review pixy stay last serum foundation


Pas Pixy ngeluarin Stay Last Serum Foundation gue langsung kepo maksimal! Soalnya gue suka banget complexion dari Pixy, sudah pernah gue review dan sudah di repurchase juga sampai 4x lebih kali loose powdernya, jadi gimana engga kepo?! Nah, dia punya 5 shades, dari light to medium tan tapi belum cukup gelap sih😔 malah shades natural mediumnya lumayan mendominasi. Nah, tapi ternyata, banyak banget PR-nya, lengkapnya cuss langsung baca reviewnya aja.



Kemasan Pink Hitam khas Pixy UV Whitening Series, jadi koleksi ini sudah ada lumayan lama, kayaknya dari 2018 deh dan masih digandrungin oleh orang-orang karena Whitening clam-nya yang sampai Pixy Stay Last Serum Foundation. Nah yang aku suka banget dari Pixy adalah informasinya yang jelas, lengkap, dan cukup edukatif tanpa ribet mencari informasi tambahan hehe. Disini mereka claim, 
1. Whitening Formula - 2 Way Whitening membuat kulit tampak lebih cerah
2. Protecting : dengan kandungan SPF 50 & PA+++
3. Moisturizing dengan kandungan Argan Oil 
4. Beautifying dengan Stay Last Micro Powder yang tahan lama hingga 12 jam, dimana asumsiku itu adalah talc! Yaas, next kita bahas untuk kandungannya.





Nah secara kandungan, kita kupas cukup panjang ya!

Pertama kandungan utama dari Pixy Stay Last Serum Foundation adalah Cyclopentasiloxane yang merupakan salah satu anak dari silikon, makanya kalau dipetunjuknya disarankan untuk shake before use karena memang prouknya misah guis, jadi kaya ada liquid yang tidak mencampur sempurna, setelah aku cek lagi ternyata dia pake multiple Dimethicone juga yang merupakan silikon makanya ketika aku pakai, dia gesar geser. Nah, selain itu micropowdernya sesuai dugaan aku dari kandungan Talc yang cukup tinggi, which make this tricky ingredients. 


Ingredients Pixy stay last serum foundation

Selain itu kalau kamu kurang cocok dengan Fragrance atau parfum, bisa jadi perhatian khusus karena dia mengandung fragrance. Nah, untuk kandungan pelembab dan whiteningnya ada dibagian buntut yaitu ada Topocerol atau Vitamin E dan kandungan Agran Oil-nya. Lumayanlah dan cukup wajar dengan harga produk Pixy Stay Last Serum Foundation yang tidak sampai 70.000! Dengan isi 17mL yah, memang lebih sedikit dibandingkan dengan yang biasanya, karena pakai setitik aja sebenernya sudah cukup coverage! Let's see their coverage and texture shall we?


swatches pixy stay last serum foundation

Nah seperti yang kalian lihat disini, Pixy Stay Last Serum Foundation pertama kali di-apply cantik banget! Teksturenya pas pertama kali diaplikasikan itu kaya cair dengan hint oil, terus ketika dibaur dia menjadi matte ke arah velvet gitu. Punya daya coverage yang tinggi banyak hingga menutupi eyeliner aku yang gelap, jadi kalau sekedar menutupi bekas-bekas jerawat dan kemerahan jelas bukan malah besar untuk Pixy. 


Nah untuk cara pakainya, pertama dia harus dikocok terlebih dahulu karena komponennya rada misah, either itu minyak atau memang bagian dari silikonnya yang cukup tinggi, sementara aplikatornya itu pipet jadi memudahkan kita kalau mau ambil produk, cukup 1/4 pipet untuk satu wajah kalau menurut aku, bahkan itu sudah coverage banget. Nah, aplikasinya sendiri aku dengan sponge kemarin, so far aman. Produknya tidak menyerap banyak, mungkin karena terbantu silikon yang ada pada produk, jadi dia engga terlalu cair banget. 


Untuk daya tahan, klaim Pixy Stay Last Serum Foundation ini bisa tahan hingga 12 jam tapi apakah memang secantik itu? See the review below


Aku pertama kali pake kaget banget, karena setitik aja dia bener-bener bisa coverage banget. Kaget uwaw banget karena bener-bener bisa nutup semua dosa yang ada diwajah aku tapi jujur aja, this is not easy product to review, karena dia konsistensinya berubah terus, kalau tanpa powder, dengan powder, dengan tambahan setting spray dan kalau semuanya digabungin. Bener-bener serberubah itu! Bikin pusing jujurrrr sampai aku mengakhiri dengan kesimpulan bahwa, 


Dengan tekstur yang matte to Velvet sebenarnya produk ini engga perlu ditambahkan powder tapi bisa ditambahkan dengan setting spray yang bisa menjaga produk dengan baik agar tetap diam ditempatnya, soalnya produk ini transfer cukup parah, meski dia engga sampai transfer yang menghabiskan produk secara keseluruhan, selain itu produknya kalau tidak diset geser cukup parah.



Kalian bisa lihat perbandingannya setiap jam, ketika awal aku pakai dia bener-bener bikin wajah alus banget, meski dari awal dia kaya pecah dimuka karena pori-pori aku yang cukup besar dan dia tuh engga alus nyampurnya jadi rada "crack" tapi karena di hold sama micro powdernya menjadian pecahnya tuh alus banget hampir engga kelihatan kalau engga dizoom banget. Nah setelah 3 jam, mulai geser apa lagi dengan pemakaian masker yang intens, produknya mulai transfer dan yang aku notice makin mecah karena kecampur sama minyak diwajah aku dengan powdernya yang masih mencoba menahan sekuat tenaga. 

Perubahan drastis abis sholat hehe, produknya geser bubar jalan guis, sebenernya masih aku bilang normal aja sih, tapi sayangnya dia bener-bener cetak mukena aku haha jadi rada aneh gitu. Sebenernya masih terbilang normal sih tapi cukup fail buat aku untuk itungan produk Pixy! Btw, aku coba pake produk ini lagi diruangan yang ber AC bener-bener full di AC aja selama kurang lebih 6 jam dan dia bagus dong! Hahaha, jadi menurut aku kalau kalian pakai outdoor yang banyak bekeringat, banyak kegiatan dan sebagainya dia bakalan terpengaruh sama iklim wajah kita dan cairan, tapi kalau kalian tipe kulit kering dan didalam ruangan ber-AC sebenernya produk ini fine-fine aja apa lagi kalau dicombo dengan setting spray yang tepat. 

So, overall rating dari aku 2.5/5 
+ Shade lumayan
+ Coverage juara
= Daya Tahan
- Geser
- Mudah Transfer 





Thank you for ready my review! Kalau kalian punya pengalaman berbeda, let me know by comment below! 







 Hi Guys! Since we are having "limited" time to having fun, start this August I tried to make #QOTD post for everyone, so you can access and have some fun time with your friends by online! 

Have fun, 

XOXO

Tiara






OMG! Memang sudah selama itu ya? Tampilan Blog sekarang berubah hahaha jadi lebih seamless tapi ya jadi bingung sih sejujurnya, semoga besok-besok updatenya membuat lebih faedah ya~ sefaedah review aku kali ini! Yess, aku mau review WARDAH UV Shield SPF 50 PA++++ Aqua Fresh Essence yang bikin kepo banget, soalnya kayaknya sudah jadi wardah versi terbaru, jadi lebih advance deh pokoknya, salah satunya produk WARDAH UV Shield SPF 50 PA++++ Aqua Fresh Essence ini! 

Kenapa sih? Soalnya selain diklaim bisa melindungi sinar UVA dan sinar UVB namun juga melindungi cahaya dari sinar blue light yang hadir dari cahaya yang dipaparkan oleh gadget atau alat elektronik kita, maupun sesederhana cahaya fluorescent (sinar cahaya putih) yang ada. Sinar Blue Light ini hadir diantara spektrum warna yang dapat kita lihat ya, jadi pasti kita ketemu!  

05. WHAT IS BLUE LIGHT AND WHY IS IT IMPORTANT TO PROTECT SKIN AGAINST BLUE  LIGHT? – Official website of Crystal Tomato® Supplement
sumber : CrystalTomato

Dan ternyata sinar blue light ini masuk ke lapisan kulit lebih dalam dari Sinar UV, jadi dia bisa menembus dermis dan masuk sampai ke jaringan lemak, mepet otot! Kalau dari penelitian sih banyak efeknya ke mata, misalnya menyebabkan mata lebih cepat lelah, merusak retina, dan sebagainya namun pada kulit ia berdampak juga! Setelah aku baca ini menarik dan aku bahas terpisah ya, takut kepanjangan namun pada dasarnya blue light dianggap lebih berbahaya dari sinar UV karena bisa menembus sampai ke jaringan kolagen dan mengganggu-nya! Efeknya kulit menjadi kehilangan elastisitasnya, lebih cepat keriput dan kenduurrrr serta garis-garis halus makin nyata dan manjah~ Soalnya paparan sinar blue light selama 8 jam sama dengan berjemur 20 menit dibawah terik matahari langsung!

Artinya? Jadi lebih cepat terlihat tua! OMO! ga mau bangetkan? Nah makanya wardah versi baru (menurutku mengacu pada "versi" lol) ini mengakomodasikan kebutuhan perempuan kekinian yang lebih cenderung bertemu dengan elektronik secara intensif, lalu, bagaimana? menggunakan produk dengan kandungan anti-blue light dengan kandungan anti-oksidan mampu melindungi kulit dari bahaya paparan sinar blue light, tapi engga bisa anti-oksidan sembarangan, ada rangkaian khusus yang teruji sampai bisa dinyatakan mereka bisa melindungi. Thanks to wardah sekarang kamu bisa nemu itu diwardah. (kagak, sumpah ini fyi aja, gue beli sendiri ga dibayar kok :")) Okey, sekarang kita bahas ya!




Dari segi kemasan, Wardah bertransformasi menjadi lebih minimalis mulai dari produk sebelum ini, dimana kemasannya jadi ala-ala produk Thailand dengan board dan plastik press yang memperlihatkan produknya secara jelas, plus tersegel, jadi orang engga bisa buka sembarangan untuk coba-coba produk! Jadi aku suka sih meski ada plastiknya :")  informasinya singkat padat dan jelas!













Sementara untuk kemasan produknya sendiri, tube warna biru yang khas wardah dengan design yang ramping. membuat kemasannya bisa dibawa dengan mudah kemana-mana alias travel friendly. Satu hal yang aku makin suka dari Wardah sekarang adalah expired date yang tercetak jelas dibagian atas jadi engga perlu bingung lagi kapan harus diganti produknya!




Dari segi ingredients, dari kemasannya terlihat jelas sayangnya aku kemarin kebuang untungnya Aul mau bantu untuk share, thanks Aul! Jadi produk WARDAH UV Shield SPF 50 PA++++ Aqua Fresh Essence ini dengan UV tipe chemical sunscreen dimana sebenernya pro-kontra ya penggunaannya, dibeberapa negara sudah dilarang karena merusak terumbu karang sehingga penggunaannya dilarang dibeberapa negara terutama ketika ke pantai! How sad... 



Dari sini bisa dilihat juga bahwa beberapa UV yang digunakan ditandai kuning, artinya cenderung membahayakan sebenarnya. Jadi memang plus minus sih, kalau kalian pake yang physical sunscreen diwajah sedikit white cast dan cenderung berminyak tapi kalau chemical sunscreen lebih seamless diwajah, kaya menyerap lebih mudah dan natural tanpa bikin gelap diwajah atau kelihatan menyumbat tapi penggunaan jangka panjang mungkin beresiko. Lengkapnya akan aku bahas terpisah ya!

Eh ya, yang menarik disini warda klaim, 

"Inovasi sunscreen dengan 0% alkohol yang tetap ringan dan tidak lengket"

padahal ada kandungan Arachidyl Alcohol, Behenyl Alcohol, Cetyl Alcohol, dan Stearyl Alcohol, nah lo? tenang kok, itu merupakan alkohol turunan dan ada yang bersifat fatty alcohol, karena dia aman sampai kulit sensitif dan bahkan fungal acne, ok?! Selain itu ada Bisababol yang membantu mengurangi kemerahan wajah akibat paparan sinar matahari, Bisababol sendiri adalah UV Protection yes! Nah, sebenarnya mereka juga klaim, 

"Dengan Aquafused Technology, kapsulasi kristal air yang bekerja dengan melepaskan kandungan air secara perlahan ke dalam kulit sehingga dapat terus terhidrasi" 

Ini sih yang bikin aku tu bingung? Dia pake ingredients apa? Penelitiannya apa? Yah kalau ada yang BA atau team riset paragon, bolehlah info-info!

Oh ya, mereka juga klaim non-comedogenic meskipun ada silikonnya, which, in my case, tentu saja tetap memicu resiko penyumbatan pori-pori lebih besar. Lengkapnya baca terus karena ku bahas di review ya!




Kita masuk ke teksture dari Wardah UV Shield SPF 50 PA++++ Aqua Fresh Essence yang ternyata, cenderung watery, meski engga sampe runny tapi tetep ringan banget dikulit. Bener-bener ketika diaplikasikan membaur dengan mudah dan rata diwajah dengan cepat. Warnanya putih, tanpa residu. 


Untuk aroma sendiri, khas sunscreen gitu geng, gatau gimana menjelaskannya tapi kaya wangi kolam :( apaan sih, ya tapi kaya gitu meski mild aja engga strong banget. Masih okeh kalau dipakai diwajah, kelamaan lamanya samar. 


Sementara untuk cara pakainya sendiri menurut panduannya, 

"Aplikasikan secara merata pada wajah dan leher sebelum beraktivitas. Ulangi pemakaian jika diperlukan. Hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama meski sudah menggunakan kosmetika tabir surya."
Yah kalau dari informasi disini sih engga bilang 2mL atau 2 jari ya, tapi yaudah kira-kira dipakai secukupnya sampai wajah kita terlindungi keseluruhan aja. Untuk re-apply kalau kita aktivitas panas-paasan diluar meski dia info juga jangan kelamaan. 




Nah aku sudah pakai produk ini beberapa minggu, so far so good sebenernya. Tekstur WARDAH UV Shield SPF 50 PA++++ Aqua Fresh Essence bener-bener ringan dan menyerap diwajah dengan mudah, dia memang tidak bikin muka aku hidrasi banget tapi bener-bener ngefek buat ngontrol minyak diwajah. Kebalikan dengan ketika aku pake physical sunscreen yang malah kelihatan semakin berminyak seiring waktu. 





Ketika aku pakai juga dia normal aja, engga white cast sama sekali. Nah, satu hal yang aku notice sebenarnya adalah karena ini sunscreen dengan perlindungan yang tinggi, jadi kalian harus make sure banget kalau residunya hilang. So, untuk membersihkan ini, terutama kalau kalian suka re-apply adalah dengan double cleansing sampai bener-bener residu-nya keangkat, karena aku sudah pakai beberapa kali, cuci muka, dan re-apply masih ada aja yang tertinggal dengan bukti nyata beruntusan kecil-kecil! Jadi, kalau mau pake ini setiap hari ya gapapa banget, apa lagi pas aku pake ini sebelum makeup bisa juga untuk bantu hold minyak dan membuat makeup lebih awet diwajah. 

So far, sebenernya sudah okey banget tapi ya, balik lagi dia chemical sunscreen kelamaan bisa mempengaruhi kesehatan kulit wajah. Meskipun so far, aku pakai sih engga ada jerawat yang gimana-gimana ya.

Rate 3.5/5
+ Enak 
+ Lembab
+ Tahan Minyak 
+ Mudah Menyerap
+ Engga White Cast
- Berbahaya untuk lingkungan
- ada resiko jangka panjang 

So, guis, sekian review kali ini, kalau kalian punya request atau masukan, bisa langsung komen di blog ini! Kalau kalian, pake sunscreen apa? 




Sumber 



rekomendasi untuk skincare untuk remaja berjerawat, aman untuk kulit dan tidak merusak kulit. 


I wish I found myself ketika masih remaja dengan ilmu saat ini, zaman dahulu aku masih mengandalkan beberapa blog ala kadar yang merekomendasikan skincare untuk remaja yang mana isinya kebanyakan produk pencerah wajah saja, padahal pada masa itu aku cenderung berjerawat dan punya kulit berminyak. Nah untungnya sekarang makin banyak blogger, informasi, dan pilihan brand yang menyediakan perawatan kulit untuk kalian yang punya beragam masalah kulit. Salah satunya kaya aku, yaitu Jerawatan tapi sangat sensitif!

Kulit berjerawat sendiri secara sederhana berarti pertumbuhan bakteri diwajah yang menyebabkan peradangan, bisa disebabkan karena kotoran, minyak wajah (sebum) berlebih dan sebagainya. Secara sederhana loh, belum kompleks! Nah biasanya memang dirasakan oleh pemilik wajah berminyak nih, jadi solusinya? Bukan dengan sabun yang menarik minyak diwajah! Loh, kan itu penyebabnya? Salah!  Baca lagi deh, “pertumbuhan bakteri” yang menyebabkan jerawatnya bukan minyak di wajahnya. 

Terus gimana cara menghilangkan si bakteri pada wajah? Kamu bisa mulai dengan yang pertama adalah sabun cuci muka! Kalau kamu masih remaja yang belum mulai menggunakan bedak dan sebagainya, sabun cuci muka setelah pulang sekolah sangat membantu loh! Sebab biasanya bakteri itu berkembang di kondisi yang lembab, polusi yang digabung dengan minyak berlebihan dan pastinya penumpukan sel kulit mati. 

Jadi, mencuci sabun dengan produk yang tepat sangatlah membantu, atau setidaknya itu yang aku rasakan selama ini! Hehe, terus pakai sabun muka apa aja tuh kak? Sebenarnya sabunnya bebas merek apa, tapi hindari produk yang membuat wajah terlalu kering seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLeS), dengan alkohol tinggi (kamu bisa cek dibagian komposisi/ ingredients), apabila tulisan “Alcohol Denant” ada dibagian awal sebaiknya dihindari atau parfume atau pewangi pada kemasan diawal. 

Beberapa produk yang aku sudah coba dan aman plus beberapa personal favorite, oh ya aku biasanya beli mereka di shopee soalnya harganya suka promo, gratis ongkir dan karena beberapa seller ada di Shopee Mall jadi suka ada cashback shopee coin tambahan! Untuk remaja yang kudu berhemat, Shopee menjadi pilihan yang tepat sih buat aku~ nah, berikut beberapa produk favorite yang aku beli, 

Neutrogena Deep Clean Brightening Foaming Cleanser 40 g 
Rp55.000 (Promo di Shopee 33% OFF! Jadi Rp35.000) 

Produk satu ini sudah terkenal banget di Amerika Serikat, Neutrogena menjadi drugstore yang populer karena bahan-bahannya lebih aman dibanding kebanyakan skincare konvensional kebanyakan, dan aku lumayan setuju karena bebas dari SLS, SLeS, dan Alkohol, tapi masih ada parfum diurutan lumayan akhir. Selain itu dia punya kandungan Camellia Sinensis Leaf Extract alias Green Tea yang aman dikulit sensitif! Aku sendiri sudah pakai produk ini, so far dia sedikit memberikan sensasi kering tapi tidak ketarik, buat yang mau tetap bikin cerah wajah produk ini bisa dicoba loh.

Komposisi : Glycerin, Water, Myristic Acid, Propylene Glycol, Potassium Hydroxide, Lauric Acid, Cocamidopropyl Hydroxysultaine, Hydroxypropyl Starch Phosphate, Palmitic Acid, Stearic Acid, Phenoxyethanol, Beeswax, Fragrance, Ethylhexylglycerin, o-Cymen-5-ol, Ascorbyl Glucoside, Magnesium Aspartate, Zinc Gluconate, CI 47005, Camellia Sinensis Leaf Extract, CI 17200, Copper Gluconate, Morus Alba Root Extract.


Harlette Oatmilk Gentle Facial Wash 100gr
Rp. 115.000

This one is my very personal favorite! Sabun tergentle yang pernah aku coba dengan masih ada sensasi membersihkan wajahnya, sebab meski dia engga berbusa sabun ini masih terasa mengangkat minyak pada wajah tanpa membuat kering sama sekali. Yes, sama sekali tidak bikin kering justru melembabkan, sabun ini diformulasikan tanpa SLS, SLeS, dan Paraben, tapi masih ada turunan Alkohol yaitu  Cetearyl Alcohol, dia tidak bikin kering seperti alkohol denant dan parfume diakhir kandungan, meski pas dicium wanginya kaya oat aja kok. Hal yang paling aku suka adalah karena ia memiliki 3 hal yang sangat ramah untuk kulit sensitif dan berjerawat yaitu Beras, Oat dan Camomile alias Extrak Bunga Kamomil! Beras dan Oat sama sama memiliki anti bakteri, selain itu beras juga memiliki anti-oksidan dan camomile membantu menenangkan kulit dan meredakan kemerahan pada wajah! Jadi aku suka banget sama duo combo ini, aku sendiri sudah repurchase sampai 3x, soalnya dia andalan banget ketika berjerawat radang~ 

Komposisi : Aqua, Glycerin, Polysorbate 20, Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Disodium Cocoyl Glutamate, Butylene Glycol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Polyacrylamide, Cocamidopropyl Betaine, C13-14 Isoparaffin, C9-11 Pareth-6, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Flour, Oryza Sativa (Rice) Bran Extract, Inositol, Chamomilla Recucita (Matricaria) Extract, Hydroxypropyl Methylcellulose, DMDM Hydantoin, Sodium Hyaluronate, Sodium Lactate, Parfum, Citric Acid, Bisabolol


Naruko Tea Tree Purifying Clay Mask & Cleanser in 1
Rp195.000 (Promo di Shopee 35% OFF Rp126.750)

Produk satu ini didedikasikan untuk kalian remaja yang pengen efisien (a.k.a pemalas :p) yang pengen tetep cuakep meski ga ada waktu untuk maskeran setiap minggu atau malas kalau menunggu lama-lama. Dia ini sebenarnya sabun wajah tapi karena dia bahan dasarnya Clay alias Lumpur khusus, dia bisa banget didiamkan dulu 2-3 menit baru dicuci! Dia membantu mengangkat sisa kotoran pada wajah, menenangkan kulit dan tentunya membantu membersihkan pori-pori. Aku juga sudah abis tube ke 3 hahaha, harganya memang pricey tapi cukup awet kok! Aku biasanya pake ini buat sabun cuci muka dimalam hari, karena lebih berasa ngangkat aja sambil didiamkan 2 menit sebelum bilas. Oh ya, meski dia clay dia engga bikin kering loh! Bener-bener engga bikin air diwajah kaya ketarik, tapi memang jadi kosong karena angkat minyak diwajah makanya biasanya aku seimbangkan dengan toner dan skincare malam yang rada berat. Untuk produk ini sendiri tanpa SLS, SLeS, Paraben, Parfume, Alkohol dan sebagainya! Paket lengkap deh, selain itu dia ada kandungan Tea Tree yang membantu meredakan jerawat juga merawatnya! Praktiskan!

Komposisi : Phytoferulin, Kaolin, Ekstrak Tremella, Zinc PCA Oil Control Factor, Ekstrak Indian Phyrinum Capitatum, p-Refinyl, Asam Glycolic, Asam Tranexamic, Micron Lembut Jojoba, Minyak Esensial Tea Tree, Peppermint, Piroctone Olamine.



Skin Dewi Hazelnut Cleansing Milk 150gr (Skincare Organic)
Rp566.500

Produk satu ini memang kesannya sultan sekali, ya, aku sendiri sudah 2x beli produk ini sebelum akhirnya pindah ke Harlette yang lebih ekonomis hehe tapi memang produk ini dikhususkan untuk kalian yang punya kulit sensitif kelas berat termasuk penyakit kulit seperti eczema. Aku pakai ini setelah “beralih” dari obat dokter, istilahnya membantu “melepaskan” dari kandungan obat dokter yang cukup keras deh, dan its help me through that. Soalnya pada masa itu Harlette juga belum ada sih haha, tapi memang Skin Dewi sangat clean alias skincare yang mahal karena kualitas yang diberikan sesuai, tanpa kandungan yang berbahaya, organic dan diformulasikan dengan sesempurna mungkin oleh mba Dewi foundernya.

Jelas produk Skin Dewi sudah lagi tidak ada embel-embel kimia sintetis seperti SLS, SLeS, Perfume dan Paraben, serta ada alkohol tapi dari organik juga! Karena kebanyakan menggunakan essential oil termasuk pengawetnya makanya masa guna produk ini tidak selama produk umumnya. Kandungan Witch Hazel membantu meredakan kemerahan, membersihkan pori-pori serta menenangkan jadi dia membantu mengecilkan pori-pori, dengan kandungan Tea Tree juga yang membantu jerawat, beberapa pencerah wajah dan anti oksidan! Well, paket lengkap deh. Eh tapi jangan kaget ya karena bentuknya mirip cleansing milk meskipun beneran kok dia buat mencuci wajah hehe, sama sekali engga bikin kering apa lagi ketarik! Unik deh, kalau kamu mau beli coba aja share in jar nya!

Komposisi: Aqua, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Water, Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Cetearyl Alcohol, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Corylus Avellana (Hazel) Seed Oil, Glycerine, Cetearyl Glucoside, D-Alpha Tocopherol, Benzyl Alcohol, Amorphophallus Konjac Root Powder, Epilobium Fleischeri Extract, Salvia Sclarea (Clary) Oil, Benzoic Acid, Soybean (Glycine Soja) Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Pelargonium Graveolens (Geranium) Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, Dehydroacetic Acid, Boswellia Carterii (Frankincense) Oil, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil, Citric Acid, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate. *Citronellol, *Geraniol, *Limonene, *Linalool. *from natural essential oils


Yah itulah 4 sabun wajah yang aman untuk kulit berjerawat dan sensitif, tapi diluar itu juga bisa banget kok selama kalian inget peraturan diatas. Belinya bisa ke Shopee dong pastinya karena banyak banget promo-promo menarik yang seru ditawarkan oleh mereka! Kalau aku sih suka shopee tanam karena bisa dapet koin gratis, kali aja kekumpul buat beli SkinDewi hihihi!



Disclimer : Tulisanan ini bekerja sama dengan Shopee, namun dalam penulisan isi dan konten semua sesuai dengan pengalaman dari Tiara yang telah menggunakan produk diatas! Thanks for reading~


Hullaa~ sebenernya review Pixy Get Inked ini sudah lama di draft tapi karena lupa ngeswatchesenya jadi baru naik sekarang. Nah, produk ini tetep kekeuh aku review karena menurut aku, worth to try banget~ kenapa? Baca aja reviewnya sampai akhir yeay!



packaging wise, sebenernya kemasannya cantik banget tapi... kemasannya terlalu plastik hahaha, meski sebenernya cantik sih kemasannya (teteup), tapi sebenernya bisa aja mereka pilih alternatif yang lain, kemasannya yang lip cream masih dalam paperbox kok! Okey, dan informasi dalam kemasannya sendiri cukup lengkap sih


Dari sana kita bisa lihat jelas kalau warna kemasannya mengikuti warna produknya baik diluar maupun kemasan utama produk itu sendiri, terus bagian atasnya ada informasi shades warnanya jadi engga akan ketuker, selain itu ada ukurannya 4g dan untuk informasinya lengkap juga, dari mulai logo halal sampai BPOM. Dengan klaim, dengan pigmentasi yang tinggi, tekstur ringan dan nyaman dengan produk yang tahan lama. 


Tube-nya sendiri disini cantik, minimalis dan di ombree gitu! Beda sama kebanyakan pixy yang dibuat young-adult dengan sentuhan hitam. Kalau ini lebih dibuat ala-ala muda gitu deh, oh ya, untuk aplikatornya sendiri menggunakan aplikator lipcream kebanyakan jadi kaya ada bulu lembut diujungnya dengan sudut 45 derajat gitu yang memudahkan untuk diaplikasikan dibibir. Selain itu kuasnya sendiri engga terlalu panjang, jadi pas aja untuk mengaplikasikannya tapi ya engga berbeda dengan lipcream kebanyakan jadi engga bisa membentuk bibir dengan sempurna gitu.




Untuk dari segi kandungan, produk ini punya kandungan yang lumayan mulai dari glycol dan aloe water yang aku percaya membuat produk ini melembabkan tapi disisi lain ada kandungan pewangi yang banyak huhuhu sedih, jadi buat kalian yang sensitif terhadap kandungan pewangi bisa menjadikan ini pertimbangan.




Nah meskipun dia ada pewanginya, tapi wangi-nya sendiri engga terlalu kenceng kok. Wanginya manis gitu kaya buah, memang diawal pas cium rada "kok wanginya lumayan ya" tapi pas diaplikasikan perlahan dia melembut. 

Dari segi tekstur, Pixy Get Inked Lip Tint ini diklaim melembabkan dan segar dibibir, serta dengan pigmentasi dan tekstur yang ringan dibibir membuat nyaman dan tahan lama. Buat aku sendiri, tekstur yang kalau dirasa-rasa awalnya mirip emina, rada gel-ish gitu jadi engga cair yang masuk-masuk ke garis-garis bibir tapi dia layering dibibir. 



Warnanya disini ada 5 warna, aku swatches dari yang paling orange-pink, jadi warnanya sesuai klaimnya pigmented banget. Kalian bisa lihat kalau warnanya super nyata, orange ya orang, merah ya merah, engga bikin bingung dengan warna yang mirip-mirip, terus apakah dibibir seperti itu?

Untungnya engga guis, hahaha aku jujur takut pake kalau warna orange-nya senyata itu. Berasa abis makan ciki tapi engga dijilat kan ya, hehe warnanya untungnya menyatu ketika dibibir.




Nah, aku pakai produk ini cukup effort, karena warnanya staying power ga main-main alias tahan lama banget! Sudah dibawa mandi, dan aku coba pake cleansing oil remover dari pixy yang mana juga andalan aku, tetep dong dia, engga bisa hilang! Pusing! Hal lainnya yang aku suka dari produk ini selain tahan lama adalah dia cukup nyaman ketika dipakai, bener-bener engga bikin terkelupas meski setelah dipakai 12 jam lebih -dan ga mau ilang, dia mulai mengering tapi beda banget sama tipe keringnya emina, even Glossy Stain-nya emina menurut aku masih lebih kering si emina.

Jadi Pixy memang bekerja dengan baik dari segi formulasi, aku ga paham kenapa dia kadang suka underrated bareng produk-produk sariayu. Meski demikian memang pemilihan warnanya kalau dilihat dari anak-anak kekinian yang cintaaa banget kayaknya sama brand kaya second date, ya warna si Pixy terlalu gonjreng apa lagi dia warnanya pop yang bisa masuk disegala jenis kulit gitu!


Nah jadi apakah menurut aku produk ini worth to try? menurut aku dari segi harga, produk ini sangat worth it berbanding dengan formulasi, daya tahan dan warna yang pigmented. Apalagi isinya 4gr, lumayan beb! Tapi memang dari style yang chic dan kekinian, produk ini sedikit kurang yah karena main dikemasan yang mirip-mirip, terus pemilihan warnanya sebenernya bagus sih dibibir gelap tapi kalau dikulit terang kayaknya akan terlalu pop up! jadi balik lagi ke selera masing-masing ya!


PIXY GET INKED 55.000,- Lazada Shopee

Overall dari aku, 
3.6/5

++Formulasi
+ Nyaman Dibibir
+ Daya Tahan
+ Price wise
- Warnanya 
- Susah dihapus

Siapa yang memasukan Kapal Pesiar atau Cruise sebagai salah satu wishlist destinasi liburannya? Dulu engga pernah membayangkan akan pengalaman naik kapal pesiar ala film-film, kapal yang dikenal dengan istilah Cruise ini juga tergolong liburan yang lumayan besar budget-nya meski hanya beberapa hari, tapi dengan segala ke random-an mama, akhirnya aku mencoba naik kapal pesiar dengan destinasi 2 negara! 



Perjalanan ini dilakukan sekitar bulan Oktober 2019, untung banget sebelum isu Corona bener-bener breakout dimana-mana, engga kebayang kalau kita dateng pas bulan Desember akhir, kayaknya cuma bisa pasrah? Okeh, jadi ceritanya dimulai dengan pembelian tiket yang jauh banget-banget hari, jadi naik kapal pesiar bulan Oktober, kita kayaknya sudah beli dari Februari atau sekitar Maret. Aku lupa pastinya karena yang bantu ngurusin kakak-ku, jadi kita terima beres ajah! Disini aku naik kapal yang cukup mewah dan super besar, gimana engga, kapal ini namanya Dream Cruise : Genting Dream 

credit: dreamcruiseline
Jadi Dream Cruise ini merupakan salah satu anak perusahana dari Genting Hong Kong yang memang bergelut dibidang liburan dengan kapal gitu, sebenernya ada yang lebih mewah tapi itu private dan engga sebesar ini, memangnya sebesar apa? Well, Kapal Pesiar ini terdiri dari 18 deck atau lantai yang bisa diakses dengan lebih dari 3000 penumpang (belum termasuk awak kapal) yang siap siaga 24 jam! Yess, kebayang engga sebesar apa kapal ini? Jujur dulu nih, aku disana cukup pegel bahkan rekor jalan aku sampe 17.000 langkah sehari cuma di kapal doang :) 

Nah, disini aku mengambil perjalanan lima hari, ibaratnya biar puas yah shay naik kapalnya haha bener sih sampe engga pengen lagi :( gumoh, meski alhamdulillah aku engga mabuk laut tapi teteup. 
Oh ya setelah aku check di website mereka aku naik yang 4 hari dengan destinasi 

Singapore - Penang - Phuket/Langkawi - Singapore dengan harga mulai dari USD976  (ini aku cek per nulis ya, 2020 ga tau kalau ada update lagi!) nah selama 4 hari itu ngapain aja?


Day 1  - Early Arrival a.k.a Nyampe Duluan 

Untuk hari pertama sebenernya lebih fokus dengan fight dari Jakarta ke Singapore ya, aku waktu itu dapet tiket dari Travel Fair gitu jadi alhamdulillah dapet tiket dengan harga sekitar 2.8jt dengan pesawat Singapore Airlines yang biasanya pergi doang 3jt shay wk :( sebenernya bisa aja sih dengan pesawat yang budget tapi karena pengen fokus liburan dan kalau dihitung dengan koper-ku yang sampai 30kg, akan lebih hemat justru naik Singapore Airline yang bagasinya sampai 40kg! --plus tentu saja lebih nyaman. Biasa emak saya, maunya kalau liburan ya nyaman :") b-e-d-a c-e-r-i-t-a kalau gue yang pergi sendiri

Baca juga : Perjalanan ke Thailand pake Tabungan

Nah dimalam pertama ini aku pisah sama kakak-ku, jadi kita pas sampai langsung ke hotel buat nginep semalem sebelum kemudian ketemu paginya di Airport. Nah kalau kalian dapet jadwal yang pas, kebetulan aku dapetnya yang ga enak aja posisinya karena apanya lupa. Kalian sebenernya bisa langsung dari Bandara Singapura langsung naik taksi atau grab atau gocar (sumprit gue kemana-mana naik gocar murah bener!) untuk ke Pelabuhan. 

Day 2 - On Board a.k.a Naik Kapal!

Nah sebenernya perjalanan dimulai dari sini, dari Bandara ke sini dengan gocar waktu itu sekitar  $9-12 SGD atau setara dengan 90-120K, kesannya mahal ya? Sebenernya ya normal aja kaya dari rumah ke Bandara segitu juga, soalnya titik-titik pariwisata emang lebih mahal em, gatau kenapa.

Setelah sampai, kita akan disuruh antri dan menitipkan tas untuk diangkat setelah dicek, pengecekannya kalau dikapal harus handcarry benda yang ada pemicu panas kaya catokan rambut, setrika dan powerbank, nanti tas kita juga akan dilabel-in dengan nomer kamar kita dan ditaro depan pintu kamar, jadi insyallah engga ketuker meski bisa jadi sih. Kalian percaya aja sama mereka. Setelah barangnya antri masuk, barulah kemudian kita diminta antri untuk masuk melalui pelabuhan.

Nah disini bagian yang paling lamak. Kenapa? Karena yang antri masuk ada ribuan dan jalur pelabuhan Internasional jadi harus ada "tanda" dari imigrasi. Nah kemudian kita masuk sambil cek verifikasi data ke imigrasi dengan tiket pembelian kita. Setelah sudah dicek, baru kemudian kita bisa antri ke bagian imigrasi dan masuk kedalam kapal. Disini cukup lama, waktu itu makan waktu sampai 3 jam baru akhirnya masuk ke dalam kapal pesiar, oh ya, ketika masuk kapal pesiarpun paspor kita ditukar dengan sebuah kartu. Kartu ini nantinya menjadi identitas diri, sekaligus alat pembayaran selama berada di kapal, dan kunci masuk ke kamar juga. Sebab, nanti akan ke beberapa negara, jadi demi keamanan agar istilahnya kita engga kabur dan hilang jadi kita diberikan ID tersebut yang sudah lengkap dengan informasi seputar kapal pesiar dan kontak dengan berbagai bahasa.


Setelahnya, sekitar jam 3.30 aku masuk ke dalam kapal pesiar, jujur udah cape banget karena antri mulu. Setelahnya langsung ngacir ke kamar, untuk kamar, mama pilih yang dengan balkoni jadi bisa melihat laut dan ada tempat santai kecil. Tentu saja, mamiku langsung gaya setelah sampai kamar.
Kamarnya sendiri termasuk compact dan padet, jadi ada kasur ukuran queen size, sebuah TV yang menempel ke layar, dan ada sebuah sofa yang dilengkapi dengan kaca dengan meja multifungsi, ada beberapa kompartemen didalamnya. Nah, disebelah kasur, ada lemari yang nempel dengan kamar mandi. Sebenernya ini lemari hampir engga bisa kepake karena bener sejengkal banget dengan kasur yah jadi sulid. Kamar mandinya sendiri memiliki tap water, alias bisa diminum gais airnya karena punya filter yang baik.

Setelah kami sampai kasur dan rebahan beberapa saat, aku diajak kakak untuk makan. Jujur aja nih karena engga kaya hotel yang bisa milih, aku dapet kamar yang jauh banget dari kakak. Jadi ada kali kayaknya dia diujung barat dan aku ditimur, jauh bener hahaha beda kamarnya sampai 200an kamar, sedih banget, tapi yaudah pasrah aja karena udah cape juga dan sudah ditentuin. Jadi sekitar jam 5an kita mulai naik ke atas, nah disini ada beberapa restaurant. Tersedia 3 spot lift, jadi deck kiri, tengah dan kabin kanan. Masing-masing ada 6 lift umum dan 2 lift private yang bisa sampai lantai 20 (kamar khusus). Kartunya beda shay, kalau aku dapet kartu merah maroon sementara yang VIP itu black card.

Dream Cruise sendiri punya 3 restoran yang bisa diakses secara gratis atau cuma-cuma pada jam-jam tertentu, tapi ada beberapa restaurant yang kalau mau makan disana harus bayar additional charge sesuai dengan menu yang dipesan. Nah untuk yang 3 restaurant tadi ini cukup penuh terus karena waktu aku kesana lagi ramai banget dan ada liburan keagamaan di India kalau engga salah jadi kebanyakan pengunjung dari India dan sekitarnya ikutan liburan.



Untungnya tempat ini memang didesain cukup luas ya, dan punya aneka ragam makanan tapi memang menyesuaikan dengan "penumpang" karena waktu itu banyak penduduk India, jadi beberapa section buffet makanan itu diisi oleh opsi makanan khas India. Untuk section makanan halal juga ada, tapi cuma satu dan dipojokan, sisanya kebanyakan makanan Internasional kaya pizza dan sebagainya, terus ada makanan asia yang cukup berubah-ubah. So far, semua makannya yang ada disana masih sesuai selera aku dan enak-enak ajah! apakah bosen? Jujur, pas hari kedua aku cukup bosen karena 3x makan (iya ga mau rugi!) tapi setelah diexplore sebenernya sih engga semembosankan itu.

Nah, setelah makan makan sore, kita balik ke kamar dan aku sama mama langsung tidur guys, kaya cape aja kehabisan energi gitu. Kita bangun sekitar jam setengah sembilan setelah ditelefon kakak berkali-kali, kondisinya jam 8 kapal sudah mulai berlayar menuju ke Penang hehehe, ya jadi disana kita berkali-kali berasa kaya ngambang gitu guys asli! Hal yang aku kurang suka sih karena berasa gempa wkakaka, setelah itu kita bangun dan makan malam.


Day 3 Penang The Explorer 

Untuk hari ketiga kita mulai dengan sarapan tentu saja, kemudian mulai mengeksplor beberapa tempat yang aku pengen lihat, disini setiap harinya dibagikan selembaran kegiatan gitu. Hal apa yang bisa dilakukan disini, well, disini lumayan banyak tempat hiburannya, mulai dari kasino 24 jam, layar tancep (jujur) yang ada games serunya, mulai dari tebak-tebakan sampe lotre! Aku jujur pengen banget ikut lotre tapi ya, takut aja hahaha dan mahal! Tiketnya sekitar 500k/1jt rupiah kalau engga salah, meski mama mengizinkan aku maju mundur soalnya ya, kalo kalah ilang tjuy uangnya.

Nah setelah makan pagi dan sebagainya aku niatnya mau mengeksplor kapal aja sama mama, istilahnya menikmati hari di kapal bahkan aku pengen renang, tapi sekitar jam 11 gitu kita sampai di Penang dan aku sama sekali belum pernah ke Malaysia, jadi akhirnya kita ikut-ikutan turun deh! Nah kali ini aku sama kakak turun secara mandiri, sebab sebenarnya kita bisa ikut tur yang disediakan oleh kapal Dream Cruise tapi harganya cukup mahal, kaya city tour aja, harganya sekitar satu juta. Nah turun dari kapal itu bebas, kita masuk melalui pelabuhan yang sepi dan cantik, oh ya, enaknya karena ga banyak yang turun jadi ga ramai baik antrian masuk dan keluar. Jujur bahkan kita engga perlu cek di imigrasi karena sudah otomatis gitu.  Oh ya, lucunya pelabuhannya warnanya pink! Dari sana kita naik grab yang pesen manual kaya biasa. Sekarang enak deh, provider sudah bisa lintas negara gitu sinyalnya, jadi beli paket yang seminggu buat ASEAN. Etapi, sayangnya kartu ini engga berfungsi sama sekali selama dikapal, sebab ditengah laut kali ya jadi engga ada provider yang bisa diajak "kerjasama", untungnya kapal menyediakan wifi dengan biaya tambahan SGD$20/4 hari per-2 hp. Aku dan mama memutuskan untuk engga ambil karena biar bisa menikmati liburan, sementara buat yang kerja, its quite ok!



Nah, setelah turun kita ke mall di Penang :") hahaha ternyata penang itu kota kecil dengan bangunan khas yang jadoel gitu. Banyak bangunan masih semi inggris yang baru dicat ulang dengan warna pastel dan kalau engga salah Penang terkenal dengan rumah sakit kunjungan yah, buat orang Indonesia dan sekitar Malaysia yang pengen berobat dengan harga terjangkau tapi fasilitas lengkap. Merepet pengobatan budget dari Singapore gicuu! Nah setelah sampai Mall aku langsung ke Sephora-nya dong wkwk sumprit sebagai price police --yang bikin mama sebel karena jadi ga bisa menikmati liburan kalo katanya. Aku cek harga beberapa barang di Sephora Malaysia dan kaget dong ternyata murahan di Indonesia bahkan beberapa di Singapura! padahal sudah ke mall paling gede di Penang, akhirnya malah muter-muter bentar nyari minuman kekinian, waktu itu Boba jadi kita segerombol nyarilah boba disana. Setelahnya ke Daiso dan lagi-lagi mahal! Harganya sekitar 6RM belum pajak, dan kalau dikorvensi ke Indonesia sekitar 20.000 belum pajak jadi sekitar 23.500an gitu untuk satu barang.

Setelahnya engga lama kita ke jalan yang lagi hits di Penang, namanya Culture Art Street katanya karena warga disana berjibaku buat area wisata, jadi kaya ada beberapa mural yang dibuat warga untuk spot foto sampai dibuat oleh seniman Ernest Zacharevic, yass! Kita nyarinya cukup muter-muter karena letaknya rada jauh dari tempat kita diturunkan. Ibaratnya kita diturunkan di pintu gate (yang engga ada gate-nya), dan harus jalan sekitar 800m sampai menemukan spot tersebut.

Nah setelahnya baru deh kita foto-foto lucu disana dengan es krim, memang satu jalan itu didedikasikan dengan mural, souvenir, sebuah klenteng mini dan toko makanan ringan. Jujur aja mirip sama kalau lagi jalan di mini malioboro karena ukurannya cuma 1/10 malioboro hahaha tapi begitulah kira-kira konsepnya. Lanjut lagi, kita balik ke pelabuhan dengan grab dan langsung deh naik kapal.

Aktivitas setelahnya kita cuma mandi dan makan malam, setelah itu balik untuk istirahat dikamar masing-masing. Sebenarnya aku mau eksplore lebih banyak dikapalnya, sayangnya hujan jadi mending meringkuk dikamar sambil nonton beberapa film yang sebenernya diputer berulang-ulang hahaha, oh sama belajar seputar keamanan kapal. Jadi kita diminta untuk membaca instruksi keselamatan kapal. Ngeri-ngeri kaya Titanic ehm, tapi kebetulan jauh iceberg nya hehe

Day 4 Langkawi? Malaysia Little Island 

Nah dihari ini aku mulai mengeksplor bagian kapal-kapal yang lain, mulai area renang dan bermain anak yang engga pernah sepi, sampai deck atas yang kaya see-sight deck. Alias Deck untuk menikmati pemandangan aja sambil berjemur gitu, mengingat itu terik dan berangin super kenceng akhirnya aku milih buat berendam diarea jacuzi sambil nyantai. Sebenernya karena ini area umum jadi engga bisa "get a privacy" sih jadi kalau berenangpun yaudah pasrah aja kalau ada orang.

Kebetulan aku kesana pagi-pagi dan bener dong ada orang yang lagi nyari spot buat foto dan akhirnya dengan sedikit maksa doi motoin gue HEHE. Jadi kebetulan waktu itu lagi pake baju renang yang lumayan seksi, jadi gue tentative tuh dia mau ngambil foto gue karena memang mau atau kenapa *berusaha positive thinking*. Setelah setengah jam dia pergi, dan gue langsung buru-buru cabut. Bye.

Setelah mandi dan teburu ke tempat makan, yes kalau sudah jam 9 makannya sudah mulai habis dan terbatas banget. Jadi opsinya engga banyak, dan gue langsung ikut untuk turun diwilayah yang kedua, ini Langkawi, Malaysia. Terkenal dengan Elang -katanya, karena logo mereka sendiri burung tersebut. Disana gue da rombongan memilih untuk mencharter sebuah mobil --dan satu-satunya kendaraan resmi yang bisa disewa dipulau kecil, ga ada taksi gitu-gitu yang legal dan ga boleh ada grab, nampaknya upaya mendukung ekonomi lokal.



Disana sekitar 1.5 jam kita diantar ke daratan yang lebih tinggi, menuju gunung dan cable car (kereta gantung) yang terkenal banget disana, karena pemandangannya indah. Yah ibaratnya kalian naik gunung atau daratan tinggi tapi komersil, jadi sudah ada jalur daki-nya lengkap dengan bayar tiket masuk yang lumayan mahal, sekitar 450K kamu dapet akses untuk naik cable car dan naik ke sky brigde. Jujur sky bridge-nya memang bagus dan tinggi banget. Kaya membelah jurang gitu!

Jadi setelah beli tiket kita akan diajak antri untuk naik cable car yang lumayan panjang, kayaknya lebih dari 1KM deh, setelah itu kita diajak mendaki atau kamu bisa beli pass untuk naik mini cable car seharga 10RM kalau ga salah, untuk turun ke area Sky Bridge-nya.
Oh ya tapi disana banyak monyet, iya kaya dibali. Bedanya disini lebih ganas. Bener-bener ditekankan ga boleh bawa makanan atau makan. Bener aja dong, salah satu rombongan ada yang anaknya makan coklat, dikejer bener-bener sampai akhirnya dilempar ke tong sampah. Padahal cuma permen coklat! Serem shay.

Pas awalnya turun bisa sih tapi setelahnya naiknya kita bayar cable car mini hahaha dan antrinya lumayan lama sampai 30 menit. Waktunyapun cukup lama sih, disana kita balik-balik sudah sore aja.
Setelah kapal berangkat lagi di jam 3, aku dan romobongan kembali, mandi dan kemudian makan lebih cepat karena setelah ini kita mau nonton pertunjukan!

Nah pertunjukan ini salah satu daya tarik yang ditawarkan dikapal ini, mulai dari penyanyi opera, atraksi sulap dan sebagainya. Kalau kali ini kita nonton tarian yang dibawakan oleh Gigi Dance School, yess salah satu sekolah tari dari Indonesia yang menceritakan tentang Plastic Fantastic. Intinya bahaya plastik apabila dipakai dan diproduksi secara tidak bertanggung jawab.

Setelah selesai, aku lanjut lagi dengan makan malam dan belanja di kapal hahaha. Jujur sebenarnya pegel banget yakan, tapi akhirnya tetap muterin kasino dan liatin sale! Namanya juga doyan diskonan dan disini emang engga kena pajak jadi... hehe aku ga beli sih tapi meracuni mama. Oh ya Kasino disini rame banget, aku personally cuma nonton aja seru ya karena judi itu bukan passion. Satu-satunya judi yang aku lakukan hanya di timezone atau funworld :(

oh ya, malam terakhir kita diperkenankan untuk tukar kartu dengan sebuah resi yang nantinya dipergunakan untuk ambil paspor kita besok. Kartunya nanti dicek dulu ada tagihan atau engga kalau ada ya dibayar aja, kalau sudah ya selesai. Simple ya? Realitanya antri 2 jam dari jam 11 malem dan baru selesai jam 1 pagi! Ngantuk beb.

Day 5 Back to Singapore




Setelah puas diri di Malaysia --hehe, aku balik ke Singapura sebagai negara awal keberangkatan. Setelah bangun kesiangan dan menikmati makan lebih banyak tsaah~ aku mengakhiri perjalanan dengan muterin seluruh area kapal untuk melihat-lihat lebih detail area tersebut, mulai dari bar, area bowling, beberapa restoran yang lebih eksklusif sampai ruangan navigasi kapal. Jadi disini kita bisa melihat para supir kapal :") nahkoda ya namanya? alias ship captain, sedang mengendalikan kapal. Dipimpin oleh orang Norway kalau engga salah, dan beberapa orang Inggris. Jujur engga kaget karena mereka memang terkenal sebagai pelaut kaya Indonesia, bedanya, kalau di Indonesia teknologinya belum cukup? atau, kita lebih ke kapal lain kali ya.

Disini lebih ke free-time aja sih, karena Kapal Kita sampai di port sekitar jam 1 siang. Selesai sudah pengalaman aku naik kapal pesiar! Acara selanjutnya mulai mengeksplor kota Singapura sebelum pulang besoknya.


Nah, kira-kira kaya gitu guys pengalaman aku selama naik kapal pesiar, hmm adakah cerita lain? Adak! Kapal ini cukup "rasis" hahaha, serius. Aku sempet sebel diawal-awal pertama, sebab merasakan rasisme dikapal yang terbilang isinya multi-culture ya, hal ini dilakukan oleh awak kapal yang biasanya aku alami di bagian restaurant. Beberapa awak bersikap rasis mulai dari yang janator alias tukang bersih-bersih sampai yang sifatnya supervisor. Contohnya?

Ketika ada manager bawa nampan isi sendok dan garpu, ada mba-mba yang ambil terus diperbolehkan dengan sopan oleh si manager yang memiliki etnis yang sama. Secara otomatis aku yang lagi nyari sendok mengikuti dong, eh diusir sama manager, diminta ambil ditempatnya aja. Lah? barusan si emba gapapa.

Sementara etnis lain, ada yang motong antrian engga papa. Aku disana cuma mau ambil sepotong pizza diusir dan diminta antri dari awal meski cuma mau ambil pizza doang yang kebetulan cuma ada disana karena wilayah lain belum restock. Jelas-jelas mba-mba depan awak ambis nyelak dan ambil pizza terus lanjut lagi gapapa!! hanya karena kulit gue dan muka gue Indonesia-Malayu, bereda dengan si awak dan mba-mba yang antri gue diperlakukan ga enak.

Jujur kaget dan sedih banget, tapi mau negur gimana? Wong managernya sendiri. Disana waktu kebagian halal ketemu chef dari Indonesia, iseng ditanya sama kakak gue soal rasisme dia ketawa aja dan bilang engga kok, mungkin salah paham. Tapi, well, we can assume by the gesture then.

Jadi kalau kalian naik kapal seperti ini, jangan kaget ya kalau ada beberapa awak yang sikapnya engga sopan, tapi engga semua kok. Banyak awak yang cukup sopan dan ramah, terutama adalah satu mas-mas gateng dari Indonesia juga, dia baik!

Tapi setelahnya aku kapok engga mau naik lagi, selain karena udah mabok kapal yang berasa dikit-dikit gempa. Menurut aku sekali sajalah, cukup untuk mencoba naik kapal disini!
Nah sekian terimakasih dari aku, semoga kalian mendapatkan gambaran ya bagaimana pengalaman naik kapal cruise.

Have a nice day!



































Day 5 Back to Singapore 

Setelah