru naik Singapore Airline yang bagasinya sampai 40kg! --plus tentu saja lebih nyaman. Biasa emak saya, maunya kalau liburan ya nyaman :") b-e-d-a c-e-r-i-t-a kalau gue yang pergi sendiri

Baca juga : Perjalanan ke Thailand pake Tabungan

Nah dimalam pertama ini aku pisah sama kakak-ku, jadi kita pas sampai langsung ke hotel buat nginep semalem sebelum kemudian ketemu paginya di Airport. Nah kalau kalian dapet jadwal yang pas, kebetulan aku dapetnya yang ga enak aja posisinya karena apanya lupa. Kalian sebenernya bisa langsung dari Bandara Singapura langsung naik taksi atau grab atau gocar (sumprit gue kemana-mana naik gocar murah bener!) untuk ke Pelabuhan. 

Day 2 - On Board a.k.a Naik Kapal!

Nah sebenernya perjalanan dimulai dari sini, dari Bandara ke sini dengan gocar waktu itu sekitar  $9-12 SGD atau setara dengan 90-120K, kesannya mahal ya? Sebenernya ya normal aja kaya dari rumah ke Bandara segitu juga, soalnya titik-titik pariwisata emang lebih mahal em, gatau kenapa.

Setelah sampai, kita akan disuruh antri dan menitipkan tas untuk diangkat setelah dicek, pengecekannya kalau dikapal harus handcarry benda yang ada pemicu panas kaya catokan rambut, setrika dan powerbank, nanti tas kita juga akan dilabel-in dengan nomer kamar kita dan ditaro depan pintu kamar, jadi insyallah engga ketuker meski bisa jadi sih. Kalian percaya aja sama mereka. Setelah barangnya antri masuk, barulah kemudian kita diminta antri untuk masuk melalui pelabuhan.

Nah disini bagian yang paling lamak. Kenapa? Karena yang antri masuk ada ribuan dan jalur pelabuhan Internasional jadi harus ada "tanda" dari imigrasi. Nah kemudian kita masuk sambil cek verifikasi data ke imigrasi dengan tiket pembelian kita. Setelah sudah dicek, baru kemudian kita bisa antri ke bagian imigrasi dan masuk kedalam kapal. Disini cukup lama, waktu itu makan waktu sampai 3 jam baru akhirnya masuk ke dalam kapal pesiar, oh ya, ketika masuk kapal pesiarpun paspor kita ditukar dengan sebuah kartu. Kartu ini nantinya menjadi identitas diri, sekaligus alat pembayaran selama berada di kapal, dan kunci masuk ke kamar juga. Sebab, nanti akan ke beberapa negara, jadi demi keamanan agar istilahnya kita engga kabur dan hilang jadi kita diberikan ID tersebut yang sudah lengkap dengan informasi seputar kapal pesiar dan kontak dengan berbagai bahasa.


Setelahnya, sekitar jam 3.30 aku masuk ke dalam kapal pesiar, jujur udah cape banget karena antri mulu. Setelahnya langsung ngacir ke kamar, untuk kamar, mama pilih yang dengan balkoni jadi bisa melihat laut dan ada tempat santai kecil. Tentu saja, mamiku langsung gaya setelah sampai kamar.
Kamarnya sendiri termasuk compact dan padet, jadi ada kasur ukuran queen size, sebuah TV yang menempel ke layar, dan ada sebuah sofa yang dilengkapi dengan kaca dengan meja multifungsi, ada beberapa kompartemen didalamnya. Nah, disebelah kasur, ada lemari yang nempel dengan kamar mandi. Sebenernya ini lemari hampir engga bisa kepake karena bener sejengkal banget dengan kasur yah jadi sulid. Kamar mandinya sendiri memiliki tap water, alias bisa diminum gais airnya karena punya filter yang baik.

Setelah kami sampai kasur dan rebahan beberapa saat, aku diajak kakak untuk makan. Jujur aja nih karena engga kaya hotel yang bisa milih, aku dapet kamar yang jauh banget dari kakak. Jadi ada kali kayaknya dia diujung barat dan aku ditimur, jauh bener hahaha beda kamarnya sampai 200an kamar, sedih banget, tapi yaudah pasrah aja karena udah cape juga dan sudah ditentuin. Jadi sekitar jam 5an kita mulai naik ke atas, nah disini ada beberapa restaurant. Tersedia 3 spot lift, jadi deck kiri, tengah dan kabin kanan. Masing-masing ada 6 lift umum dan 2 lift private yang bisa sampai lantai 20 (kamar khusus). Kartunya beda shay, kalau aku dapet kartu merah maroon sementara yang VIP itu black card.

Dream Cruise sendiri punya 3 restoran yang bisa diakses secara gratis atau cuma-cuma pada jam-jam tertentu, tapi ada beberapa restaurant yang kalau mau makan disana harus bayar additional charge sesuai dengan menu yang dipesan. Nah untuk yang 3 restaurant tadi ini cukup penuh terus karena waktu aku kesana lagi ramai banget dan ada liburan keagamaan di India kalau engga salah jadi kebanyakan pengunjung dari India dan sekitarnya ikutan liburan.



Untungnya tempat ini memang didesain cukup luas ya, dan punya aneka ragam makanan tapi memang menyesuaikan dengan "penumpang" karena waktu itu banyak penduduk India, jadi beberapa section buffet makanan itu diisi oleh opsi makanan khas India. Untuk section makanan halal juga ada, tapi cuma satu dan dipojokan, sisanya kebanyakan makanan Internasional kaya pizza dan sebagainya, terus ada makanan asia yang cukup berubah-ubah. So far, semua makannya yang ada disana masih sesuai selera aku dan enak-enak ajah! apakah bosen? Jujur, pas hari kedua aku cukup bosen karena 3x makan (iya ga mau rugi!) tapi setelah diexplore sebenernya sih engga semembosankan itu.

Nah, setelah makan makan sore, kita balik ke kamar dan aku sama mama langsung tidur guys, kaya cape aja kehabisan energi gitu. Kita bangun sekitar jam setengah sembilan setelah ditelefon kakak berkali-kali, kondisinya jam 8 kapal sudah mulai berlayar menuju ke Penang hehehe, ya jadi disana kita berkali-kali berasa kaya ngambang gitu guys asli! Hal yang aku kurang suka sih karena berasa gempa wkakaka, setelah itu kita bangun dan makan malam.


Day 3 Penang The Explorer 

Untuk hari ketiga kita mulai dengan sarapan tentu saja, kemudian mulai mengeksplor beberapa tempat yang aku pengen lihat, disini setiap harinya dibagikan selembaran kegiatan gitu. Hal apa yang bisa dilakukan disini, well, disini lumayan banyak tempat hiburannya, mulai dari kasino 24 jam, layar tancep (jujur) yang ada games serunya, mulai dari tebak-tebakan sampe lotre! Aku jujur pengen banget ikut lotre tapi ya, takut aja hahaha dan mahal! Tiketnya sekitar 500k/1jt rupiah kalau engga salah, meski mama mengizinkan aku maju mundur soalnya ya, kalo kalah ilang tjuy uangnya.

Nah setelah makan pagi dan sebagainya aku niatnya mau mengeksplor kapal aja sama mama, istilahnya menikmati hari di kapal bahkan aku pengen renang, tapi sekitar jam 11 gitu kita sampai di Penang dan aku sama sekali belum pernah ke Malaysia, jadi akhirnya kita ikut-ikutan turun deh! Nah kali ini aku sama kakak turun secara mandiri, sebab sebenarnya kita bisa ikut tur yang disediakan oleh kapal Dream Cruise tapi harganya cukup mahal, kaya city tour aja, harganya sekitar satu juta. Nah turun dari kapal itu bebas, kita masuk melalui pelabuhan yang sepi dan cantik, oh ya, enaknya karena ga banyak yang turun jadi ga ramai baik antrian masuk dan keluar. Jujur bahkan kita engga perlu cek di imigrasi karena sudah otomatis gitu.  Oh ya, lucunya pelabuhannya warnanya pink! Dari sana kita naik grab yang pesen manual kaya biasa. Sekarang enak deh, provider sudah bisa lintas negara gitu sinyalnya, jadi beli paket yang seminggu buat ASEAN. Etapi, sayangnya kartu ini engga berfungsi sama sekali selama dikapal, sebab ditengah laut kali ya jadi engga ada provider yang bisa diajak "kerjasama", untungnya kapal menyediakan wifi dengan biaya tambahan SGD$20/4 hari per-2 hp. Aku dan mama memutuskan untuk engga ambil karena biar bisa menikmati liburan, sementara buat yang kerja, its quite ok!



Nah, setelah turun kita ke mall di Penang :") hahaha ternyata penang itu kota kecil dengan bangunan khas yang jadoel gitu. Banyak bangunan masih semi inggris yang baru dicat ulang dengan warna pastel dan kalau engga salah Penang terkenal dengan rumah sakit kunjungan yah, buat orang Indonesia dan sekitar Malaysia yang pengen berobat dengan harga terjangkau tapi fasilitas lengkap. Merepet pengobatan budget dari Singapore gicuu! Nah setelah sampai Mall aku langsung ke Sephora-nya dong wkwk sumprit sebagai price police --yang bikin mama sebel karena jadi ga bisa menikmati liburan kalo katanya. Aku cek harga beberapa barang di Sephora Malaysia dan kaget dong ternyata murahan di Indonesia bahkan beberapa di Singapura! padahal sudah ke mall paling gede di Penang, akhirnya malah muter-muter bentar nyari minuman kekinian, waktu itu Boba jadi kita segerombol nyarilah boba disana. Setelahnya ke Daiso dan lagi-lagi mahal! Harganya sekitar 6RM belum pajak, dan kalau dikorvensi ke Indonesia sekitar 20.000 belum pajak jadi sekitar 23.500an gitu untuk satu barang.

Setelahnya engga lama kita ke jalan yang lagi hits di Penang, namanya Culture Art Street katanya karena warga disana berjibaku buat area wisata, jadi kaya ada beberapa mural yang dibuat warga untuk spot foto sampai dibuat oleh seniman Ernest Zacharevic, yass! Kita nyarinya cukup muter-muter karena letaknya rada jauh dari tempat kita diturunkan. Ibaratnya kita diturunkan di pintu gate (yang engga ada gate-nya), dan harus jalan sekitar 800m sampai menemukan spot tersebut.

Nah setelahnya baru deh kita foto-foto lucu disana dengan es krim, memang satu jalan itu didedikasikan dengan mural, souvenir, sebuah klenteng mini dan toko makanan ringan. Jujur aja mirip sama kalau lagi jalan di mini malioboro karena ukurannya cuma 1/10 malioboro hahaha tapi begitulah kira-kira konsepnya. Lanjut lagi, kita balik ke pelabuhan dengan grab dan langsung deh naik kapal.

Aktivitas setelahnya kita cuma mandi dan makan malam, setelah itu balik untuk istirahat dikamar masing-masing. Sebenarnya aku mau eksplore lebih banyak dikapalnya, sayangnya hujan jadi mending meringkuk dikamar sambil nonton beberapa film yang sebenernya diputer berulang-ulang hahaha, oh sama belajar seputar keamanan kapal. Jadi kita diminta untuk membaca instruksi keselamatan kapal. Ngeri-ngeri kaya Titanic ehm, tapi kebetulan jauh iceberg nya hehe

Day 4 Langkawi? Malaysia Little Island 

Nah dihari ini aku mulai mengeksplor bagian kapal-kapal yang lain, mulai area renang dan bermain anak yang engga pernah sepi, sampai deck atas yang kaya see-sight deck. Alias Deck untuk menikmati pemandangan aja sambil berjemur gitu, mengingat itu terik dan berangin super kenceng akhirnya aku milih buat berendam diarea jacuzi sambil nyantai. Sebenernya karena ini area umum jadi engga bisa "get a privacy" sih jadi kalau berenangpun yaudah pasrah aja kalau ada orang.

Kebetulan aku kesana pagi-pagi dan bener dong ada orang yang lagi nyari spot buat foto dan akhirnya dengan sedikit maksa doi motoin gue HEHE. Jadi kebetulan waktu itu lagi pake baju renang yang lumayan seksi, jadi gue tentative tuh dia mau ngambil foto gue karena memang mau atau kenapa *berusaha positive thinking*. Setelah setengah jam dia pergi, dan gue langsung buru-buru cabut. Bye.

Setelah mandi dan teburu ke tempat makan, yes kalau sudah jam 9 makannya sudah mulai habis dan terbatas banget. Jadi opsinya engga banyak, dan gue langsung ikut untuk turun diwilayah yang kedua, ini Langkawi, Malaysia. Terkenal dengan Elang -katanya, karena logo mereka sendiri burung tersebut. Disana gue da rombongan memilih untuk mencharter sebuah mobil --dan satu-satunya kendaraan resmi yang bisa disewa dipulau kecil, ga ada taksi gitu-gitu yang legal dan ga boleh ada grab, nampaknya upaya mendukung ekonomi lokal.



Disana sekitar 1.5 jam kita diantar ke daratan yang lebih tinggi, menuju gunung dan cable car (kereta gantung) yang terkenal banget disana, karena pemandangannya indah. Yah ibaratnya kalian naik gunung atau daratan tinggi tapi komersil, jadi sudah ada jalur daki-nya lengkap dengan bayar tiket masuk yang lumayan mahal, sekitar 450K kamu dapet akses untuk naik cable car dan naik ke sky brigde. Jujur sky bridge-nya memang bagus dan tinggi banget. Kaya membelah jurang gitu!

Jadi setelah beli tiket kita akan diajak antri untuk naik cable car yang lumayan panjang, kayaknya lebih dari 1KM deh, setelah itu kita diajak mendaki atau kamu bisa beli pass untuk naik mini cable car seharga 10RM kalau ga salah, untuk turun ke area Sky Bridge-nya.
Oh ya tapi disana banyak monyet, iya kaya dibali. Bedanya disini lebih ganas. Bener-bener ditekankan ga boleh bawa makanan atau makan. Bener aja dong, salah satu rombongan ada yang anaknya makan coklat, dikejer bener-bener sampai akhirnya dilempar ke tong sampah. Padahal cuma permen coklat! Serem shay.

Pas awalnya turun bisa sih tapi setelahnya naiknya kita bayar cable car mini hahaha dan antrinya lumayan lama sampai 30 menit. Waktunyapun cukup lama sih, disana kita balik-balik sudah sore aja.
Setelah kapal berangkat lagi di jam 3, aku dan romobongan kembali, mandi dan kemudian makan lebih cepat karena setelah ini kita mau nonton pertunjukan!

Nah pertunjukan ini salah satu daya tarik yang ditawarkan dikapal ini, mulai dari penyanyi opera, atraksi sulap dan sebagainya. Kalau kali ini kita nonton tarian yang dibawakan oleh Gigi Dance School, yess salah satu sekolah tari dari Indonesia yang menceritakan tentang Plastic Fantastic. Intinya bahaya plastik apabila dipakai dan diproduksi secara tidak bertanggung jawab.

Setelah selesai, aku lanjut lagi dengan makan malam dan belanja di kapal hahaha. Jujur sebenarnya pegel banget yakan, tapi akhirnya tetap muterin kasino dan liatin sale! Namanya juga doyan diskonan dan disini emang engga kena pajak jadi... hehe aku ga beli sih tapi meracuni mama. Oh ya Kasino disini rame banget, aku personally cuma nonton aja seru ya karena judi itu bukan passion. Satu-satunya judi yang aku lakukan hanya di timezone atau funworld :(

oh ya, malam terakhir kita diperkenankan untuk tukar kartu dengan sebuah resi yang nantinya dipergunakan untuk ambil paspor kita besok. Kartunya nanti dicek dulu ada tagihan atau engga kalau ada ya dibayar aja, kalau sudah ya selesai. Simple ya? Realitanya antri 2 jam dari jam 11 malem dan baru selesai jam 1 pagi! Ngantuk beb.

Day 5 Back to Singapore




Setelah puas diri di Malaysia --hehe, aku balik ke Singapura sebagai negara awal keberangkatan. Setelah bangun kesiangan dan menikmati makan lebih banyak tsaah~ aku mengakhiri perjalanan dengan muterin seluruh area kapal untuk melihat-lihat lebih detail area tersebut, mulai dari bar, area bowling, beberapa restoran yang lebih eksklusif sampai ruangan navigasi kapal. Jadi disini kita bisa melihat para supir kapal :") nahkoda ya namanya? alias ship captain, sedang mengendalikan kapal. Dipimpin oleh orang Norway kalau engga salah, dan beberapa orang Inggris. Jujur engga kaget karena mereka memang terkenal sebagai pelaut kaya Indonesia, bedanya, kalau di Indonesia teknologinya belum cukup? atau, kita lebih ke kapal lain kali ya.

Disini lebih ke free-time aja sih, karena Kapal Kita sampai di port sekitar jam 1 siang. Selesai sudah pengalaman aku naik kapal pesiar! Acara selanjutnya mulai mengeksplor kota Singapura sebelum pulang besoknya.


Nah, kira-kira kaya gitu guys pengalaman aku selama naik kapal pesiar, hmm adakah cerita lain? Adak! Kapal ini cukup "rasis" hahaha, serius. Aku sempet sebel diawal-awal pertama, sebab merasakan rasisme dikapal yang terbilang isinya multi-culture ya, hal ini dilakukan oleh awak kapal yang biasanya aku alami di bagian restaurant. Beberapa awak bersikap rasis mulai dari yang janator alias tukang bersih-bersih sampai yang sifatnya supervisor. Contohnya?

Ketika ada manager bawa nampan isi sendok dan garpu, ada mba-mba yang ambil terus diperbolehkan dengan sopan oleh si manager yang memiliki etnis yang sama. Secara otomatis aku yang lagi nyari sendok mengikuti dong, eh diusir sama manager, diminta ambil ditempatnya aja. Lah? barusan si emba gapapa.

Sementara etnis lain, ada yang motong antrian engga papa. Aku disana cuma mau ambil sepotong pizza diusir dan diminta antri dari awal meski cuma mau ambil pizza doang yang kebetulan cuma ada disana karena wilayah lain belum restock. Jelas-jelas mba-mba depan awak ambis nyelak dan ambil pizza terus lanjut lagi gapapa!! hanya karena kulit gue dan muka gue Indonesia-Malayu, bereda dengan si awak dan mba-mba yang antri gue diperlakukan ga enak.

Jujur kaget dan sedih banget, tapi mau negur gimana? Wong managernya sendiri. Disana waktu kebagian halal ketemu chef dari Indonesia, iseng ditanya sama kakak gue soal rasisme dia ketawa aja dan bilang engga kok, mungkin salah paham. Tapi, well, we can assume by the gesture then.

Jadi kalau kalian naik kapal seperti ini, jangan kaget ya kalau ada beberapa awak yang sikapnya engga sopan, tapi engga semua kok. Banyak awak yang cukup sopan dan ramah, terutama adalah satu mas-mas gateng dari Indonesia juga, dia baik!

Tapi setelahnya aku kapok engga mau naik lagi, selain karena udah mabok kapal yang berasa dikit-dikit gempa. Menurut aku sekali sajalah, cukup untuk mencoba naik kapal disini!
Nah sekian terimakasih dari aku, semoga kalian mendapatkan gambaran ya bagaimana pengalaman naik kapal cruise.

Have a nice day!



































Day 5 Back to Singapore 

Setelah















































































0 komentar:

Posting Komentar