Top Social

BEGINS WITH LOVE YOURSELF FIRST
BEAUTY. HEALTH. TIPS.

[Health] Beda Vegan, Organik dan Plant Based (+ data lainnya!)

Monday, December 4, 2017


Berawal dari percakapan dengan guru kesayangan ku, Kak Aprie. Sebuah pencerahan datang eheheh.. Jadi kak aprie buat instastory tentang rangakaian produk The Ordinary yang jujur bikin kepengen banget, kaya kalian jujur juga pasti pengen kan? (engga lo doang ra, nyari temen). Ya pokoknya aku tuh pengen banget pake produk-produk The Ordinary ini intinya.


Terus dm-dm-an lah kitah, aku bilang pengen tapi takut mina karena lebih cocok dengan produk natural gitu, nah kak aprie bales, ini Vegan kok tapi namanya aja pake nama lainnya.


Terus aku menyadari sesuatu, kalo Vegan itu kan engga pake hewan, apa dia engga ada kanduangan kimianya juga? Nah, kebetulan aku lagi ada acara masak gitu yang kebetulan pas banget temanya #YakinSehat? Yang mempertanyakan gaya hidup sok dan ala ala sehat kita yang sebenarnya justru banyak letak kesalahan.


Disana waktu itu ada mba Helga Helga dari Burgreens ada disana. Langsung tak tanyakan, apakah sebenarnya produk makanan (sekalipun) yang vegan bisa mengandung proses kimia dalam pengolahannya?


Vegan itu sebenarnya gaya hidup, kita yang vegan engga lagi mengkonsumsi, menggunakan produk, dan apapun yang menggunakan hewan. Disana dia juga bilang, memang tidak menutup kemungkinan bahwa Vegan melalui proses kimia, tapi jarang, karena proses kimia biasanya melibatkan hewan.


Kira-kira seperti itu jawabannya, dan memang konteksnya berbeda, disana kita lebih bahas makanan sedangkan maksud aku didalam hal ini makeup. Produk yang biasa kita temukan dan gunakan.

Akhirnya aku memutusukan untuk membuat sebuah artikle khusus tentang bahasan ini, well, sebelumnya aku harus bilang kalau aku bukan ahli, apalagi expert maupun peneliti (i wish :() jadi semua tulisan ini berdasarkan website yang cukup terpercaya, journal, artikle dan blog sebagai refrensi tambahan.

VEGAN (dan temannya).


Sebenarnya, mungkin kalian sudah familiar dengan istilah Vegetarian dan Vegan, tapi dari segi itu aja sebenarnya ada jurusannya lagi, ibarat masuk Teknik, ada macam-macam jenis Tenik lain, kaya bangunan, penerbangan dan sebagainya.



Vegetarian sendiri berarti tidak mengkonsumsi daging hewan, bukan berarti mereka tidak mengkonsumsi produk hewani seperti telur dan susu, apa lagi keju! Nah kalau di bedakan perjenis kira-kira bisa seperti ini,


Pescatarian, yaitu jenis diet yang tidak mengonsumsi segala jenis makanan yang terbuat dari daging dan makanan hewani daging lainnya tapi tetap mengonsumsi ikan.


Flexitarian atau semi vegetarian, yaitu suatu istilah bagi orang yang makannya didominasi oleh sayur dan buah, tapi kadang masih suka cheating untuk makan daging dan ikan.


Lacto-vegetarian, yaitu seseorang yang tidak makan telur, daging sapi, daging babi, unggas, ikan, kerang dan produk hewan lainnya. Tapi jenis ini masih mengonsumsi makanan yang berasal dari produk susu.


Ovo-vegetarian, yaitu seseorang yang mengonsumsi telur tapi tidak makan segala sesuatu yang berasal dari daging atau produk susu.


Nah kalau VEGAN, sebenarnya mereka bukan sekedar diet sehat,


Vegan itu lebih kesebuah keyakinan untuk memberikan hak hewan, dengan tidak menggunakan produk hewan dalam keseharian-nya, dari segi makanan, pakaian, aksesoris, dan bahkan dekorasi rumah atau apapun yang prosesnya dapat merugikan/menyakiti/menghilang kan nyawa hewan.


Konsep ini sebenarnya sebuah tradisi, biasanya suku atau adat tertentu yang meyakini bahwa hewan tertentu memberikan keuntungan sehingga tindakan memakanan mereka dirasa tidak menghargai hewan tersebut, atau aktivis lingkungan yang merasa dengan mengkonsumsi hewan meningkatkan kemungkinan perubahan iklim dan sejenisnya.


Jadi beda banget kan? Antara diet untuk pola hidup sehat dan keyakinan. Makanya Vegan engga terbebani dengan tidak mengkonsumsi hewani! Soalnya, tante Tiara sendiri Vegan karena agama, ia bahkan engga mau makan Tahu yang dicuci bersamaan dengan daging. Mirip-mirip konsep orang Muslim engga mengkonsumsi daging babi/hewan bertaring.


Makanya, Vegan dekat sama Animal Cruelty Free (tidak ditest pada hewan, menjadikan hewan sebagai percobaan dan lain-lain, diatur oleh PETA) karena memang produk Animal Cruelty Free untuk memudahkan para vegan menggunakan produk kosmetik!


HANYA SAJA, Dalam perjalanan kosmetika produk Vegan tidak berarti bebas dari campuran produk kimia, olahan kimia, turuan kimia, bahan natural sintetis (buatan) dan sebagainya.


Nyatanya, banyak produk-produk Vegan yang menggunakan substitusi produk yang merupakan buatan, contohnya apa?


Tiara contohkan produk The Ordinary yang terkenal, seperti Niacinamide 10% + Zinc 1% yang merupakan salah satu jenis Vitamin B3, produk ini punya klaim :




Kalian bisa liat disana bahan utamanya, Air dan Niacinamide, tapi sisa nya mungkin kalian engga familiar? Zinc PCA ini biasa diambilnya dari garam, kacang atau biji-bijian , pasti ada proses pengambilan yang melalui tahapan-tahapan tertentu, jadi material nya diproses terlebih dahulu hingga menjadi ‘Zink PCA’ ini sendiri, karena Zinc PCA biasanya digunakan untuk melembabkan kulit dan anti-bakteri, biasanya justru produk ini temukan di produk-produk perawatan rambut khususnya yang berketombe gitu. Sementara Isoceteth-20 ini lebih familiar kita baca dikandungan produk, fungsinya menstimuluskan atau memudahkan penyerapan (ini masih turunannya Alkohol) dan produk ini cukup tocix dilingkungan. Hal ini juga berlaku pada Chlorphenesin, merupakan senyawa buatan/sintetis untuk pengawet, untuk penelitian terkait bahaya ini belum sebanyak paraben, tapi penggunaannya dibatasi/dan hingga dilarang di Jepang, tidak dijual bebas di Amerika Serikat. Selain itu Chlorphenesin juga tidak dianjurkan untuk Ibu hamil dan menyusui.


Hmm… jadi Vegan belum tentu aman ya? Nah itu tergantung juga, Vegannya sendiri sih baik tapi kan semua kembali lagi pada produk-produknya masing-masing.


ORGANIK & NON GMO (genetically modified organisms)


Organik ini singkatnya merupakan produk yang tidak mencampurkan kandungan kimia dalam proses pengolahannya, seperti pestisida dan pupuk sintetis maupun vitamin atau hormon-hormon tertentu.


Untuk di Indonesia kayaknya belum ada lembaga yang memberikan sertifikasi ini. Dibeberapa negara, produk yang organik memiliki barometer khusus, misalnya kalau di luar negeri ada FDA yang mengatur regulasinya. Sementara yang mengeluarkan lisensinya adalah Pemerintah ; USDA (United States Department of Agriculture) Organic juga bisa memberikan label organik terhadap produk yang punya presentase organik yang tidak mencapai 100% jadi ini bener-bener kalian harus waspada, karena bisa aja ada label USDA Organic tapi engga 100% organik.


GMO sendiri merupakan rekayasa genetika, penduplikasi sebuah produk, dan hal-hal yang melibatkan lab untuk menciptakan produk yang dinilai berdampak negatif dan untuk kepentingan keuntungan perusahaan atau instanasi tertentu. Jadi produknya intinya, engga alami numbuh sendiri tapi melalui tahapan-tahapan tertentu.

NATURAL


Dari namanya kita bisa tau kalau ini Natural, hadir secara alami tanpa tambahan apapun tapi seiring berjalannya waktu, Natural dalam dewasa ini hanya menjelma menjadi produk-produk yang diolah dari hasil bumi langsung, tapi dalam prosesnya banyak penambahan yang dilakukan dan produk Natural bisa mengandung hewan dan turunanya, contohnya gelatin, kolagen, mutiara, dan masih banyak lainnya.
Jadi kalian yang vegan engga bisa sekedar beli produk natural karena gelatin itu dari hewan seperti sapi dan babi, kolagen dari ikan biasanya, mutiara jelas dari kerang. Oh ya juga ada beewax yang dari lebah~


PLANT-BASED
Kalau diartikan, Plant-Based artinya berasal dari sesuatu yang ditanam, jadi ini memang mirip banget sama vegetarian, bedanya ini lokasinya ada dilabel kosmetik karena memang berarti produknya sendiri natural & kemungkinan besar handmade karena tidak ada tambahan unsur kimia-kimiaann yang jelas produknya punya sifat cepat basi karena well produk alami lebih cepat terokisdasi dan kemudian basi deh. Tapi mereka engga jamin ya, dalam proses penanamannya si petani engga pake pestisida ups..


Okeh kesimpulannya?


Vegan ≠ Organik


Organik ≠ Natural


Plant-Based ≠ Vegan


Produk Organik pasti Natural dan produk Plant-Based pasti Natural dan Vegan.

Oh ya untuk produk Vegan dalam konteks makanan ada hal yang perlu kalian cermati lagi (ini bukan ranahku sih tapi aku info aja), dalam makanan banyak banget yang memberikan judul Vegan ini tapi sebenarnya itu kandungannya justru merusak tubuh, karena coba kita bayangkan susu almond dalam kemasan, isinya air, gula, perisa almond dan sedikit bubuk almond, makanya harganya kaya engga mahal-mahal banget tapi isinya? 11 12 sama Cola!


Loh engga banget kan? Mau sehat malah sakit :(


Ini banyak banget kejadian didalam produk susu (baik Vegan maupun engga sih sebenarnya), jadi baiknya kita mencoba angkat konsep plant-based yang organik karena memang mengandalkan ke alamian dan kemuriannya (yakan?).


Lama-lama pake konsep raw food lagi deh :’) *terus pengen sushi*



Sumber
NIA
https://www.truthinaging.com/ingredients/niacinamide
http://www.paulaschoice.com/expert-advice/skincare-advice/anti-aging-wrinkles/how-niacinamide-helps-skin.html?fdid=anti-aging#whatis

ZINC
https://www.ewg.org/skindeep/ingredient/707071/ZINC_PCA/#.WiUYV9KWbIU
https://www.ulprospector.com/en/na/PersonalCare/Detail/10730/329323/Zinc-PCA


ISOCETETH-20 https://www.ewg.org/skindeep/ingredient/703163/ISOCETETH-20/


CLORO - https://www.ewg.org/skindeep/ingredient/701327/CHLORPHENESIN/#.WiUR4dKWbIV
https://www.drugbank.ca/drugs/DB00856
https://www.mustela.co.id/id/content/proven-safety-and-efficacy


Refrensi tulisan
http://theordinary.com/product/rdn-niacinamide-10pct-zinc-1pct-30ml
https://willowtreesoapcompany.biz/blogs/news/38062721-natural-vs-organic-vs-vegan-vs-everything-else
http://theholistichoney.com/natural-vs-organic-vs-cruelty-free-vs-vegan/
https://www.huffingtonpost.com/entry/plant-based-diet-vs-vegan-diet_us_5923374fe4b034684b0ebff0
http://www.byrdie.com/natural-vs-organic-beauty-products

https://www.huffingtonpost.com/entry/plant-based-diet-vs-vegan-diet_us_5923374fe4b034684b0ebff0

4 comments on "[Health] Beda Vegan, Organik dan Plant Based (+ data lainnya!) "
  1. Nice info! Di sini produknya kebanyakan banyak seperti itu, vegan lah...makanan vegetarian lah...bahan organik, karena kebanyakan penduduk sini dari tradisi hanya menggunakan tumbuh-tumbuhan aja. Bahas tentang susu almond jadi inget kemarin baru beli gara-gara promo, eh rasa ama warnanya malah ga ada miripnya ama almond hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah justru kalo dari tradisi somehow lebih sehat karena engga banyak kandungannyaaa lalalala, kalo yang gaya hidup 'kekinian' tuh yang justru lol

      Delete
  2. Nice review. Sebagai muslim makeup vegan bisa bikin sedikit tenang, karena tidak menggunakan produk hewani so pasti tidak memakai kandungan babi.

    tutysaca.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yesss bener banget kalo udah ada vegan bisa 'tenang' tapi aku engga tau deh adaan yang mengandung wine?

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...