Top Social

BEGINS WITH LOVE YOURSELF FIRST
BEAUTY. HEALTH. TIPS.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

[Tips] Apa itu Fungal Acne a.k.a Malassezia folliculitis || Jerawat Jamur?

Thursday, September 6, 2018



Jadi, bercerita sedikit, awalnya kalian mungkin sudah kenal dengan beberapa penyebab jerawat atau alasan kenapa berjawat, hal yang penting lagi adalah, tipe jerawat seperti apa kah kita? Kenapa demikian? Setiap Jerawat memiliki kebutuhan penangan berbeda, ada yang membutuhkan anti-biotik, ada yang hanya dengan eat cleans dan bahkan hanya dengan rajin cuci muka. 
Image result for bacteria acne
Sutterstocks
Sesungguhnya, butuh keyakinan kuat untuk menulis postingan ini, buat kalian yang baca, perlu di highlight bahwa Tiara bukanlah dokter kulit ataupun ahli sehingga kalian bisa langsung Tanya ke dokter bila merasa diperlukan.


Jadi sebagai gambaran, ada beberapa tipe jerawat, diawali dengan komedo putih (whiteheads) yang berarti komedonya masih di dalam kulit, sementara komedo (hitam – blackheads) ini sudah berada dipermukaan wajah dan kondisi pori-pori terbuka, kemudian dilanjut dengan Papule, ini yang kita kenal dengan jerawatan pada umumnya dan kemudian Pustule yang jerawat mateng.  Jadi kalua untuk tipe ini lebih kea rah fase si jerawat itu sendiri, sementara kalua yang satu lagi itu jerawat Cyst, ini nanti akan aku jelaskan lebih lanjut.

Kalau dalam fase jerawat normal seperti ini, biasanya kombinasi polusi dan pertumbuhan bakteri secara di aktif di wajah, makanya ketika dia mulai jadi Papule sebenarnya bengkak karena sel darah putih mulai memakan si bakteri dan area yang terkena infeksinya.

Lalu, bagaimana dengan Fungal Acne? Apa karena yang menyerang adalah Fungal (Jamur)?

Nah ternyata untuk FUNGAL ACNE sendiri, bukan merupakan Jerawat, lah terus kenapa ada Acne? Dalam pengertiannya memang acne berarti inflamasi di kulit dan rambut. Makanya masih bisa dibilang Acne tapi beda jenis soalnya Fungal Acne merupakan bumps atau ‘benjolan’ yang disebabkan oleh kulit iritasi akibat perkembangan jamur secara aktif di kulit kita. Tapi ini beda ya sama panuan, atau jamuran yang biasa dialami, perawatannya pun berbeda. 

Dimana sebenarnya kulit kita sendiri memang memiliki jamur di rambut-rambut halus yang ada di kulit kita, coba diinget-inget pelajaran tentang kulit pas SMP, setiap kulit kita yang berpori punya kemungkinan ada rambutnya dan kemungkinan akan ditemenin sama jamur dan bakteri, nah pertanyaannya siapa duluan yang menyerang?

Seandainya Bakteri, mereka lebih cenderung dipicu sama kotoran, polusi dan radikal bebas untuk menunjang hidupnya sementara kalau Jamur, seperti 'jamur' pada umumnya, kehidupan mereka ditunjang dengan area yang lembab dan jarang dibersihkan. 

Se-simple itu? Iya, tapi selain itu ada hal-hal yang menjadi penunjang kehidupan dan perkembang biakan si Jamur tadi, nah mari kita bahas satu persatu, 


1. Jamur Penyebab Acne Fungal 


Tokoh utama yang berperan adalah pityrosporum folliculitis, atau malassezia folliculitis yang hidup di rambut, dimana yang paling sering ditemukan adalah Malassezia.  Disini mereka akan semakin betah tinggal seandainya, dibagian tersebut juga terdapat minyak, baik dari dalam kulit kalian atau oils yang kalian tambahkan (bisa essential oil, cleansing oil dan sebagainya). Selain itu, kombo minyak akan semakin diperparah seandainya kalian tinggal di lingkungan yang humid, jadi panas, lembab dan penuh keringat. Yah, udah Indoneisa banget ga sih? Makanya, selain Indonesia, Singapur dan Filipina juga mengalami hal ini. 

Nah mungkin kalian akan bertanya-tanya, jenis oils apa yang memicu kemudian? Jawabannya adalah mereka yang memiliki kandungan fatty acid, engga harus oils aja sih. Semua yang mengandung fatty acids memicu, tapi yang kaya hampir selalu ada itu oils dalam formulasi trigycerides. Apa aja Acid-nya?


  • Undecylenic Acid (C11)
  • Lauric / Dodecanoic (C12)
  • Tridecylic (C13)
  • Myristic / Tetradecanoic (C14)
  • Pentadecanoic (C15)
  • Palmitic / Hexadecanoic (C16)
  • Palmitoleic / Hexadecenoic (C16:1)
  • Margaric (C17)
  • Stearic / Octadecanoic (C18)
  • Oleic / Octadecenoic (C18:1)
  • Linoleic (C18:2)
  • α-Linolenic (C18:3)
  • Nonadecylic (C19)
  • Arachidic / Eicosanoic (C20)
  • Heneicosylic (C21)
  • Behenic / Docosanoic (C22)
  • Tricosylic (C23
  • Lignoceric / Tetracosanoic (C24)
Untuk yang Palmatic & Oleic ini pertumbuhannya paling cepet, jadi harus diwaspadai banget-banget. 


Source: M. Nazzaro Porro, S. Passi, F. Caprilli, P. Nazzaro, G. Morpurgo. 1975. “Growth Requirements And Lipid Metabolism OfPityrosporum Orbiculare.” Institute of Dermatology, St. Gallicano, Rome, Italy.

Terus oilnya apa? Lengkapnya aku ga bisa jelasin satu-satu, soalnya banyak banget tapi yang pasti adalah kandungan dari kelapa. Seperti yang ada diatas ini. Jadi dari dulu aku udah menghindari, Mineral Oil, Costor Oil dan Coconut Oil, soalnya mereka punya bad reputation sama kalian yang kulitnya berminyak. Tapi dalam kasus ini, Mineral Oil tidak masalah, soalnya dia engga punya fatty acidstapi tetep aja, bisa menyumbat. Selain itu Oil yang aman adalah Squalane Oil. 


Selain itu kalian mungkin mau waspadai, soalnya kalo fatty acid itu makan pokoknya, ini kaya cemilan si Malessezia, engga berpengaruh banyak tapi bisa menunjang (ini turunannya, kalau kalian mau lengkapnya bisa baca disini tapi ini cukup panjang sih) 

  • PEG-7 Glyceryl Cocoate 
  • PEG-Glyceryl Stearate 
  • Polyethylene Glycol Stearates 
Selain itu, kalau kalian bisa tau tipe pembuatannya, kandungan oil apapun yang prosesnya hydrogenated bisa 'berefek' pada perubahan senyawa jadi yang cukup mempengaruhi jadi mohon di cek.  Selain itu, ada lagi kandungan Polysorbate yang jadi dasarnya, jadi, kalo kalian ketemu kandungan Polysorbate, dia bisa banget bereaksi dengan skincare kalian yang lain sehingga membantu memberikan snack ke Malessezia. 

Banyak? Hahaha masih banyak lagi tapi ga harus serba takut, perkembanganya cukup terbatas kok jadi engga usah khawatir. Hal yang perlu kalian perhatikan adalah perkembang biakannya, melalui humiditas lingkungan.
Oh ya, mungkin kalian juga bingung, apakah dia akan mirip sama biang keringat? Soalnya pemicu nya sama-sama suhu dan kelembapan. Jawabannya berbeda, soalnya kalo biang keringat hanya ketika keringat tidak bisa keluar sebagai mana mestinya. 


2. Membedakan Fungal Acne 


Nah sekarang aku kasih liat kondisi nya ya, disini aku pake 3 hal yang paling membingungkan, antara Biang Keringet, Jerawat Batu & Fungal Acne, sekilas ketiganya mirip tapi kalo kalian liat baik-baik itu berbeda kok. 

Ini sekarang aku bandingin antara hal-hal yang suka bikin kalian galau kan? 

Meski hal-hal yang pempengaruhinya bisa dibilang juga mirip-mirip, tapi balik lagi siapa yang duluan bisa kuat(?) hahaha paham ga sih, okeh kita balik lagi membedakannya.

a. Biang keringet, dia engga punya mata guys, kalo di pegang juga engga ada yang grenjel lebih ke arah kenyel karena memang isinya air kan ya. Biasanya kalo dibagian lain, bentuknya ruam. Tapi ini ada 4 tipe beda lagi :( tapi mirip-mirip yang dimana intinya mereka isinya kaya air aja jadi kalo di pencet meletus! tapi jangan ya, nanti dia nyebar kemana-mana, terus kalo kalian pake tangan ga steril bisa jadi sebelahnya a.k.a jerawat

b. Jerawat batu, kalo ini pas dipegang berasa banget. Keras. Ga ber nanah ataupun cairan. Biasanya cuma benjolan super kecil yang keras aja. Terus lagi, biasanya dia engga banyak dan ga menyebar. 

c. Fungal Acne, kalo yang ini dia kecil-kecil, bisa cuma satu doang. Like sebijik jerawat kecil, tapi sesungguhnya bukan. BIsa banyak dan kadang ada isinya, kadang engga. Tapi yang pasti satu, dia akan hadir kalau kalian abis panas-panasan dan berkertingat. Jadi kalo merasa engga abis keduanya, bisa balik ke opsi b. 

C. Penyembuhan 


Untuk menyembuhkan, sebenernya membunuh dia 11 12 sama bakteri tapi ada beberapa treatment yang berbeda, soalnya kebanyakan produk hanya non-bacterial bukan non-fungi. Dalam beberapa kasus, kalau ini parah banget butuh Anti-Biotik, kalo Jerawat kadang kalian HARUS TAU PRE-BIOTIK dulu sebelum maju ke Anti-Biotik, soalnya kalo jerawat cenderung hormonal dan jangka panjang, kalau yang ini biasanya tidak. Biasanya pun anti-biotiknya dalam bentuk krim. 

Nah tapi menariknya ada beberapa ingredients alami yang membantu penyembuhannya,

1. Green Tea Extract, atau teh hijau. Yap produk dengan kandungan teh hijau secara alami membantu menghilangkan jamur di wajah.

2. Madu dan Propolis Extract, ehm, kalian  tau kan bedanya apa? Kalo Madu ya cairannya, kalo propolis itu kaya bubuknya yang muahal banget karena itu kaya 'sisa serbuksari' yang nempel di kandang Madu :( tapi itu mahal sih dan memang terkenal banget buat Anti-Bakteri dan Anti-Fungi karena memang bener, madu itu engga bisa expired! Kenapa? Sangking higienisnya ketika dibuat. Caranya? Maskerin atau lumurkan sajah madu di wilayah yang berfungi. 

3. Sulfur kalau ini basic banget, any kind of sabun yang pake sulfur membantu tapi pastikan engga ada kandungan penyebab ya. Terus sulfur itu cenderung bersifat mengkeringkan, so kalo kalian kulitnya kering dan sangat berminyak tolong imbangi dengan hydrating. 

4. MATAHARI! Kalian paham banget kalo Jamur engga pernah hadir diwilayah yang sering terkena matahari, makanya kamar mandi gue yang dengan cahaya ilahi itu tidak pernah jamuran meski becek kali. Jadi kalo kalian merasa punya fungi acne, sering-sering ke pantai yang masih bersih! Sekalian menjernihkan raga dan jiwa *cielah. 

Sebelum itu semua, hal basic yang harus kalian pastikan adalah

1. Jangan membiarkan keringat kalian mengering
Mungkin habis olahraga males ganti baju atau males banget cuci jeans? Bahkan masker wajah. Nah ini calon-calon akan kedatangan tamu tadi. 

2. Bersihkan wajah dengan benar guys! Pastikan banget jangan sampai ada residu yang nempel diwajah apa lagi kalau kalian pake cleansing oil. 

3. Save your hair! Basicly, kalian bisa banget loh mencukur bulu halus di wajah, terutama kalian yang suka pake aloe gel :P

Nah apa lagi ya kira-kira? Coba tanya deh kalo masih bingung, akan aku coba jawab :D



Sumber Bacaan 
Simple Skincare | Beautiful with Brains | Allure | Gizmodo 




Post Comment
Post a Comment