[Honest Review] Review Lactacyd Herbal



Membicarakan area kewanitaan di Indonesia rasanya masih sangat tabu, bahkan sampai baru-baru ini setelah menjadi blogger baru mendapat Informasi yang lebih 'mumpuni', aku sendiri bukan expert maupun ahli dalam bidang ini. Jadi disini sifat nya sangat terbuka, dan mohon maaf kalau ada ucapan yang kurang tepat.

Nah dulu tuh aku pengen jadi Dokter biar bisa ngasih pendidikan ke Perempuan di Indonesia soal bagaimana seharusnya kita sebagai perempuan Indonesia memperlakukan area ke Wanitaan kita, yah intinya agar bisa menolong sesama. Tapi untungnya dengan media blog ini aku mampu menginformasikan ke orang-orang di sekeliling aku bahwa ilmu itu tetap bisa dibagikan dan didapatkan dari berbagai pihak.

Sekarang aku nah ngomongin soal salah satu organ vital yang kadang masih kurang disadadi perannya oleh anak-anak zaman sekarang. 

Baiklah, pertama-tama, harus kita benarkan paradigma bagian Vagina dan Vulva. 

Sebenarnya saat kita SMP, kita sudah memiliki ilmu ini. Aku inget banget ini pelajaran kelas 3 SMP tepatnya semester kedua BAB 8 atau Bab 9 dalam buku KTSP 2006. Tiap kali ngomongin ini, yang anak laki-laki heboh banget deh, engga ngerti kenapa =_="
Related image
sumber onedrop.sg
Nah aku mau ingetin lagi, kalau Vagina merupakan area dalam sebelum leher serviks dan uterus. Jadi lokasi si Vagina ini sendiri letaknya berada dibagian dalam. 

Nah pertanyaan berikutnya, sebenarnya apakah bagian ini perlu di cuci ataupun dibersihkan? 

Jawabannya adalah Tidak! Bagian vagina memiliki sistem tersendiri yang menjadikan mereka mandiri, mereka mampu membersihkan sendiri dan menjaga ke-stabilan pH nya dengan bantuan bakteri baik Lactobacilli menurut  Dr. Jennifer Gunter , tapi bukan berarti benar adanya ya kalo kita guyur yogurt! Jadinya ngaco. Pernah aku baca artikle itu dan salah, menurut Jessica Shepherd, M.D memang dalam Vagina mereka sudah memiliki ekosistem tersendiri untuk menjaga kebersihannya. 

Tapi, aku mengalami keputihan, bau engga sedap dan organ yang kurang kencang? Itu gimana?
Nyatanya, memang setiap organ perempuan memiliki aroma tersendiri yang menjadi ciri khasnya , dan memiliki sistem untuk 'mengeluarkan' kotorannya dalam bentuk keputihan, selama masih dalam batasan wajar seperti hanya berwarna bening, cenderung putih atau kekuningan tanpa bau menyengat tidak menjadi masalah. Tapi sering kali bahkan ada yang sampai menghijau? Itu tanda-nya kalau area Vagina kalian bermasalah! Apa lagi kalau sampai bau tidak sedap-nya tercium. Baiknya ke dokter. 

Image result for vagina parts
sumber onedrop.sg
Tapi sebelum ke dokter, kalian biasa mensiasati dengan beberapa hal, salah satunya adalah membersihkan area Vulva. Ya, ketika Vagina tidak perlu diperhatikan tapi sebenarnya ada area lain yang biasa kita sebut mulut Vagina yang butuh perhatian dan kasih sayang dalam perawatannya. Hal ini dikarenakan area ini lah yang sebenarnya berinteraksi langsung dengan dunia luar, meski kita memang memiliki rambut-rambut disana, ketika area ini ter'cium' aroma-nya jelas kalau selama ini kita tidak merawatnya dengan baik.


Biasnaya ada beberapa yang menjadikan arena ini bermasalah. 

1. Dari luar 

a. Lingkungan tempat tinggal

Percaya ga sih, kalo dimana kita tinggal juga bisa mengganggu si area ini? Padahal-kan sesederhana kita tinggal dimana? Pake celana, pake daleman bahkan pake pantie liner. Tapi belum cukup untuk melindungi area ini? Iya, karena sanitasi lingkungan kalian belum tentu bersih. 
Kebanyakan penyakit kulit dimulai dari lingkungan yang kurang bersih, apa lagi kalau airnya tidak sehat. Jelas ini menjadi hal utama yang harus segera dibersihkan. 

b. Celana yang terlalu ketat  & Longgar

Loh? Kok jadi masalah? Tentu saja. Ketika terlalu ketat kita cenderung lebih mudah berkeringat, keringat ini lah yang kemudian membantu proses pertumbuhan bakteri semakin cepat. Sementara kalau terlalu longgar, memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam area tubuh kita. 

c. Makanan yang tidak sehat
Pecaya ga, kalau kalian makan-makanan yang cuma terdiri dari daging, minyak dan olahan susu, wangi area kewanitaan kalian akan lebih tercium. Sebaliknya ketika kalian makan hanya sayuran, buah-buahan dan gandum, area ini wanginya semakin samar. Maka dari itu, kita butuh banget asupan yang bergizi. 

2. Dari dalam 

a. Mencuci dengan sabun mandi

Lah terus gimana caranya? Yap, bagian luar ini sebenarnya masih punya pH yang mirip dengan dengan vagina, yaitu pH 3.5-4.5, ketika bertemu dengan sabun mandi, pastinya akan langsung kering dan bisa iritasi, jadi baiknya di cuci dengan cairan khusus atau hanya dibilas dengan air tanpa di cuci (gosok) 

b. Aktifitas seksual yang salah atau terlalu dini

Nah ini, mungkin banyak yang kurang paham atau anggep hal ini tabu (bahkan pas nulis pun merasakan hal yang sama) tapi rasanya penting untuk disampaikan kalo sebenarnya dengan melakukan aktifitas seksual yang terlalu dini bahkan menyabapkan kemungkinan kanker serviks semakin besar. Sednagkan salah dalam arti kita menggunakan hal-hal yang tidak diperlukan secara berlebihan.................................................... kaya misalnya cairan gitu buat itu. Nah kan bingung anak kecil nulis ginian :' ya paham lah ya.

c. Memberikan parfum 

HAHA! Aku engga tau sih tapi dibeberapa artikle ada orang yang memberikan parfum (semoga bukan kalian ya) ke area kewanitaannya dengan tujuan menutupi area yang tidak sedap. Sayangnya justru dengan memberikan parfum area tersebut jadi bermasalah dan iritasi, karena kandungan yang tidak baik. 

d. Ketika buang air hanya menggunakan tissue

This is happens. Yep, bahkan banyak temen-temen aku yang melakukan hal ini dengan tujuan mencegah adanya area kehitaman di area selangkangan kita. Ini dikarenakan dengan hanya menggunakan tissue, area wanitaan kita jadi tidak bersih dan bahkan penyebaran bakteri. Aku pernah coba seminggu, dan bener dong.. Jadi keputihan parah.


Bagaimana cara merawatnya?


Nah ini tahapan paling penting bagaimana cara merawat area V (vulva) kita sebenarnya? 
Ada yang bilang di steam, ada yang bilang di totok? biasanya ini dilakukan untuk mengencangkan area tersebut. Kalo menurut Ms. Gunter, steam itu bisa bahaya bahkan bisa membuat pertumbuan bakteri lebih cepat meskipun di salah satu Spa di Jakarta juga ada yang menawarkan hal tersebut, kalo engga salah treatment setelah melahirkan, kalo ini sih mungkin karena ramuna orang zaman dulu di luar negeri belom sampe ngebahasnya ya. Bisa dicoba sih kalo pengen tapi yang jelas ada konsultasi lebih dahulu, 


1. Olahraga 
Percaya atau engga, dengan olahraga, area kewanitaan kita bisa lebih kecang secara alami. 
Olahraga seperti apa? 
Image result for exercise for tighten vagina
The Edge Search

Kira-kira seperti itu, bisa juga dengan kita Plank atau dengan sering melakukan banding naik turun. Yang penting olahraga ringian yang rutin, juga untuk mendetok tubuh kita.

2. Puasa
Yess! Ini Bulan Puasa, ngerasa engga kalo ada corak di bagian daleman kita? Yap, ini juga jadi salah satu alternatif dengan mendetox semua racun dan kotoran dalam tubuh kita. Fungsi lainnya adalah untuk membiarkan tubuh bekerja secara alami sesuai prosesnya, plus tidur yang teratur ya. 

3. Dengan ramuan tradisional 
- Siapkan 30 gram daun pepaya, adas pulawaras 10 gram, garam secukupnya. Caranya: blender daun pepaya beserta adas pulawaras lalu tambahkan sedikit garam, kemudian tambahkan air mendidih setengah gelas. Saring dan ambil airnya, minum pada malam hari 1 gelas setiap harinya. 

- Sediakan jeruk nipis 1 buah, 5 gram jintan, 15 gram kunyit, 10 gram bunga delima. Caranya; tumbuk semua bahan-bahan seperti jintan, kunyit dan bunga delima lalu tambahkan tiga perempat air mendidih dan tambahkan perasan jeruk nipis lalu disaring. Dapat diminum pada malam hari. 

-  Daun sirih dan buah pinang muda. Caranya : Ambil 10 lembar daun sirih dan 4 buah pinang muda yang sudah dibelah menjadi 2, lalu masukkan 6 gelas air. Rebus hingga menjadi 3 gelas air, minum untuk 3 kali dalam 1 hari.

dikutip dari sini


4. Dengan menggunakan pembersih ke wanitaan,
Sebenernya ini adalah bentuk mudah dan sederhana untuk perempuan era millennia seperti kita saat ini. Sekarang sudah banyak beredar produk produk yang mempermudah kita untuk merawat area kewanitaan, ada beberapa standart yang perlu diperhatikan saat memilih pembersih kewanitaan, pertama pH kandungan nya harus dibawah 5 dengan komposisi sebisa mungkin tanpa SLS ( Sodium Laureth Sulfate) dan Paraben.



Nah sekarang Tiara akan mereview beberapa produk yang menawarkan diri sebagai pembersih area kewanitaan kita,


Disini aku memberikan info tentang 3 produk pembersih area kewanitaan yang sering kita jumpai di disekitar kita, yang pertama ada Lactacyd Herbal produk ini aku cari susah banget, mungkin karena lagi hot-hotnya jadi abis dimana-mana sampe aku akhirnya nemu dI Guardian. Sementara produk yang bening (produk A) ini mudah didapat di alfamart dan yang merah (produk B) lebih menjamur lagi di setiap tempat ada. 

KEMASAN 

dari segi kemasan hanya produk A yang datang tanpa box, benar benar hanya produk-nya saja tanpa di segel pula. Dengan bahan yang paling ringkih juga. Sementara Produk Lactacyd Herbal lebih kokoh dengan plastik grade 2 sementara Produk B juga cukup kokoh dengan plastik grade 2. Diantara ketiga nya hanya tutup Lactacyd tapi yang paling aman dan kokoh, jadi engga gampang meleber kemudian. 

Untuk ukuran ketiganya, Lactacyd Herbal dan Produk A memiliki ukuran yang sama yaitu 60mL sementara Produk B punya ukuran lebih besar yaitu 90mL.

Produk Lactacyd Herbal sendiri di produksi di Vietnam kemdian di Import ke Indonesia karena memang merupakan produk International, harga nya juga lebih mahal yaitu 20.100 untuk Produk A 13.000 & Produk B 19.700 di produksi di Indonesia.


KLAIM 
.Produk Lactayd Herbal mengklain bahwa produknya dengan kandungan Daun sirih, Susu dan Bunga mawar memberikan perawatan dengan lembut, dapat digunakan setiap hari.
Telah teruji secara dermatologist dan direkomendasikan oleh 162 pengguna Indonesia.
Cara penggunaannya tuang ke telapak tangan, berikan air sedikit dan bersihkan dari atas kebawah (untuk mengurai penyebaran bakteri), lalu bilas.

Produk A juga memiliki kandungan daun sirih dan manjakani yang berguna untuk merapatkan area kewanitaan. Digunakan setiap hari, cara pemakaian sama dengan Lactayd Herbal hanya saja perlu di gosok sampai banyak busa terlebih dahulu.

Produk B dengan kayu rapet dan rumpuh fatimah dengan kunyit dan sirih hijau serta bengkoang menjadikan area Vulva lebih cerah dan mengurangi bau. 
Sama dengan Produk A dengan tambahan didiamkan 1-2 menit.

TEXTURE DAN AROMA 

Setiap produk nyatanya memiliki texture yang beragam, 
Produk Lactaycd Herbal memiliki texture kental berwarna putih bening seperti mutiara dengan aroma susu, namun ketika diaplikasikan akan tercium mawar.

Produk A tidak memiliki aroma signifikan, texturenta sangat cair bahkan terkesan boros ketika digunakan dan sangat kaya busa.  

Produk B memiliki aroma rempah yang sangat kuat (bahkan sebelum dibuka), dengan texture yang lumayan padat dan juga berbusa. 


KANDUNGAN PRODUK 

Baik Produk Lactayd Herbal & Produk B sama sama masih mengandung SLS yang dapat mengiritasi kulit bila tidak cocok dengan pemakaian yang terus menerus, sementara Produk A malah mengandung SMS (Sodium Myreth Sulfate) yang menjadikan produk ini lebih murah dan berbusa namun beresiko carcinogen, atau penyebab kanker pada sel tubuh. Ok. Its sounds creepy *check everything in my house*.


OKE. Kita lanjut lagi kandungan semuanya masih ada Fragrance tapi hanya Produk A dan Produk B yang masih menggunakan Paraben, dan engga tanggung-tanggung sampai dengan 4 jenis paraben! Waduh 😂 serem ya cyin...


Okeh, kita langsung aja persaan ketika menggunakan masing-masing produk

Ketika aku pake Lactacyd Herbal, aku harus jujur kalo aku lebih suka pake Lactacyd yang Mikd, mungkin karena engga paham sama konsep 'rapet daun sirih' yang ditawarkan secara masih Kuliah, aku ngerasa ketika pake  Lactacyd Herbal area kewanitaan aku lebih wangi, kadang keciun mawar kadang hanya wangi aja, engga lagi keputihan selama bulan puasa ini dan engga pula kerasa kering tapi sedikit gatal.

Ketika aku pake Produk A lebih engga berasa pake, kaya berbusa aja terus engga ngefek apa apa. Bener bener kaya aku pake, aku engga ngerasa ada perbedaan yang terjadi, masih keputihan, masih engga wangi meski ya dikit lah hilang wanginya sama kerasa rada kering (engga lembap tapi engga kekeringan). 

Sementara ketika aku coba Produk B, itu lebih kaya wangi rempah nya kuat banget, jadi engga kecium bau lainnya. Terus juga jadi lebih berasa bersih engga kesat, sedikit gatel juga tapi belom bisa bener bener menghilangkan keputihan aku, masih ada yang beningnya. 



Overall semua produk (kecuali A) masih bisa jadi pilihan ketika pengen menggunakan produk pembersih area kewanitaan, tapi cuma Lactayd Herbal yang tanpa kandungan Paraben bisa jadi petimbangan kalian. Lactacyd sendiri punya beberapa rangkaian yang mungkin bisa cocok ke kita, ada yang Teens (aku sukak ini!) maupun yang Lactayd Fresh & Milk.


More info in here

Lactacyd.co.id

Facebook





0 comments:

Posting Komentar